Labuhan Cinta Sang Playboy

Labuhan Cinta Sang Playboy
Debaran Hati


__ADS_3

...šŸšŸšŸ...


Rocky tersenyum puas di sepanjang perjalanannya menuju apartemen miliknya. Ia bisa merasakan kehangatan yang tercipta di keluarga kecil Navisha. Ia jarang mendapatkan kehangatan dan cinta dari sebuah keluarga.


Sejak banyak perdebatan diantara dirinya dan Leonard, Papanya, Rocky sudah jarang pulang ke rumah apalagi hanya sekedar makan di rumah. Ia enggan. Ditambah harus melihat sikap Mamanya yang tak pernah tulus bersikap baik pada kakaknya. Membuat Rocky tak betah berlama-lama ada di rumah.


Meski semua hal bisa ia raih, tapi hal yang terpenting dari sebuah rumah adalah kehangatan keluarga. Dan ia tak merasakan hal itu lagi dalam keluarganya.


Kak Galang memang tidak salah memilihmu, Visha. Kau wanita yang tepat untuk kakakku. Mulai sekarang, aku akan merestui hubungan kalian.


...***...


Visha masih berada di luar rumah setelah mengantar kepergian Rocky. Ibu Karina yang merasa ada yang perlu dibicarakan, lantas menghampiri Visha.


"Nduk---" panggil Ibu Karina.


"Ibu? Aku tahu ibu pasti ingin menanyakan banyak hal padaku. Aku akan menjawabnya." ucap Visha seolah sudah mengetahui isi hati Ibu Karina.


Ibu Karina menghela nafas. "Apa yang terjadi? Kau sudah mengenal baik adik Nak Galang? Sampai kau diantar pulang olehnya."


"Bukan begitu. Kami hanya---tidak sengaja bertemu. Aku tidak tahu kalau dia juga sering mengunjungi panti asuhan Kasih Bunda."


"Lalu apa yang akan kau lakukan?"


"Ibu----Seperti yang pernah ibu katakan, kalau aku harus mengubur semuanya. Aku akan melakukannya. Ibu tenang saja." Visha memeluk Ibu Karina.


"Apa hatimu baik-baik saja, Nduk?"


Visha mengangguk. Ada perasaan tak biasa dalam hati Visha, namun tak bisa ia ungkapkan apalagi di ceritakan pada Ibu Karina.


"Aku baik-baik saja, Bu." jawab Visha pada akhirnya.


...***...


Sesampainya di apartemen, Rocky dikejutkan dengan kehadiran Galang di depan pintu kamar apartemennya. Galang tersenyum begitu melihat Rocky mendekat.


"Kak Galang? Sudah lama menunggu disini? Kenapa tidak meneleponku?"


"Belum lama aku tiba disini. Aku takut mengganggu pekerjaanmu, jadi kuputuskan untuk menunggumu saja."


"Maaf ya, Kak. Aku sudah mengganti kode kunci kamarku."


"Tidak apa. Setiap orang memiliki hak privasinya."


Rocky menekan kode angka dipintu, dan pintu terbuka, lalu mereka berdua masuk ke dalam apartemen Rocky.


"Ada apa kakak tiba-tiba datang kemari?"


"Aku ingin merayakan keberhasilanku bersamamu. Sebenarnya aku ingin mengajakmu ke restoran di Royale Hotel, tapi akan terasa aneh jika ada dua orang pria makan malam bersama." Galang menertawakan dirinya sendiri.


Rockypun ikut tertawa mendengar cerita Galang. "Mereka pasti mengira jika kita adalah pasangan kekasih sesama jenis." tawa Rocky makin kencang.


"Jadi, kuputuskan untuk membeli ayam goreng Wac'D kesukaanmu saja."


Seketika tawa Rocky terhenti. Ia sudah makan banyak di rumah Visha tadi. Mana mungkin ia harus makan ayam goreng di malam hari begini?


Namun Rocky tak punya pilihan. Ia menerima tawaran kakaknya untuk makan ayam goreng bersama sambil meminum softdrink yang sudah dibelinya.


Malam ini perut Rocky benar-benar terisi penuh oleh makanan. Hihihi.


.


.


.


Keesokan harinya, Rocky terbangun karena mendengar sayup-sayup suara seseorang sedang berbicara pada dirinya sendiri. Ia mengerjapkan matanya dan melihat sosok Galang yang berdiri didepan balkon dengan ponsel menempel di telinganya.

__ADS_1


Rocky mulai mengingat kejadian semalam. Kakaknya memutuskan menginap di apartemennya karena hari sudah terlalu larut dan kantuk yang menyerang.


Rocky mencuri dengar percakapan kakaknya dengan seseorang, yang tak lain adalah Visha, kekasih kakaknya.


"Sudah lama aku tidak bertemu denganmu. Aku sangat merindukanmu. Maaf ya, akhir-akhir ini aku sedang sangat sibuk. Tak sempat menemuimu." suara Galang terdengar mesra di telinga Rocky.


Rocky terdiam cukup lama. Ia merasa ada sesuatu dalam hatinya. Sesak. Itu yang ia rasakan sekarang.


Mendengar keakraban kakaknya dan Visha membuat Rocky bergejolak. Ia tak mau mendengar lebih dari ini.


Rocky bangkit dari tempat tidur dan langsung menuju ke kamar mandi. Ia akan mandi dan menyegarkan tubuhnya.


Masih pagi begini kenapa hatiku sudah di isi dengan kegelisahan? Kenapa harus Visha yang membuatku tak tenang begini? rutuk Rocky dalam hati.


.


.


Rocky telah tiba di kantornya. Ia duduk di meja kerjanya dan membuka ponselnya. Karena masih pagi, ia menghibur diri dengan berselancar di dunia maya.


Rocky membuka akun sosial medianya. Ia melihat sebuah notifikasi.


"Visha sedang melakukan live di sosmednya." gumam Rocky.


Ia penasaran dan akhirnya mengikuti akun sosial media Visha yang sedang melakukan siaran langsung.


Rocky tersenyum ceria saat melihat Visha yang sedang mempromosikan Karina Catering kepada para pengikutnya. Ia merasakan debaran yang aneh di dadanya saat melihat senyum Visha mengembang di layar ponselnya.


Tok Tok Tok.


"Bos!" panggil Donny.


Karena tak ada jawaban, Donny langsung masuk ke ruangan Rocky. Ia melihat Rocky yang tersenyum aneh sambil memandangi ponselnya.


"Bos? Bos!!" panggil Donny lagi.


"Astaga! Sejak kapan kau ada disini?"


"Harusnya aku yang terkejut. Apa yang sedang Bos lakukan dengan tersenyum aneh begitu?" Donny menyelidik ke arah ponsel Rocky yang langsung disembunyikannya.


"Ada apa?" tanya Rocky dengan tegas untuk menutupi kegugupannya. Hampir saja ia ketahuan jika sedang mengawasi Visha.


"Proyek villa di puncak akan segera dimulai."


"Iya, aku tahu. Kita akan bersiap kesana."


"Pak! Pak Rocky!" Terlihat Eman berlari dengan panik menuju ruangan Rocky.


"Ada apa, Eman?" tanya Rocky.


"Pak, gawat!"


"Gawat apanya? Bicara yang jelas!"


"Proyek villa di puncak sudah dibatalkan."


"Apa?!" Kaget Rocky dan Donny bersamaan.


"Apa yang sebenarnya terjadi?" Rocky menggertakkan rahangnya.


"Saya juga tidak tahu, Pak. Tiba-tiba saja pihak investor menghubungi saya dan membatalkan semuanya."


"Ini tidak bisa dibiarkan!" Rocky menggebrak meja.


"Kalian berdua! Ikut denganku sekarang juga!"


"Baik, Pak."

__ADS_1


"Baik, Bos."


Rocky melangkah pergi dari ruang kerjanya diikuti Donny dan Eman.


...***...


"Goooolllllll!!!" teriak Rocky dengan gembira saat berhasil memasukkan bola ke gawang milik lawannya.


Rocky bermain bola bersama anak-anak panti. Ia tak menghiraukan peluh yang sedari tadi mengucur deras di tubuhnya.


Rocky bersorak riang. Dan tak mempedulikan sekitarnya.


Setelah hampir satu jam mereka bermain bola, Ibu Nur meminta anak-anak untuk masuk dan membiarkan Rocky untuk beristirahat.


Rocky merebahkan tubuhnya di padang rumput tempat mereka bermain bola tadi.


Rocky mengatur nafasnya yang memburu. Ingatannya kembali melayang ke kejadian siang tadi dimana ia mendatangi tempat investor yang membatalkan proyeknya.


.


.


"Kenapa tiba-tiba membatalkan proyek secara sepihak?!?" teriak Rocky di depan Pak Danu, investor yang akan bekerjasama dengannya. Rocky memang mudah tersulut emosi jika ada yang berani mengusiknya.


"Maaf Pak Rocky, tapi saya tidak bisa melanjutkan kerjasama bersama perusahaan bapak."


"Apa alasannya?" Rocky mulai menurunkan nada bicaranya.


"Kami sudah bekerja sama dengan perusahaan lain. Itu dia!" Tunjuk Pak Danu kepada seseorang yang baru memasuki ruangan.


Rocky membelalakkan mata. Tangannya mengepal kuat.


"Apa kabar Pak Rocky Abraham?" sapa Yogi pada Rocky.


Rocky tak menanggapi uluran tangan Yogi.


"Dengar ya, perusahaan kecil seperti milikmu, tidak akan mampu bersaing dengan YP Cons. Jadi, kau harus tahu dimana tempatmu." ucap Yogi berhadapan dengan Rocky.


Rocky sangat marah saat ini, namun ia menahan diri.


.


.


Rocky memejamkan matanya sejenak untuk menenangkan pikirannya.


Sayup-sayup Rocky mendengar langkah kaki mendekat kearahnya berbaring.


Rocky membuka mata. Ia melihat sesorang menyodorkan sebotol air mineral ke arah wajahnya.


Rocky terkesiap dan langsung memposisikan dirinya duduk.


"Visha?" gumam Rocky.


Visha tersenyum pada Rocky. Senyuman yang membuat hati siapapun merasa berdebar.


Tak terkecuali Rocky. Jantungnya berdebar saat melihat senyum itu.


"Ambillah! Kau pasti lelah setelah bermain dengan anak-anak panti."


Seketika kemarahan dihati Rocky pudar setelah melihat sosok Visha.


"Terima kasih." Rocky menerima botol air mineral pemberian Visha.


...šŸšŸšŸ...


tobe continued,,,

__ADS_1


Excited??? šŸ˜„šŸ˜„šŸ˜„


__ADS_2