
...ššš...
Mobil Galang tiba di depan rumah Visha. Karena sudah malam, Visha meminta Galang untuk tidak masuk ke halaman rumah.
Visha berpamitan pada Galang dan turun dari mobil. Visha melambaikan tangan ketika mobil Galang sudah mulai melaju.
Visha melangkah memasuki pintu gerbang rumah yang tak terkunci. Langkahnya terhenti kala sebuah tangan mencengkeram lengannya.
Visha sedikit merintih kesakitan.
"Rocky? Apa yang kau lakukan disini? Ini sudah malam."
"Apa maksudmu datang ke rumahku bersama Kak Galang?"
"Lepaskan, Rocky! Ini sudah malam, aku tak enak dengan tetangga jika ada yang melihat."
"Visha!" Rocky memegang kedua bahu Visha.
"Kau yakin akan menikah dengan Kak Galang?"
Lagi-lagi pertanyaan itu meluncur dari mulut Rocky.
"Aku tidak perlu menjawab pertanyaanmu. Pulanglah!" Visha memalingkan wajahnya.
Visha kembali akan melangkah masuk. Rocky segera meraih tubuh Visha.
"Kau tidak mencintai Kak Galang. Bisakah kau mengakui itu? Kau mencintaiku, 'kan?"
"Berhenti menanyakan hal ini, Rocky! Aku tidak menyukaimu apalagi mencintaimu. Kita hanya rekan kerja, tidak lebih. Permisi, aku harus masuk. Ini sudah malam."
Visha tetap melenggang pergi tanpa mempedulikan Rocky. Rocky hanya menatap kepergian Visha dengan tangan mengepal.
Dan tanpa mereka ketahui, bahwa ada sepasang mata yang memperhatikan mereka dari jauh.
Sosok itu mencengkeram erat kemudi mobilnya. Sorot matanya tajam menatap ke arah Rocky dan Visha. Sorot mata kemarahan namun tak ada yang bisa ia lakukan.
...***...
Keesokan harinya,
"Bu, Visha berangkat dulu ya." Visha mencium punggung tangan Karina.
"Iya, hati-hati dijalan ya."
Visha akan menuju ke sepeda motornya ketika sebuah mobil memasuki halaman rumah.
Visha mengernyitkan dahi ketika orang didalam mobil turun.
"Mas Galang?"
"Hai, Nav. Kamu mau berangkat ke kantor?"
"I-iya, Mas. Kenapa pagi-pagi Mas datang kesini?"
"Aku sengaja menjemputmu."
"Eh?"
"Ayo, masuklah!"
Visha tak bisa menolak keinginan Galang. Iapun masuk ke dalam mobil Galang.
Selama perjalanan ke kantor Brahms Corp, masih belum ada perbincangan diantara mereka.
"Kau sudah makan?"
"Sudah, Mas. Apa Mas belum sarapan?"
"Tidak, aku tidak terbiasa sarapan."
"Kenapa?"
"Mungkin nanti saat kamu jadi istriku aku akan sarapan setiap pagi."
"Eh?"
"Nav... Setelah kita menikah, maukah kamu berhenti bekerja dan fokus mengurus rumah saja?"
"Mas... Kenapa membicarakan ini?"
"Aku sudah mendapat hari dan tanggal yang bagus."
"Heh?"
__ADS_1
"Besok aku jemput kamu untuk fitting baju pengantin ya!"
"Mas..."
"Aku tidak suka dibantah! Lebih cepat kita menikah itu lebih baik. Toh menikah sekarang atau nanti sama saja 'kan? Kita tetap akan menikah."
"..............."
Kenapa Mas Galang bersikap begini? Bagaimana ini? Apa memang ini adalah takdirku? Batin Visha memikirkan banyak hal.
...***...
Rocky terkejut mendapati kakaknya ada di kantor Papanya. Ia mengetuk pintu dan masuk menemui mereka.
"Rocky, kebetulan kamu kesini."
"Ada apa, Pa?"
"Kakakmu kesini untuk memberitahu kabar baik."
"Kabar baik apa?"
"Kakak sudah menemukan tanggal yang cocok untuk pernikahan kakak dengan Visha," ucap Galang.
"Apa?!"
Rocky menatap tajam ke arah Galang yang berdiri di sampingnya. Sorot mata Rocky menunjukkan hal yang berbeda, begitu juga Galang.
Mereka seperti sedang bersaing. Hubungan kakak beradik ini tak sehangat yang dulu.
"Kakakmu akan menikah dua minggu lagi." Terang Leonard.
Rocky mengepalkan tangannya. Kemarahan di hatinya ingin ia perlihatkan, namun ia tak mampu.
"Besok luangkan waktumu untuk mengukur baju yang akan kau kenakan di pernikahan kakak," lanjut Galang.
.
.
Rocky mencari keberadaan Visha namun ia tak menemukannya. Visha sudah pergi ke panti untuk memantau para pekerja disana.
Rocky memukul meja kerjanya kesal. Donny menghampiri Rocky yang bersikap tak seperti biasa.
Rocky tak menjawab dan malah mengusap wajahnya kasar.
Donny tahu jika bosnya sudah bersikap begini pasti karena hatinya sedang tak baik.
Dan iapun memilih pergi daripada terkena amukan juga.
...***...
Malam itu Visha memandangi langit yang dihiasi oleh bintang-bintang dan juga bulan yang bersinar terang. Pikirannya melayang entah kemana.
Dua minggu lagi ia akan menikah dengan Galang. Ia tak menyangka akan secepat ini Galang mengambil keputusan.
Visha memejamkan matanya. Mencoba mencari jawaban atas apa yang ia inginkan.
Entah kenapa wajah Rocky tergambar jelas di depan matanya. Visha menggelengkan kepala. Ia tak bisa goyah sekarang.
Perasaannya pada Rocky bukanlah cinta. Ia meyakinkan dirinya jika itu bukan cinta.
Visha sudah berjanji akan menutup kisah lamanya. Visha meraih buku hariannya, dan menuliskan sesuatu disana.
Sejak Dokter Diana menyarankan untuk menuliskan kegundahan hati di buku harian, sejak itu juga ia rajin untuk menulis kegiatan dan perasaannya disana.
Karina memandangi Visha dari jauh. Ia tahu jika wanita yang sudah dianggapnya anak itu sedang gundah. Ia bimbang untuk melangkah. Padahal kebahagiaan sudah didepan matanya.
Maafkan ibu, Nduk. Ini semua salah ibu. Jika saja ibu tidak mencari tentang keberadaan Rocky dari Nak Galang, maka semua tidak akan jadi begini. Maafkan Ibu, Nduk. Sekarang yang harus kamu lakukan adalah... mengikuti kata hatimu. Bisakah kamu melakukan itu?
.
.
.
-Keesokan harinya di Bridal Gallery-
Visha tiba di sebuah butik yang diberitahukan Galang. Ia melihat depan butik untuk meyakinkan dirinya apakah ini tempat yang benar atau tidak.
"Nona Navisha..." Seorang wanita memanggil Visha. Ia adalah pegawai di butik itu.
"Ah, iya."
__ADS_1
"Silahkan masuk!"
"Iya."
"Mari ikut saya! Pak Galang sudah memberitahukan semua pada saya."
Visha di bawa ke sebuah tempat yang penuh dengan berbagai model gaun pengantin.
Visha terperangah. Ia takjub dengan keindahan gaun-gaun pengantin disana.
"Silahkan pilih yang Nona Visha suka."
Adalah impian setiap wanita untuk memakai gaun pengantin yang bagus dan indah, begitupun Visha.
Visha melihat-lihat model mana yang cocok dengan dirinya. Ia tak suka gaun yang terlalu terbuka. Ia memilih gaun yang tertutup.
"Saya mau coba yang ini." Tunjuk Visha pada salah satu gaun.
"Mari silahkan masuk ke ruang ganti."
Sementara itu, seorang pria memasuki butik yang juga disambut hangat oleh pegawai disana.
"Pak Rocky, silahkan ikut saya."
"Apa Kak Galang sudah datang?"
"Belum, Pak. Hanya Nona Navisha yang baru datang."
"Dimana dia?"
"Nona Navisha sedang mencoba gaun pengantin pilihannya."
Rocky mengangguk paham.
.
.
Tak lama Visha sudah selesai memakai gaunnya dengan dibantu seorang pegawai butik.
Visha mendengar langkah kaki sepatu pria mendekat ke arahnya. Ia yang masih berada di ruang ganti, segera membuka tirai untuk melihat siapa yang datang.
"Mas Galang... Apa itu kau?"
Visha terkejut mendapati Rocky yang berdiri didepannya. Rocky tersenyum melihat Visha dengan gaun pengantinnya.
"Kamu cantik sekali, Visha." Rocky tersenyum, namun ada sorot kesedihan dimatanya.
Visha merasa malu dan menundukkan kepalanya. Rocky mengulurkan tangannya pada Visha.
Visha menatap tangan itu. Mata Visha mulai berembun.
Seandainya saja tangan ini adalah tangan yang akan menggenggamku di hari pernikahan nanti. Aku pasti... jadi pengantin paling bahagia.
Visha tak menanggapi uluran tangan Rocky dan memilih duduk di sebuah bangku panjang.
"Kenapa kamu ada disini?" Tanya Visha dengan menahan tangisnya.
"Kak Galang memintaku datang untuk mengukur tuksedo."
Visha tak bisa menyembunyikan air matanya lagi. Air mata itu sudah lolos membasahi pipinya.
Rocky duduk disamping Visha. Ia menatap wanita yang kini mengisi hatinya itu. Ia tahu jika wanita ini tak ingin menikahi kakaknya.
"Untuk terakhir kalinya aku akan bertanya padamu. Apa kau yakin tidak memiliki perasaan sedikitpun kepadaku?"
Visha makin terisak. Ia menatap Rocky dengan tatapan sayu kemudian berpaling. Ia tak mau nampak menyedihkan di mata Rocky.
"Kau mencintaiku, bukan?" Tanya Rocky dengan suara tercekat. Iapun tak bisa menahan kesedihan diwajahnya.
Tangisan Visha makin pilu. Rocky ingin memeluk wanita di sampingnya itu. Namun dengan berat hati ia urungkan.
Sudah jelas sekarang, Visha. Tak perlu kau jawabpun, aku kini sudah tahu jawabannya. Terima kasih, Visha. Terima kasih karena sudah mengakuinya.
...ššš...
tobe continued....
#haduuuh nyesek deh šš
Jangan lupa tinggalkan jejak untuk Rocky šš
__ADS_1
Thank you