Labuhan Cinta Sang Playboy

Labuhan Cinta Sang Playboy
S2 - A L A S A N


__ADS_3

...šŸšŸšŸ...


Visha mulai membuka matanya. Ia merasa kepalanya berputar-putar. Kepingan memori demi memori mulai ia kumpulkan di otaknya. Ketika matanya sudah membuka sempurna. Ia mulai mengamati tempat ia tidur.


Ini bukan di rumah sakit yang tadi pagi.


Visha mencoba duduk dan melihat sekeliling.


Ini... seperti di kamar hotel.


Sayup-sayup Visha mendengar suara orang berbicara di telepon. Dan itu adalah Galang yang sedang duduk di sofa.


Visha berjalan mendekat kearahnya. Galang mengetahui kehadiran Visha dan segera memutuskan panggilan telepon.


"Kau sudah bangun?" tanya Galang dengan tersenyum.


Visha tahu itu adalah senyum palsu.


"Kau bawa aku kemana, Mas?" tanya Visha ketus. Ia tak bisa berbaik hati lagi pada Galang. Kebusukannya sudah ia perlihatkan. Dan Visha tak akan mentolerir hal itu.


"Dengar, Visha. Kuberitahu satu hal padamu. Jangan pernah mencari masalah denganku, atau kau akan tahu akibatnya."


"Apa kau benar Mas Galang yang kukenal? Kau sama sekali tak mirip dengannya. Apa alasanmu melakukan ini pada keluargamu sendiri?"


"Hmm, alasan? Apa kau pikir mereka adalah keluargaku? Mereka tak pernah menganggapku sebagai keluarga. Apa kau tahu?"


Galang berjalan mendekati Visha. Membuat Visha perlahan mundur menghindari Galang.


"Wanita yang kau panggil mama tadi? Dia bahkan tak nampak sebagai seorang mama bagiku." mata Galang memerah memendam amarah di hatinya. Visha bisa melihat itu.


"Dia selalu menyiksaku dan tak pernah menganggapku sebagai anaknya, meski memang benar aku bukanlah anak kandungnya. Aku harus kehilangan ibuku karena dia. Apa kau tahu itu?"


Visha makin beringsut kebelakang.


"Dan Rocky? Adikku? Dia selalu mengaku sebagai adikku. Tapi apa yang dia lakukan di belakangku? Dia bahkan merebut wanita yang aku cintai. Sania... Dulu aku mencintainya. Tapi dia merebutnya dariku. Lalu..."

__ADS_1


Galang menatap Visha tajam. "Kau bahkan memiliki anak bersamanya. Apa kau tahu bagaimana rasanya? Apa kau hanya mempermainkanku, Visha?!" Galang meraih kedua bahu Visha dan mencengkeramnya erat.


Visha merintih kesakitan. "Mas... Jangan begini... Aku tahu kau terluka, tapi... kita masih bisa memperbaiki semuanya... Bukan dengan cara seperti ini..."


"Aku juga tidak ingin semua jadi begini, Visha. Aku selalu ingin bisa menerima mereka semua. Meski hatiku sangat sakit. Semua akan berjalan baik-baik saja, Visha. Jika Rocky tetap menjadi Bian. Dan dia tidak perlu mengingat tentangmu..."


Visha menggeleng. "Apa yang kau lakukan itu salah, Mas. Kenapa menjadikan Rocky menjadi Bian?"


"Benar. Aku tidak ingin jadi seperti ini. Tapi akhirnya aku melihat ini adalah kesempatan yang bagus. Wanita itu akhirnya bisa menerimaku sebagai putranya setelah Rocky meninggal. Dan aku bisa mendapatkan semua harta Papa karena Rocky tidak ada."


Galang menghempaskan tubuh Visha ke atas tempat tidur dengan kasar. Visha sudah berlinang air mata namun dengan cepat selalu ia hapus dengan tangannya.


"Kau tahu, aku sangat mencintaimu, Visha. Setelah aku sakit hati karena Rocky dan Sania. Untuk pertama kalinya aku bisa merasakan kebahagiaan di hatiku hanya dengan melihatmu. Melihat senyummu, dan berada di dekatmu. Itu sudah cukup bagiku!"


Visha menatap Galang iba. "Aku tidak bermaksud menyakitimu, Mas. Aku... minta maaf. Tolong hentikan semua ini, Mas." pinta Visha dengan terisak.


"Namun lagi-lagi aku harus menelan pil pahit, Visha. Rocky juga menginginkanmu. Dia bahkan tega merebut milikku lagi. Kenapa, Visha?! Kenapa kau menerimanya?!" teriak Galang.


"Sudah cukup aku menjadi orang baik. Aku tidak bisa melakukannya lagi, Visha. Mungkin akan berbeda jika Bian tetap menjadi Bian. Tapi semua sudah terjadi. Jadi, jangan menyesalinya lagi. Aku juga tidak menyesali semua ini." lanjut Galang.


Visha makin beringsut di tempat tidur dengan memeluk kedua lututnya.


"A-apa itu?" tanya Visha gugup.


"Menikahlah denganku!"


Visha membulatkan matanya. "Tidak, Mas. Aku sudah menikah dengan Bian."


Galang tertawa keras.


"Baiklah, kau punya waktu sampai besok. Pikirkanlah dengan baik, maka semua ini akan berakhir..."


.


.

__ADS_1


.


Bian kembali meratapi nasibnya yang sendirian di apartemen. Tempat tidurnya begitu dingin dan sunyi.


"Tunggulah, Visha. Besok aku akan menemukanmu. Aku janji!" gumam Bian sambil mengelus tempat tidur yang biasa di tempati Visha.


Bian rasanya enggan memejamkan matanya. Ia berjalan menuju balkon apartemennya dan menatap langit malam ini.


Dimanapun kau berada, aku selalu berharap kau baik-baik saja. Maafkan aku karena membuatmu mengalami kesusahan ini.


Tiba-tiba ponsel Biaj berdering. Sebuah panggilan dari Ali. Bian mengangkat dan berusaha tenang bicara dengan Ali.


Mereka saling bertukar kabar dan Ali menanyakan tentang Visha, namun Bian beralasan jika Visha sudah tidur. Bian meminta Ali untuk segera tidur karena hari sudah malam.


Ali pun menurut dan menutup sambungan telepon. Bian mengusap wajahnya. Dalam hati, ia meminta maaf karena sudah berbohong pada putranya.


Kemudian Bian kembali mendapat pesan. Dari kakaknya, Galang.


Bian membulatkan matanya. Ia mulai membuka pesan dari Galang yang ternyata sebuah video.


Bian membuka video kiriman Galang. Itu adalah rekaman video Visha yang sedang tertidur lelap di sebuah kamar yang mirip dengan kamar hotel.


Galang sengaja memperlihatkan gambar Visha yang tubuhnya tertutup selimut hingga ke lehernya dan hanya menampakkan wajahnya saja. Sehingga membuat Bian berpikir jika Visha tak memakai sehelai benangpun di tubuhnya. Bian menggeram kesal dan berteriak.


Bian segera menghubungi Galang, dan Galan pun mengangkatnya.


"Brengsek kau!" umpat Bian begitu telepon tersambung.


"Tenanglah, Bian! Yang kau lihat tadi belum seberapa. Kau juga harus merasakan seperti apa sakit yang kurasakan karena kau juga melakukannya bersama Visha." jawab Galang santai.


"Tidak!!! Aku akan membunuhmu jika kau melakukan sesuatu pada Visha!!"


Galang memutus sambungan telepon secara sepihak. Dan membuat Bian uring-uringan tak jelas. Ia segera menghubungi Donny dan meminta anak buah Donny melakukan pelacakan malam itu juga.


...šŸšŸšŸ...

__ADS_1


#bersambung,,,


😵😵😵😵


__ADS_2