
Yang Jian sadar, bahwa pasukan siluman miliknya tidak akan mampu membabat habis para cultivator aliran hitam tersebut. Namun dengan adanya mereka maka akan memudahkan para cultivator aliran putih memukul mundur sekte aliran hitam.
Sementara itu, tanah yang berguncang hebat membuat pertarungan antar dua kubu mulai berhenti. Tak terkecuali para cultivator legenda. Mereka tanpa sadar mengalihkan fokus ke satu titik. Titik dimana para raja dan ratu siluman berlari kencang menyapu daratan. Bagai gelombang yang menubruk karang.
"Apa itu? Bagaimana bisa para siluman memasuki kawasan ini?"
"Persiapkan diri kalian. Mulai ambil alih penyerangan!"
"Tahan monster itu. Jangan sampai memasuki pemukiman."
Hiruk pikuk mulai menggema. Perasaan santai, tegang, takut, khawatir dan kebingungan tercetak jelas di wajah setiap orang. Jumlah raja dan ratu siluman yaang berkisar lima ratusan merupakan jumlah yang banyak saat mereka datang secara berkelompok.
Terlebih lagi, siluman yang datang bukanlah siluman ratusan tahun maupun ribuan tahun, melainkan raja dan ratu siluman, sang pemimpin suku siluman. Serta para siluman tersebut bukan hanya dari satu jenis saja, tetapi dari setiap jenis siluman.
"Sebenarnya apa yang terjadi saat ini?"
"Siapa yang telah mengendalikan para raja dan ratu siluman ini?"
Kedatangan sekelompok siluman memang menjadi pertanyaan besar di benak setiap orang. Sekuat apapun siluman, mereka tetaplah siluman. Tidak ada sejarah yang pernah terjadi sebelumnya jika raja dan ratu siluman dari jenis yang berbeda menjadi satu kelompok seperti yang saat ini terjadi. Kecuali ada manusia yang mengendalikan. Inilah yang membedakan antara siluman dan cultivator.
Melihat satu dua siluman ratusan tahun dari spesies berbeda saja sulit untuk di terima, karena siluman memiliki kubu sendiri dan akan memangsa siluman yang berbeda spesies dengan kelompoknya. Namun kini, apa yang terjadi? Bukan hanya satu dua siluman dari spesies berbeda, melainkan angka dengan kisaran lima ratusan. Dan juga bukan siluman ratusan atau ribuan tahun, melainkan raja dan ratu siluman!
Siapapun orang yang telah berhasil menundukkan monster para siluman tersebut bukanlah orang sembarang.
__ADS_1
Bunyi tubrukan antara raja dan ratu siluman dengan para cultivator tak dapat di elakkan. Pertarungan semakin sengit dan tak terkendali. Para monster siluman mulai menggila menyerang secara membabi buta para cultivator aliran hitam. Tak membiarkan mereka mengerti situasi terlebih dahulu.
Para raja dan ratu siluman mulai menerkam, mencabik-cabik, membakar, hingga menyemburkan racun mematikan ke arah lawan. Monster tersebut bagaikan mesin pencabut nyawa berdarah dingin yang punya keinginan untuk membunuh dan terus membunuh.
"Apa ini? Mengapa hanya kita yang di serang?" Salah satu kelompok cultivatilor aliran hitam mengeram marah. Pasalnya para monster siluman tersebut hanya menyerang cultivator aliran hitam dan mengabaikan cultivator aliran putih. Seolah memiliki pikiran sendiri.
"Bagaimana bisa monter siluman itu mengenali siapa lawan siapa kawan?" Kali ini pihak dari cultivator aliran putih lah yang kebingungan. Saat mereka telah bersiap-siap menyambut serangan, justru para siluman monster itu mengabaikan mereka seolah tak terlihat.
"Apapun itu kita tahu bahwa monster siluman tersebut berada di pihak kita." Tetua Yin Xia segera mengambil aba-aba kepada kelompok mereka yang sebelumnya tertegun agar kembali menyerang. Tak ingin membuang waktu, para cultivator aliran putih kembali maju mengacungkan senjata dan menyerang musuh tanpa ampun.
Sementara itu, di puncak pohon. Tubuh Yang Jian masih diselimuti aura hitam dan pekat, manik birunya menatap tajam kerumunan cultivator dan pasukan silumannya yang saling menyerang dengan ganas. Suatu keberuntungan bagi Yang Jian, melihat para cultivator legenda tidak ikut campur menghadapi pasukan silumannya.
"Mari kita lihat, sejauh mana usaha kalian menangkap makhluk buangan ini!" Desis Yang Jian dengan seringai kejamnya.
Pertarungan mulai tak seimbang, kedatangan ratusan raja dan ratu siluman ternyata membawa dampak kontras. Pertarungan kini berat sebelah dengan cultivator aliran hitam yang semakin terpojok.
Para raja atau ratu siluman terus menyerang musuh dengan ganas dan tanpa ampun, meski tidak sedikit siluman yang terluka. Jika ada raja atau ratu siluman yang mulai terluka parah maka tugas Yang Jian adalah menarik kembali siluman tersebut.
Saat ini seekor siluman monyet dengan ukuran sepuluh kali lipat ukuran manusia dewasa tengah bertarung dengan sepuluh cultivator puncak grandmaster. Tampak siluman tersebut mulai kelelahan, dengan luka serta darah segar menghiasi sekujur tubuhnya.
"Matilah!" Seorang pria paruh baya mengangkat tongkatnya yang telah di aliran qi yang cukup besar, kemudian di arahkan ke raja siluman monyet. Cahaya hitam pekat menguar dari tongkat tersebut dan melesat cepat menghampiri raja siluman monyet.
Namun, saat serangan itu menghampiri sang raja siluman, detik itu juga raja siluman monyet menghilang dari pandangan mereka. Menghilang bagaikan di telan bumi tanpa meninggalkan jejak sedikit pun. Sontak hal tersebut mendapat reaksi yang berbeda bagi siapa saja yang melihat.
__ADS_1
"Apa-apaan ini? Siapa yang sedang mencoba untuk menipu kita?"
"Apa ini hanya ilusi? Ilusi tidak mungkin senyata ini?"
Berbagai komentar mulai muncul. Pihak dari kelompok aliran hitam semakin emosi dan tidak terima, mereka seolah di permainkan saat ini. Tak terkecuali bagi kelompok aliran putih, mereka mulai was-was dan memasang sikap penuh kehati-hatian.
Melihat monster siluman berukuran raksasa dapat muncul dan menghilang dari pandangan mereka dalam sekejap membuat mereka tidak bisa tidak waspada. Tidak menutup kemungkinan jika mereka adalah target selanjutnya.
Hal tersebut terus berlanjut jika ada monster siluman yang telah terluka. Kekuatan raja atau ratu siluman setara dengan cultivator grandmaster tahap puncak hingga cultivator legenda tahap awal jika bertarung tanpa menggunakan sejata atau pusaka.
Namun, lain halnya dengan Yang Jian. Saat praktik Yang Jian masih berada di tahap cultivator awal master, dirinya sudah mampu bertarung seimbang dengan raja siluman dengan mengerahkan kemampuan terbaiknya. Walaupun kemenangan Yang Jian bisa di prediksi hanya antara tujuh puluh sampai delapan puluh persen saja.
Hal ini membuktikan jika Yang Jian adalah seorang cultivator jenius dari yang jenius. Atau yang biasa disebut dengan moster cultivator.
"Monster ini benar-benar sulit untuk ditaklukkan. Aku belum pernah bertemu siluman sekuat ini."
"Siapapun yang mengendalikan siluman ini kupastikan akan mati hari ini juga."
Pertarungan berat sebelah membuat jumlah cultivator aliran hitam semakin lama kian berkurang. Kematian para cultibator tersebut sangat beragam. Mulai dari di racuni, di cabik-cabik dan di cakar.
Siluman tersebut seolah bekerjasama dengan para cultivator aliran putih dalam menundukkan lawan. Hal itu membuat cultivator aliran hitam semakin menipis.
"Pemandangan indah!" Gumam Yang Jian dengan seringai tipis dan tatapan haus darahnya.
__ADS_1