
"Seharusnya tempat inilah yang akan membawa kita keluar dari Hutan Terlarang."Gumam Yang Jian pelan. Saat ini Yang Jian tengah menatap sebuah gua dengan pintu air yang berada di tengah Hutan Terlarang.
Setelah menutup diri dan berlatih untuk menyesuaikan diri dengan kekuatan barunya yang sudah berada di puncak cultivator master selama beberapa waktu, kini dia memutuskan untuk kembali berkelana.
"Akhirnya waktunya tiba, tidak tahu sudah berapa lama aku menghabiskan waktu di tempat ini." Sebelum melangkahkan kakinya, Yang Jian memutar tubuhnya dan menatap kembali isi Hutan Terlarang. Banyak nyawa siluman yang dia habisi selama ini untuk menyelamatkan nyawanya, dan banyak kerusakan alam yang dia sebabkan.
"Apa ada sesuatu yang mengganggu pikiran Anda, Tuan?" Ratu lebah dengan berani mengajak Yang Jian berbicara, memang dalam hubungan antara tuan dan pengikut sungguh tidak biasa jika seorang pengikut dengan lancang ikut campur masalah tuannya jika tidak diminta.
Tetapi Yang Jian berbeda, dia tidak pernah menyalahkan apalagi sampai memberikan peringat keras kepada pengikutnya, dia merasa jika itu menjadi salah satu bentuk kepedulian mereka kepada Yang Jian. Sikap Yang Jian bukan membuat pengikutnya bersikap seenaknya dan tidak menghormati Yang Jian, namun sebaliknya. Mereka malah semakin sangat mengagumi dan menghormati Yang Jian.
"Bagaimana perkembangan dragon, apa sudah ada tanda-tanda tertentu?" Yang Jian mengabaikan pertanyaan ratu lebah dan memilih membicarakan kondisi dragon yang menyita perhatian dan pikirannya selama beberapa hari terakhir.
Awalnya Yang Jian terkejut melihat kondisi tubuh dragon yang diselubungi air merah yang membeku seperti kristal, dia sempat berpikir bahwa penyebab kondisi dragon demikian adalah karena dirinya.
"Masih sama seperti sebelumnya Tuan, hanya muncul aliran-aliran energi listrik di permukaan kristal. Tuan tidak perlu khawatir, hamba beserta raja dan ratu siluman lainnya akan terus memantau perkembangan dragon." Ucap ratu lebah penuh hormat.
Yang Jian tersenyum, dia sama sekali tidak puas akan jawaban ratu lebah. Namun tidak ada yang bisa dia lakukan sekarang selain menunggu waktu dan mencari tahu apa penyebab kondisi dragon demikian dan mencari tahu bagaimana cara untuk mengembalikan dragon kembali seperti sedia kala.
Yang Jian melangkah pelan mendekati pintu air tersebut lebih dekat lagi. Alis Yang Jian terangkat sebelah saat melihat perubahan drastis dari tubuhnya.
__ADS_1
Kini tubuh Yang Jian semakin tinggi, rambut peraknya yang awalnya hanya sebatas bahu kini tumbuh lebih panjang lagi hingga mencapai dadanya. Matanya berwana secerah langit biru dan menyorot tajam. Alisnya tampak membentuk garis lurus yang tegas, hidungnya ramping seperti kayu yang dipahat. Bibirnya melengkung bagai ombak, lebih tebal dibagian bawah, membuatnya terlihat sangat seksi dan mengundang.
Bahkan simbol phoenix di dahinya yang tampak tak biasa sama sekali tidak mengurangi kesempurnaan wajah itu, malah membuatnya semakin menarik.
"Sebenarnya sudah berapa lama aku berada disini." Gumam Yang Jian tidak habis pikir, jika dilihat dari perkembangan tubuhnya, seharusnya Yang Jian telah tinggal selama bertahun-tahun di Hutan Terlarang. Bahkan praktik Yang Jian telah berada di puncak master dan sebentar lagi akan mencapai awal grandmaster. Pencapaian yang luar biasa.
Dengan mengalirkan sedikit qinya, pintu air tersebut menarik paksa tangan Yang Jian hingga menelan seluruh tubuhnya. Dia tidak melawan, sambil menutup mata, Yang Jian seolah merasa jika dia sedang terjatuh ke suatu tempat.
Saat membuka mata Yang Jian melihat tempat yang sama dengan yang dia temui ketika sampai di perbatasan Hutan Terlarang. Sungai yang membentang luas masih sama seperti dulu. Jika ada yang mengetahui bahwa Yang Jian dapat dengan mudah keluar dari ilusi Dunia Surgawi, maka bisa dipastikan orang tersebut akan muntah darah karena terlalu terkejut.
Dengan bantuan para pengikutnya, bukan hal sulit bagi Yang Jian untuk menemukan portal penghubung Hutan Terlarang dengan dunia luar.
Yang Jian mengangguk pelan, kemudian mengeluarkan Yiyi dari Dunia Surgawi.
Seeorang gadis manis berparas lembut tiba-tiba muncul dihadapan Yang Jian, rambut hitam sepunggung tanpa poni tersebut begitu pas melekat dikepalanya. Sambil tersenyum, dia menyerahkan sebuah topeng hitam polos yang hanya sanggup menutupi setengah wajahnya saja.
"Aku tidak mengerti." Jawab Yang Jian jujur, dia merasa bahwa dia sama sekali tidak membutuhkan topeng untuk melanjutkan perjalanannya.
"Selama ini Kakak Yang sudah dengan rela hati mengajariku dan kakak Jiji, ini sebagai hadiah untuk kakak. Aku mengerti, ini sama sekali tidak ada nilainya untuk kakak, tetapi aku yang membuatnya sendiri. Jadi, maukah kakak memakainya?" Jawab Yiyi tanpa sekalipun senyuman luntur dari wajahnya.
__ADS_1
"Benda ini bisa membantu untuk memuluskan perjalanan kakak nantinya." Lanjut Yiyi antusias, 'Dari kejaran para wanita yang akan mengagumi ketampanan kakak' Dan tentu saja hal itu Yiyi katakan dalam hati.
Yang Jian menggaruk kepalanya yang tidak gatal, setelah hidup beberapa tahun, ini kali pertama dirinya melihat benda biasa tanpa aura apapun bisa melancarkan perjalanan seseorang. Atau apakah ini semacam jimat pelindung? Yang Jian mengingat jika dulunya, Ibunda Yang Shui mengatakan bahwa ada beberapa benda yang tidak memiliki energi bisa menjadi senjata pelindung, dan benda tersebut biasa disebut jimat.
Yang Jian mengangguk pelan pertanda bahwa dirinya mengerti. Tanpa menanyakan lebih lanjut, Yang Jian segera memakai topeng tersebut. Topeng yang melekat indah di area mata dan hidungnya. Sangat pas di wajah Yang Jian, membuatnya terkesan misterius dan sulit didekati.
Perlahan tubuh Yang Jian melayang, detik selanjutnya melesat cepat di udara. Yang Jian terbang dengan kecepatan rata-rata, mengarungi sungai yang hampir bisa disebut dengan danau kecil.
Akhirnya Yang Jian sampai di seberang sungai, diapun kembali melanjutkan perjalannya dengan berlari dengan kecepatan tinggi. Sehingga Yang Jian tampak seperti melayang. Dia sengaja tidak terbang karena tidak ingin menarik perhatian banyak orang.
~~
Hari sudah menjelang malam, dan sebentar lagi sang rembulan akan menunjukkan wujudnya. Saat Yang Jian tiba di gerbang Kota Batu, kota yang pernah dia datangi sebelumnya, dia melihat pintu gerbang kota dengan penjagaan lebih ketat daripada sebelumnya.
Tampak beberapa cultivator setingkat cultivator puncak warior sedang menjaga dan memeriksa siapa saja yang keluar masuk kota. Yang Jian berpikir jika ada sesuatu yang menjadi penyebab hal tersebut, atau mungkin mereka sedang mencari orang tertentu.
Kedatang Yang Jian menarik perhatian sebagaian orang, bahkan pengawal gerbang juga mengamati Yang Jian intens. Bukan tanpa alasan mereka bersikap demikian, penutup wajah Yang Jian membuat orang-orang merasa penasaran. Ditambah lagi Yang Jian tampak asing bagi mereka, tentu saja membuat para pengawal sedikit waspada.
"Berhenti!"
__ADS_1