Legenda Cultivator Pedang Suci

Legenda Cultivator Pedang Suci
Ch 67: Ratu Lebah


__ADS_3

Yang Jian tidak habis pikir melihat bola-bola apinya yang menancap di ekor lebah saling menyerang dengan energi masing-masing. Bunyi benturan serangan kedua kubu menimbulkan suara-suara nyaring di sekitar lorong gua.


Yang Jian masih terus menyerang, sebisa mungkin dia tidak ingin mengenai sarang lebah karena akan merugikan dirinya sendiri. Harta berharga seperti itu tidak mungkin Yang Jian rusak.


Ditengah-tengah pertarungan, tiba-tiba sang ratu lebah berdiri tegak di tengah sarang sambil mengembangkan sayapnya, kemudia dia dia membunyikan peluit seolah sedang memberi intruksi kepada Yang Jian. Melihat itu Yang Jian terdiam sejenak. "Apa yang hendak mereka lakukan?" Gumam Yang Jian dalam hati.


Para lebah yang mendengar bunyi peluit dari ratu mereka segera terbang kebelakang sang ratu dan berbaris rapi, kemudian detik selanjutnya sebagian lebah membentuk formasi seperti anak panah dengan bisa ekor berdiri tegak menghadap Yang Jian.


Yang Jian yang melihat itu mulai memasang sikap waspada dan mengeluarkan pedangnya, lebah-lebah yang tersisa di hadapannya ini lebih kuat dari lebah sebelumnya, terbukti dari serangan bola api Yang Jian mampu mereka tahan.


Para lebah yang telah membentuk formasi tersebut melesat cepat menyerang Yang Jian. Sementara Yang Jian telah menyelimuti pedangnya dengan api yang sangat panas hingga warna pedang tersebut berubah, dari yang semula berwarna putih menjadi oren kemerah-merahan.


"Cring trang cring trang."


Bunyi pertempuran saling bersahutan, satu persatu lebah tersebut mampu Yang Jian tebas, lebah yang telah ditebas Yang Jian langsung dibakar oleh panasnya pedang miliknya. Memang Yang Jian telah menguasai jurus langka yang diajari Xiao Ming, yaitu mengubah benda mati menggunakan qi dan mengikuti struktur qi tersebut. Kini pedang Yang Jian bagai bara api yang menebas dan membakar lebah satu persatu.


Melihat rakyat nya mulai berkurang, ratu lebah merasa marah dan geram. Dia kemudian membunyikan peluitnya kembali dan memerintahkan sisa anggotanya untuk membentuk formasi. Setelah kelompok kedua telah siap, dengan cepat para lebah tersebut mulai menyerang Yang Jian dari beberapa sisi.


Namun bukan Yang Jian namanya jika tidak memiliki taktik untuk mengatasi hal tersebut. Kemudian Yang Jian kembali mengeluarkan satu buah pedang lagi. Dan melakukan hal yang sama seperti yang dia lakukan terhadap pedang sebelumnya, seperti mengaliri pedang tersebut energi api panas.

__ADS_1


"Ini saatnya aku menguji jurus ayah." Setelah mengatakan hal tersebut, Yang Jian berdiri tegak menanti gelombang serangan kedua yang jumlahnya lebih banyak dari gelombang pertama. Kedua tangan Yang Jian telah siap dua pedang api yang siap menebas musuh yang menghalangi jalan tuannya.


Saat jarak antara Yang Jian dengan para lebah tinggal dua langkah lagi, Yang Jian mengangkat pedangnya, dengan lihai Yang Jian berliuk-liuk menghindari sengatan lebah sambil memainkan kedua pedangnya membunuh lebah tersebut.


Awalnya Yang Jian tampak kesusahan memainkan dua pedang dalam waktu bersamaan, karena ini adalah kali pertama dia mencoba jurus tersebut, namun semakin lama, Yang Jian mampu beradaptasi. Kini gerakan Yang Jian seolah telah menyatu dengan pedang nya dan begitu juga dengan dirinya.


Yang Jian tersenyum samar melihat perkembangannya, jika terus dicoba maka Yang Jian yakin, tidak butuh waktu lama baginya untuk menguasai jurus tersebut secara sempurna.


"Mari bermain." Setelah mengatakan hal tersebut, Yang Jian tidak lagi menunggu para lebah membentuk formasi dan menyerangnya. Dengan langkah cepat dia berlari menghampiri lebah yang tersisa dan memberikan serangan mematikan.


"Jangan panik, kita habisi manusia hina ini." Akhirnya sang ratu lebah buka suara, matanya menyala merah menunjukkan amarah yang menggebu karena ulah Yang Jian.


Beberapa lebah sempat terdiam kaku selama beberapa detik akibat tekanan yang diberikan Yang Jian. Namun tampaknya sang ratu lebah tidak terpengaruh sama sekali.


Saat beberapa lebah terkena dampak ilmu guanghuan Yang Jian, Yang Jian meluncurkan pedangnya menebas dan membakar lebah satu persatu. Hal itu terus berlangsung hingga kini hanya tersisa satu lebah yang masih bertahan, yaitu sang ratu lebah.


"Dasar manusia hina, beraninya kau menghabisi rakyatku."


Amarah sang ratu lebah sudak memuncak, dia bergerak cepat meluncur kearah Yang Jian, kibasan sayap besarnya membuat angin disekitar Yang Jian lebih berat. Sang ratu lebah memiliki tingkat kekuatan yang tidak berbeda jauh dari kedua raja siluman milik Yang Jian.

__ADS_1


Namun hal tersebut tidak membuat nyali Yang Jian menjadi ciut. Dia bergerak cepat dan lihai memainkan kedua pedangnya. Semakin lama permainan pedang Yang Jian semakin indah namun mematikan.


Sudah lebih dari puluhan kali ratu lebah dan Yang Jian bertukar jurus, tampak tubuh sang ratu lebah telah dihiasi oleh goresan-goresan luka. Dan Yang Jian tidak membiarkan ratu lebah sedikitpun mendekati sarangnya untuk menyembuhkan diri.


"Boom."


Api yang besar dikeluarkan Yang Jian dan dengan cepat melesat dan menghantam tubuh ratu lebah. Ratu lebah terlempar beberapa meter menghantam dinding lorong. Bekas luka nya mulai menimbulkan percikan api dan melahap daging-daging lebah hingga gosong.


Tidak berhenti di situ, Yang Jian kembali mengangkat pedangnya dan berlari cepat menghampiri ratu lebah, hingga tampak seperti Yang Jian sedang terbang. Kedua pedang Yang Jian terangkat dan kembali mendarat mulus di tubuh ratu lebah.


Tebasan demi tebasan menggoresi tubuh lebah, hingga tampak seperti sketsa gambar tak beraturan. Dan setiap bekas luka akan langsung terbakar dan menghitam secara perlahan.


"Trang."


Dalam satu tebasan, mahkota ratu yang terbuat dari jalinan bunga berduri terlepas dari kepala ratu lebah dan menggelinding di atas tanah. Bersamaan dengan tubuh sang ratu lebah terjatuh dia atas tanah di depan kaki Yang Jian.


"Ini kali pertama ada seorang manusia yang mampu menjatuhkan mahkotaku." Suara ratu lebah tampak lemas dan terlihat seperti tidak memiliki nafsu untuk menyerang Yang Jian. Malah ratu lebah tampak pasrah untuk apa yang akan Yang Jian lakukan selanjutnya.


Kali pertama? Itu artinya ada orang selain Yang Jian yang pernah memasuki Hutan Terlarang dan bertarung dengan para lebah tersebut namun tidak berhasil. Namun yang membuat Yang Jian bingung mengapa sang ratu lebah bersujud di depannya setelah dia berhasil menjatuhkan mahkotanya. Apa itu kelemahan sang ratu siluman tersebut? Pikir Yang Jian tidak mengerti.

__ADS_1


"Kau berhak membunuhku atau menjadikanku pengikutmu." Tambah sang ratu lebah dengan suara berat memandang Yang Jian masih terdiam di posisinya.


__ADS_2