Labuhan Cinta Sang Playboy

Labuhan Cinta Sang Playboy
S2 - Bertemu Alisa


__ADS_3

...šŸšŸšŸ...


Bian dan Visha kembali ke apartemen mereka. Wajah Bian terlihat pucat. Visha memintanya untuk segera berbaring di tempat tidur.


Bian tidak tidur semalaman, pasti tubuhnya lelah. Visha memeriksa suhu tubuh Bian yang ternyata mengalami demam.


"Mas berbaring saja, aku akan menyiapkan kompresan untukmu."


Bian mengangguk dan menarik selimut menutupi tubuhnya. Rasanya tubuhnya sangat lelah dan sakit.


Visha memeriksa lemari es dan ia teringat jika tak ada apapun di sana yang bisa ia masak.


"Mas, aku akan berbelanja sebentar. Kau tidak apa 'kan aku tinggal sebentar?"


"Tidak! Kau jangan pergi! Suruh saja Donny yang berbelanja. Aku mohon jangan pergi, Visha." ucap Bian lirih.


Visha tahu jika Bian pasti masih takut terjadi sesuatu dengannya. Tapi Galang dan anak buahnya sudah ditangkap.


Visha kembali keluar dan berpikir sambil memegangi ponselnya.


Aku tidak mungkin menghubungi Donny. Dari penampilannya dia tidak hapal nama bahan-bahan makanan. Lagi pula dia juga pasti lelah seperti Mas Bian. Hmmm, kalau begitu aku...menghubungi...


Tak lama bel apartemen berbunyi, dan muncullah Reza dari balik pintu. Visha pernah bertemu dengan Reza saat sedang berbelanja. Jadi, Visha yakin jika Reza pasti paham dengan hal-hal yang berhubungan dengan dapur.


"Terima kasih banyak, Reza. Aku tidak tahu harus meminta tolong pada siapa lagi. Mas Bian sedang sakit dan aku...."


"Tidak apa. Pak Bian adalah atasanku." jawab Reza santai.


"Masuklah! Aku akan membuat sarapan, kau makanlah bersama kami juga."


"Hmmm, terima kasih. Apa ada yang perlu kubantu?"


"Tidak perlu, kau duduk saja di sofa. Ini tidak akan lama."


Reza duduk di sofa dan menyalakan televisi untuk mengusir kebosanan.


Reza mengernyit heran menonton berita di televisi lokal yang memberitakan tentang penangkapan Galang dan juga penculikan Visha.


Visha yang masih bisa mendengar suara televisi dari arah dapur, sudah bisa menebak jika Reza pasti akan terkejut. Reza menghampiri Visha di dapur.


"Visha?" Reza menatap Visha dengan tatapan penuh tanya.


"Jangan bertanya itu sekarang. Bisakah? Aku hanya ingin mengurus Mas Bian yang sedang sakit. Dia sudah memikul beban berat beberapa hari ini."


"Baiklah." Reza pun kembali ke sofa dan kembali menonton televisi.


Setelah sekitar satu jam Bian tertidur, ia terbangun karena mendengar suara Visha yang berbincang dengan seseorang. Entah kenapa hatinya selalu bergemuruh takut jika Visha akan menghilang lagi seperti kemarin.

__ADS_1


Bian melihat Visha bersama Reza sedang menata makanan di meja makan.


"Mas..."


"Pak Bian? Maaf jika saya lancang..."


"Mas, aku meminta tolong pada Reza untuk berbelanja karena aku tak enak hati ada Donny. Dia juga pasti lelah sepertimu. Maaf karena tidak memberitahumu lebih dulu..."


"Tidak apa. Terima kasih, Reza." Bian menghampiri mereka di meja makan dan segera duduk.


"Mas mau makan disini?"


"Iya. Reza, bergabunglah bersamaku. Kita makan bersama."


"Baik, Pak."


"Aku tahu kau pasti bertanya-tanya apa yang terjadi. Aku akan menjelaskan semuanya nanti saat semua sudah selesai." ucap Bian yang juga mendengar berita di televisi.


"Baik, Pak. Sebaiknya bapak hari ini beristirahat dulu saja di rumah."


Bian mengangguk lalu menyuapkan bubur buatan Visha kedalam mulutnya.


.


.


.


Bian turun dari tempat tidur dan menghampiri Visha. Saat Bian datang Visha sudah mengakhiri panggilannya.


"Mas, kau sudah bangun? Bagaimana keadaanmu?"


"Sudah lebih baik. Siapa yang menelepon?"


"Bapak, Mas. Sepertinya bapak sudah tahu dari berita di televisi. Besok bapak akan datang kemari."


"Ya lebih baik jika mereka juga tahu. Oh ya, kau bersiaplah, aku ingin mengajakmu bertemu Alisa."


"Eh?"


"Aku sudah janji akan menemuinya hari ini. Kau tidak keberatan bukan?"


Visha nampak berpikir. "Tidak. Aku tidak apa-apa."


Perjalanan ke rumah Sania tidak memakan waktu lama. Setelah tiba, Bian masuk dengan menggenggam tangan Visha.


Bian bertemu dengan Bi Mina yang memberitahu jika Alisa ada di kamarnya. Bian dan Visha menuju lantai dua.

__ADS_1


Bian melihat putri kecilnya sedang bermain boneka barbie.


"Sayang..." sapa Bian pada gadis kecil yang lucu itu.


"Papa..." Alisa menghambur memeluk Bian.


Visha merasa terenyuh dengan adegan anak dan ayah itu. Namun hatinya juga masih membenci ibu Alisa yang sudah membuat hidupnya banyak memderita beberapa tahun ini.


"Alisa, kenalkan, ini Mama Visha."


Visha membulatkan mata karena Bian menyebutnya 'mama' di depan Alisa. Tentu saja Alisa juga terkejut mendengar penuturan Bian.


"Mama? Alisa 'kan sudah punya mama, Pa..." ucap Alisa polos.


"Iya, sayang. Papa tahu. Tapi mama Visha juga mama Alisa."


Visha menggeleng pelan. Ia tak siap jika harus melakukan ini.


Bian meminta Bibi Mina untuk menyiapkan barang-barang Alisa yang akan ia bawa bersama Bian.


Visha masih tidak mengerti dengan keputusan Bian ini. Kenapa Bian tidak membicarakan hal ini lebih dulu dengannya?


"Sayang... Maaf jika kau terkejut, tapi... Aku ingin Alisa tinggal bersama kita." ucap Bian membujuk Visha.


"Mas... Anak itu masih punya ayah kandung. Kau tinggal menghubungi mantan suami Sania dan memintanya mengurus Alisa."


"Aku tahu. Tapi Alisa tidak pernah bertemu Yogi, bagaimana bisa dia tinggal dengan Yogi? Dia masih sangat kecil, sayang... Kumohon mengertilah..."


"Tapi ibunya... Sudah melakukan banyak hal menyakitkan pada kita, Mas. Aku... masih belum bisa menerima itu..." Visha mulai menitikkan air mata.


"Tapi Alisa tidak punya salah apapun pada kita, sayang. Kau adalah wanita yang baik, aku yakin kau bisa jadi ibu yang baik untuk Alisa dan juga Ali. Dan juga, Ali pasti senang jika memiliki saudara perempuan." Bian meraih tubuh Visha dan membawanya dalam dekapan.


"Sayang... Apa kau tega meninggalkan Alisa sendirian disini? Aku akan tetap mengatakan yang sebenarnya pada Yogi, dan dia bisa mengunjungi Alisa kapanpun dia mau. Aku mohon, Visha..."


Visha memejamkan matanya. Bayangan kesakitan dan kesedihannya selama tiga tahun ini masih melekat di benaknya.


...šŸšŸšŸ...


#bersambung...


jangan lupa tinggalkan jejak kalian šŸ‘£šŸ‘£ 'coz you are my sunshine ā˜€ā˜€


Hai hai, Mamak punya story baru nih di NT, judulnya RaKhania. Masih baru banget dan masih anget 😬😬😬


Silahkan mampir dan kepoin yaak. Klik favorit aja dulu biar kalo ada UP bisa langsung baca šŸ˜‰šŸ˜˜


Terima kasih šŸ™

__ADS_1



__ADS_2