
Jiji dan Yiyi menghentikan latihannya saat menyadari kedatangan Yang Jian, salam dan penghormatan mengawali pembicaraan mereka bertiga.
"Kakak, lihat lah kami sudah menguasai jurus pedang buku ini bagian pertamanya." Ucap Jiji antusias sambil mengangkat pedang di tangan kiri dan kitab di tangan kanannya. "Kami akan mempraktekkannya untuk kakak." Lanjut Jiji.
Yang Jian mengangguk pelan memberi mereka ijin untuk mempertanggungjawabkan latihan mereka kepada Yang Jian. Setelah itu Jiji dan Yiyi mengambil ancang-ancang untuk menampilkan jurus mereka sebaik mungkin.
Dengan serentak Jiji dan Yiyi bergerak kekiri, kekanan, depan dan belakang mengikuti gerakan yang tertera di dalam kitab tersebut. Yang Jian dapat melihat bahwa Jiji dan Yiyi berbakat dalam menggunakan pedang dan mereka berdua memiliki kelebihan masing-masing.
Untuk Jiji, setiap gerakannya kuat dan tajam. Tampak bahwa kerasnya kehidupan yang dia lalui sebelum ini membuat kepribadiannya menjadi sangat dingin dan keras, seolah tidak ada perasaan apapun di dalam setiap gerakannya.
Sedangkan untuk Yiyi, gerakannya lebih lembut dan indah, namun di setiap sasarannya mematikan. Hal ini tampak bahwa Yiyi tipe orang yang santai, lugas namun tegas.
Jiji dan Yiyi mengakhiri gerakannya sambil menunduk kearah Yang Jian. Dan dibalas oleh anggukan kecil darinya.
~~
Hutan Terlarang adalah hutan yang jarang bahkan hampir tidak pernah didatangi oleh manusia. Mengapa tidak? Hutan Terlarang juga disebut sebagai hutan ilusi, dimana saat setelah memasuki hutan tersebut maka tidak akan pernah bisa untuk menemukan jalan untuk kembali pulang. Karena hutan tersebut akan memanipulasi setiap isinya untuk membuat manusia bingung dan tidak mampu mengenali tempat dimana dia berada. Semua seolah sama dan tidak ada bedanya sedikitpun.
Fakta lain adalah, Hutan Terlarang merupakan surga bagi para siluman ratusan tahun, ribuan tahuan bahakan raja dan ratu siluman di Kekaisaran Qin.
Sekalipun memiliki kesempatan untuk menemukan jalan pulang, maka tidak akan memiliki waktu yang cukup banyak sebelum diburu oleh para siluman. Setiap manusia yang hendak pergi ke Hutan Terlarang akan berpikir sepuluh kali sebelum memutuskan untuk mengunjungi hutan tersebut.
__ADS_1
"Apakah kau yakin?"
"Apa aku punya pilihan lain? Kita sudah sejauh ini, aku tidak ingin mundur saat kesempatan itu sudah dekat. Lagipula, aku tidak ingin mati konyol tanpa berbuat apa-apa"
Yang Jian menghela nafas, dia memantapkan hatinya terlebih dahulu sebelum bergerak melewati gerbang pembatas antara hutan Kota Batu dengan Hutan Terlarang. Disana ada sungai yang cukup luas dan panjang sebagai penghubung antara kedua hutan tersebut.
"Mengapa kau diam?" Tanya dargon saat melihat Yang Jian masih berdiri di tepi sungai dan memandang sungai tersebut seolah sedang memikirkan sesuatu.
"Tidak ada perahu disini, bagaimana aku bisa menyeberangi sungai ini?" Yang Jian melihat bahwa sungai tersebut cukup dalam karena Yang Jian tidak dapat melihat dasar sungai. Belum lagi luas sungai yang tidak memungkinkan untuk dilalui dengan berenang. Sekilas Yang Jian merasa bahwa sungai tersebut seperti danau kecil.
"Aku juga belum bisa untuk terbang." Gumam Yang Jian tampak berpikir.
"Bisakah kau memanggil ku untuk keluar?"
"Aku akan membantumu untuk menyeberangai sungai itu."
Setelah memastikan situasi aman dan terkendali , tanpa bertanya lebih, Yang Jian mengaktifkan dunia surgawi dan memanggil dragon keluar dari Dunia Surgawi. Seketika muncul cahaya berwarna emas yang cukup terang hingga membuat mata silau selama beberapa menit.
Aura di sekitar Yang Jian serasa sesak dan berat, bahkan untuk bernafas sekalipun dia merasa sulit. Seolah ada bebatuan ratusan kilo yang menimpanya dari atas kepalanya. Namun hal itu tidak berlangsung lama. Seiring dengan sirnanya sinar tersebut begitu juga hilangnya beban yang diderita Yang Jian. Perlahan-perlahan mulailah tampak rupa dan wujud dragon.
Mata merah menyalanya menyapu sekitar mengawasi apa dan siapa saja yang dapat dijangkau matanya. Sisik-sisik kasar yang membungkus kulitnya tampak keras dan tajam. Empat pasang kaki yang terpasang di setiap sudut kakinya menapak kuat ditanah hingga menimbulkan getaran yang cukup keras untuk beberapa saat.
__ADS_1
Ditambah lagi sepasang sayap, yang melekat indah diantara kedua punggunggung nya seolah menantang akan siap menyapu terbangkan siapapun yang menghalangi jalannya.
Untuk sesaat Yang Jian terpana melihat wujud dragon, walaupun Yang Jian sudah sering melihatnya di Dunia Surgawi dengan ukuran yang jauh lebih besar dari yang dia lihat saat ini. Namun Yang Jian tidak pernah meperhatikannya secara detail.
"Ehm. Lalu bagaimana selanjutnya?"
"Naiklah kepunggungku."
Dengan perlahan Yang Jian melangkahkan kakinya menaiki punggung dragon. Yang Jian memegang sisi sayap dragon untuk memudahkannya menjangkau badan dragon yang tinggi dan besar. Setelah Yang Jian berhasil mendudukkan tubuhnya di atas tubuh dragon, dragon memasang segel pelindung di sekitar Yang Jian.
"Ini untuk membuatmu agar tidak mati makan angin." Seolah tau apa isi hati Yang Jian, dragon mengatakan bahwa segel yang baru saja dia ciptakan agar menghalau kerasnya angin di udara saat mereka terbang.
Perlahan-lahan sayap yang awalnya di tekuk mulai mengembang hingga berdiri tegak. Detik selanjutnya dragon mulai mengibaskan sayapnya perlahan dan lama kelamaan mulai bergerak cepat. Debu-debu di sekitar dargon mulai beterbangan tak beraturan hingga beberapa ranting dan pohon patah seolah ada angin kencang yang mematahkan batang pohon tersebut.
Setelah itu, kaki dragon yang menapak di tanah mulai terangkat tinggi dan semakin tinggi hingga terbang bebas di udara. Yang Jian yang baru mengalami bagaimana perasaan saat dibawa terbang tinggi memejamkan matanya, dia merasa bahwa setiap terpaan angin yang melewati mereka seolah segala masalah dan beban di pundaknya ikut terbawa oleh angin.
Segala sesak di dadanya seolah terhapus disetiap kepakan sayap dragon dan kesakitan di pundaknya seolah ikut diterbangkan oleh angin tersebut.
"Turunlah."
Suara berat dragon menyadarkan lamunan Yang Jian, dia melihat sekitar hingga pandangannya terjatuh kesebuah portal sebagai pintu masuk menuju Hutan Surgawi. Portal tersebut seperti aliran air yang dialiri aliran-aliran listrik.
__ADS_1
Tangan kanan Yang Jian terangkat mencoba menyentuh portal tersebut, saat telapak tangan Yang Jian berhasil menyentuh permukaan portal tersebut, Yang Jian terkejud karena merasakan seolah ada energi kuat yang menyedot tubuhnya memasuki portal tersebut.
"Apa yang terjadi?"