
Rasa terkejut tercetak jelas di wajah setiap orang yang berada di lokasi tersebut. Bahkan beberapa diantaranya melotot hingga mata mereka tampak hendak keluar dari tempatnya.
Namun keterkejutan mereka tak berhenti di situ saja, ucapan Ling selanjutnya membuat orang-orang tersadar dari rasa terkejutnya dan menatap Ling serta rekan se timnya dengan tatapan tak percaya.
"Kami masih memiliki lebih banyak dari ini." Ucap Ling seraya memberi kode kepada rekannya untuk maju dan mengeluarkan hasil buruan. Satu persatu anggota kelompok Ling maju dan mulai mengeluarkan hasil tangkapan mereka, terkecuali Yang Jian.
Orang kedua, ketiga, keempat,kelima hingga orang keenam bergantianmenyerahkan hasil buruan mereka. Ekspresi setiap orang yang melihat itu semakin terkejut. Bagaimana tidak, di hadapan mereka kini berkumpul ratusan siluman berusia seratus hingga lima ratus tahun dari berbagai spesies hingga membentuk gunungan siluman.
Dan keterkejutan mereka semakin bertambah ketika melihat disetiap jari para cultivator muda kelompok Ling terdapat satu cincin dimensi yang berbeda dengan milik Sekte Awan Putih.
"A- apa-apan ini? Apa mataku mulai membohongiku." Ucap penjaga pos misi dengan suara bergetar. Mendengar itu orang-orang mulai tersadar dari keterkejutan mereka dan mulai menatap penuh kagum kelompok Ling. Namun yang ditatap malah bersikap tenang.
Sementara itu, Lin Fei beserta kelompoknya tampak mengepalkan erat tangannya disertai dengan rahang mengeras. Kilatan amarah tanpak jelas di mata Lin Fei. Sikap Lin Fei tertangkap oleh manik biru Yang Jian. Dan hal itu membuat tatapan Yang Jian berubah dingin.
"Tolong selesaikan ini dengan cepat." Terdengar suara berat nan berkharisma dari seseorang. Suara itu mampu mengalihkan fokus semua orang dan kini menatap sang empunya suara, yaitu Yang Jian.
__ADS_1
Penjaga pos yang sebelumnya tidak henti-hentinya mengagumi hasil buruan Ling menatap ke asal suara, di belakang kelompok Ling ada satu pemuda lainnya. Pemuda yang dia yakinin datang bersama dengan Ling. Pemuda itu tampak berdiri dengan tenang dan gagah dengan sorot mata datarnya yang mampu membuat orang-orang menatapnya hormat tanpa sadar. Aura yang tak biasa dari pemuda itu membuat kedua penjaga pos misi seakan terhipnotis dan mengangguk cepat tanpa sadar.
Kedua orang itu mulai menghitung jumlah hasil buruan kelompok Ling dengan senyum yang tak pernah hilang dari bibirnya. kelompok lainnya juga tak henti-hentinya mengagumi dan memuji kelompok Ling. Mereka juga mulai menanyakan bagaimana cara mereka menghasil seluruh siluman itu, namun hanya dijawab senyuman merendah oleh Ling.
Kelompok lainnya tentu tidak percaya jika kelompok Ling mampu menghasilkan semua buruan itu tanpa campur tangan seseorang. Dan itu terbukti ketika melihat ada seorang pemuda asing yang berdiri di sebelah mereka. Seluruh cultivator yang hadir di tempat itu adalah murid-murid dari Sekte Awan Putih, dan itu semakin meyakinkan mereka jika pemuda asing itulah dalang dibalik tangkapan besar kelompok Ling.
Butuh waktu yang tidak sedikit bagi kedua senior pos penjaga untuk menghitung para siluman yang berjumlah ratusan, itu sebabnya salah satu dari mereka meninggalkan pos untuk memanggil salah satu tetua kota untuk menentukan hadiah yang pantas bagi kelompok Ling karena hasil buruan mereka yang diluar perkiraan.
Tak lama kemudian, salah satu tetua kota sampai di pos misi dan diikuti oleh beberapa murid senior Sekte Awan Putih. Yang Jian mengenali tetua kota tersebut, dia adalah tetua sepuh yang ikut didalam pertemuan mereka pagi tadi. Reaksi merekapun tidak jauh berbeda dengan orang-orang di tempat itu ketika melihat gunungan siluman berusia ratusan tahun.
Tetua kota mengintruksikan para senior Sekte Awan Putih untuk mulai menghitung semua hasil buruan dan langsung menyimpannya kedalam cincin ruang miliki sekte yang digunakan sebagai tempat penyimpanan hasil buruan dari setiap kelompok. Semuanya tampak senang, kecuali Lin Fei dan rekan kelompoknya. Ekpresi mereka tampak gelap, pertanda jika kemarahan sudah menguasai para cultivator muda itu.
Beberapa waktu berlalu, kini semua hasil buruan telah selesai di hitung dan ratusan siluman itu telah disimpan ke tempatnya. "Aku tidak akan memberikan poin kepada kelompok Ling. Melainkan atas nama pemerintahan Kota Batu, aku merekomendasikan mereka menjadi Murid Dalam Sekte Awan Putih." Ucap tetua kota dengan lantang.
Ucapan tetua kota disambut baik oleh para cultivator di tempat itu, mereka mulai bertepuk tangan dan memberi selamat atas keberhasilan Ling beserta rekannya. Bahkan Yang Jian sendiri merasa cukup puas atas keputusan tetua sepuh itu. Sejak awal itu sudah menjadi tujuan Yang Jian. Yaitu menjadikan Ling dan rekannya menjadi Murid Dalam agar tidak di anggap remeh lagi oleh Lin Fei.
__ADS_1
Dengan adanya rekomendasi dari pihak pemerintahan Kota Batu, maka besar kemungkinan bagi kelompok Ling menjadi Murid Luar. Karena hadiah ini sudah dirundingkan oleh pemerintahan Kota Batu dengan Sekte Awan Putih sebelumnya. Dengan brgitu, sekte tidak memiliki alasan untuk menolak surat rekomendasi pihak pemeintahan.
Yang Jian melihat jelas bagaimana senang dan bahagianya Ling serta rekan-rekannya ketika mendengar berita ini. Bahkan mereka sampai bersujud ke tanah dan meneteskan air mata haru. Yang Jian dapat merasakan bagaimana perasaan mereka saat ini.
Di saat semua orang berbahagia, ada beberapa orang yang justru merasa sebaliknya. Siapa lagi jika bukan Lin Fei dan rekannya. Kini tatapan mereka menghunus tajam kearah Ling dan rekannya. Yang Jian yang melihat itu melayangkan tatapan datar yang justru semakin menyulut kobaran api amarah dalam diri mereka.
"Tidak bisa. Tetua tidak bisa memberikan rekomendasi itu begitu saja tanpa pertimbangan. Apa tetua tidak curiga kepada mereka? Mereka hanya sekelompok semut, bagaimana bisa semut mampu membunuh siluman."
Ucapan keras nan lantang itu membuat suasan berubah hening dan beralih menatap Lin Fei yang berteriak marah. Aura Lin Fei dan rekannya tampak dikuasai akan kemarahan.
"Mereka itu pencuri, mereka mencuri hasil buruan kami untuk mendapatkan poin lebih." Lin Fei kembali berteriak marah dan menunjuk-nunjuk kelompok Ling. Ucapan Lin Fei membuat semua orang kembali terdiam. Tampaknya mereka mulai berpikir ulang akan kejadian tersebut.
"Mencuri?"
Satu kata itu diselimuti dengan aura dingin yang begitu membekukan. Membuat orang-orang bergidik ngeri. Sontak saja tetua kota menatap pemilik suara tersebut, saat mengetahui siapa orangnya tubuh tetua kota menegang dan diikuti dengan mata melotot takut. Pemuda itu, pemuda berdarah dingin yang membunuh salah satu tetua kota hanya dengan sekeping koin emas.
__ADS_1