Labuhan Cinta Sang Playboy

Labuhan Cinta Sang Playboy
Runtuhnya Dunia Sania


__ADS_3

...šŸšŸšŸ...


Sania menggedor kembali pintu kamarnya. Ia meminta seseorang diluar kamarnya untuk membuka pintu.


"Buka pintunya!!! Tolong buka pintunya!!! Mau sampai kapan kalian akan mengurungku disini!!!"


Tiba-tiba pintu terbuka. Tampak seorang pria berbadan besar berdiri di depan Sania.


"Berani sekali kalian mengurungku disini!!" teriak Sania.


"Maaf Nyonya, saya hanya menuruti perintah Tuan."


"Panggil dia kemari!!!"


"Ada apa? Tidak perlu berteriak, Sania. Aku mendengarmu." Yogi menghampiri Sania.


"Kenapa kau lakukan ini padaku?"


"Ini adalah hukuman untukmu karena kau tak mematuhiku."


"Kau bahkan tidak mengijinkanku untuk menghubungi orang tuaku."


"Kau tenang saja. Orang tuamu tidak akan khawatir karena kau menikahi seorang Yogi Pratama. Cepatlah bersiap! Kau akan pergi makan malam denganku. Pakailah baju yang bagus dan berdandanlah yang cantik."


Mata Sania berkaca-kaca karena perlakuan yang dilakukan suaminya.


.


.


Pukul tujuh malam, Sania dan Yogi tiba di sebuah restoran mewah di hotel bintang lima, Royale Hotel.


Mereka berdua disambut oleh pria tampan yang menyapa mereka ramah. Yogi nampak berbincang sebentar dengan pria itu yang tak lain adalah manajer restoran tersebut.


Yogi mengenalkan Sania pada pria itu. Sania hanya bisa tersenyum simpul untuk menghormati pria itu.


Mereka duduk di meja yang sudah dipesan Yogi sebelumnya. Para pelayan membawakan makan malam mereka.


Tanpa basa basi Sania langsung menyantap hidangan dihadapannya. Ia tak sedikitpun menatap ke arah Yogi.


"Kau lihat pria itu?" ucap Yogi memecah keheningan.


Sania menghentikan makannya dan melihat ke arah jari Yogi menunjuk.


"Dia adalah Alexander Royale. Pewaris Grup Royale dan manajer di restoran ini." jelas Yogi.


Sania kembali menyantap makanannya. Ia merasa apa yang di ceritakan Yogi tidaklah penting.


"Dengar Sania---" Yogi melanjutkan kalimatnya. "Jika kau ingin berselingkuh dariku, maka berselingkuhlah dengan pria seperti dia, bukan dengan pecundang macam mantan kekasihmu itu."


Sania tersentak. Ia menatap suaminya sinis. "Jadi ini semua tentang Rocky?"


"Tentu saja. Kau tahu, hari ini aku sedang sangat bahagia. Karena aku berhasil merebut proyek si pecundang itu. Hahahaha."


"Aku mau pulang!" Sania beranjak dari tempatnya duduk dan keluar dari restoran.


Diluar hotel, Sania di cegat oleh dua orang berbadan besar dan menyeretnya masuk kembali ke dalam hotel.


Sania dibawa ke lantai paling atas hotel tersebut. Ia meronta meminta dilepaskan, namun tak satupun dari dua orang berbadan besar itu melepaskan Sania.


Sania dibawa masuk ke dalam sebuah kamar hotel. Kamarnya sangat luas dan sepertinya adalah tipe tertinggi di hotel itu.


Sania menjelajahi ruang kamar hotel itu. Tak lama pintu kamar kembali terbuka dan muncul suaminya dari balik pintu.

__ADS_1


"Apa yang kau lakukan? Kenapa membawaku kesini?" tanya Sania dengan marah.


"Kita akan menginap disini malam ini." ucap Yogi sambil melepas jas dan dasinya.


"Apa? Menginap disini? Untuk apa?" Sania mulai takut karena Yogi menghampirinya dengan tatapan penuh nafsu.


"Kita akan melakukan apa yang kamu inginkan. Bukankah kamu menginginkan seorang anak?" Yogi mulai membuka kemeja yang membalut tubuhnya.


"Tu-tunggu!!!"


Sania makin terdesak karena Yogi sudah mencengkeram tubuhnya.


"Aku tidak menginginkan anak darimu lagi!! Tidak mau!" teriak Sania tepat diwajah Yogi.


"Aku tidak akan *hh*mmmphhhh!!!" Sania tak mampu melanjutkan kalimatnya karena Yogi sudah membungkam bibir Sania dengan bibirnya. Sebuah ciuman yang dilakukan dengan paksaan.


Sania meronta meminta Yogi melepas ciumannya. Namun semua usahanya sia-sia saja. Tubuh Yogi lebih besar dari tubuhnya.


Yogi mendorong tubuh Sania ke atas ranjang. Sania mengiba agar Yogi tidak melakukan hal itu padanya.


"Kumohon jangan lakukan!" Ucap Sania yang entah kapan airmatanya sudah mengalir deras.


"Kau adalah istriku! Aku berhak meminta hakku!!"


"Tapi bukan dengan cara seperti ini!!" tangis Sania makin kencang tapi tak dihiraukan oleh Yogi.


"Kau ingin seorang anak, bukan? Kita akan membuatnya malam ini!"


Yogi kembali meraih bibir Sania dan bermain disana. Tangannya bergerilya melepas gaun yang dipakai Sania.


Sania terus menangis dan meminta Yogi agar melepaskannya. Namun teriakan Sania justru membuat Yogi semakin bersemangat.


Dalam hitungan menit, penyatuan mereka akhirnya terlaksana. Sania yang merasa seluruh tubuhnya sakit karena perlakuan Yogi, hanya bisa menangis pasrah.


Sania menutupi tubuhnya dengan selimut. Sementara Yogi sedang mengatur nafasnya karena pergulatan mereka tadi.


Yogi meraih tubuh Sania dan memeluknya. "Istirahatlah dulu! Kau pasti lelah. Jangan menangis. Ini bukan pertama kalinya bagimu."


"Kau jahat!" lirih Sania.


"Kita akan melakukannya lagi nanti. Jadi, kau bersiaplah. Aku tidak akan membuatmu tenang malam ini." seringai Yogi yang dibalas Sania dengan air mata berderai.


.


.


.


Keesokan paginya, Sania terbangun dari tidurnya. Ia mendudukkan tubuhnya dan melihat Yogi masih terlelap.


Sania berjalan gontai menuju kamar mandi. Ia berdiri di depan cermin dan melihat betapa banyaknya jejak yang ditinggalkan Yogi ditubuhnya.


Air mata kembali membasahi pipinya. Yogi yang ia kenal dulu sudah berubah. Entah sejak kapan dia berubah.


Sania tak lagi merasakan kehangatan dalam rumah tangga mereka.


Sania mengguyur tubuhnya di bawah shower. Ia ingin menyegarkan tubuhnya agar kembali bugar.


Tak lama pintu kamar mandi diketuk oleh Yogi.


"Sania!!! Buka pintunya!!!"


Sania berpura-pura tak mendengar.

__ADS_1


"Sania!!! Cepat buka atau kudobrak!!"


Sania takut akan ancaman Yogi dan membuka pintu. Tak lupa ia memakai handuk terlebih dahulu yang dililitkan pada tubuhnya.


"Ada apa? Aku sedang man---hhmmmpppphhhhh."


Seperti biasa Yogi membungkam bibir Sania dengan miliknya.


"Siapa yang menyuruhmu mandi? Kita akan mandi bersama." ucap Yogi saat melepas ciumannya dan membawa Sania kembali ke ranjang.


Yogi menarik handuk yang terlilit di tubuh Sania dan kembali menjelajahi tubuh Sania dengan rakusnya.


Pertahanan Sania kini runtuh sudah. Tubuhnya tak mampu lagi menolak semua perlakuan Yogi.


Yogi kembali melakukan penyatuan mereka berdua.


...***...


Usai mandi bersama, Sania menuju dapur dan bersiap menyiapkan sarapan. Sudah pukul sepuluh pagi dan Sania baru sempat menyiapkan sarapan.


Ia membuka lemari es yang ternyata sudah di isi dengan berbagai macam bahan makanan.


"Jadi dia sudah menyiapkan semuanya? Tega sekali kau Yogi!" lirih Sania.


Sania yang sibuk di dapur, sesekali melirik ke arah Yogi yang sedang menonton televisi.


Yogi tampak bahagia, dan mengeraskan volume televisi.


"Dengar ini, Sania!" teriak Yogi pada Sania.


Suara televisi terdengar jelas di telinga Sania. Pembawa berita membacakan narasi bahwa kemarin YP Cons kembali memenangkan proyek villa di puncak dan mengalahkan RAB Cons.


DEG.


Sania cukup terkejut meski semalam Yogi sudah mengatakannya padanya. "Kenapa dia melakukan itu? Kenapa dia menyakiti Rocky?" Batin Sania.


Lamunan Sania mulai buyar kala Yogi ternyata sudah berdiri di belakangnya dan memeluk tubuhnya.


"Kau dengar itu? Pecundang seperti dia tidak akan bisa bersaing denganku!" bisik Yogi di telinga Sania.


Dengan cepat Yogi membalikkan tubuh Sania. Mereka saling berhadapan sekarang.


"Aku tidak akan pernah membiarkan pecundang seperti dia merebut milikku! Ingat itu, Sania!"


Yogi kembali meraih tubuh Sania dan membawanya ke ranjang.


Sania masih memakai bathrobe, sehingga Yogi dengan mudah menjelajah kembali dalam tubuh ringkih itu.


Yogi kembali memberikan jejak kepemilikan di tubuh Sania. Sakit yang yang mendera tubuhnya, tak bisa lagi Sania rasakan.


Tangan Sania mengepal kuat mencengkeram sprei tempat tidur. Air matanya kembali berlinang kala Yogi akhirnya kembali memasuki milik Sania.


Dan ketika semua itu terjadi, hati Sania menggumamkan satu nama.


Rocky.


...šŸšŸšŸ...


tobe continued,,,


How's your feeling, anyway??😬😬😬


*sedikit catatan: Alexander Royale adalah salah satu tokoh karakter di storyku di lapak sebelah.😁

__ADS_1


__ADS_2