Legenda Cultivator Pedang Suci

Legenda Cultivator Pedang Suci
Ch 26: Turnamen Cultivator Muda


__ADS_3

Hari yang di tunggu-tunggu kini telah tiba, dimana saat ini akan menjadi hari pertama di langsungkan nya Turnamen Cultivator Muda. Di sebuah arena pertarungan yang sangat luas tampak kerumunan orang-orang yang hadir, baik peserta turnamen, perwakilan sekte, pihak kekaisaran, tamu undangan bahkan penonton yang ikut serta untuk menyaksikan acara bersejarah tersebut.


Di arena bertarung yang cukup luas sengaja di pasang formasi pelindung agar serangan cultivator yang bertarung tidak mencelakai penonton. Kursi-kursi sudah tersusun rapi, kursi khusus bagi pihak kekaisaran dan tamu undangan kaisar berada di paling depan dan tepat di tengah-tengah, hal ini menunjukkan bahwa kaisar memiliki posisi penting dalam acara ini.


Selanjut nya adalah kursi bagi tetua atau pendamping setiap perwakilan sekte, selebih nya di isi oleh cultivator lain yang tidak ikut bertanding tetapi hanya untuk mendukung saudara seperguruan mereka, serta masyarakat yang sengaja ikut serta menonton turnamen tersebut. Untuk peserta turnamen sudah di siapkan sebuah ruangan khusus yang di jaga ketat.


Di pojok arena terdapat beberapa kursi khusus untuk wasit pertandingan. Setiap sisi arena pertarungan juga di siapkan pengawal dengan penjagaan yang ketat untuk menghindari kemungkinan buruk yang akan terjadi.


"Terimakasih yang sebesar-besar saya ucapkan kepada seluruh tamu undangan yang telah hadir pada Turnamen Cultivator Muda." seorang pria yang cukup sepuh memasuki arena dan berbicara keras menggunakan qi agar dapat di dengar oleh semua orang yang hadir pada turnamen tersebut.


Pembawa acara tersebut menyampaikan kata sambutan bagi seluruh tamu undangan yang hadir sebelum membacakan aturan pertandingan.


"Untuk aturan pada turnamen kali ini sama seperti pada turnamen sebelum nya yaitu, untuk persyaratan umum nya bahwa peserta turnamen yang ikut serta hanya pada usia 12 sampai 20 tahun. Apabila ada yang ketahuan memanipulasi usia nya akan di anggap gugur."


" Aturan selanjut nya adalah, setiap peserta turnamen di larang membunuh peserta yang lain nya serta tidak di perkenankan menghancurkan praktik peserta lain nya. Dan selama pertandingan berlangsung peserta di perbolehkan menggunakan jurus atau ilmu apapun serta pusaka yang di pakai juga tidak di batasi selagi tidak ada kecurangan dan masih mengikuti aturan yang sudah di tetapkan."


Pembawa acara tersebut membacakan seluruh aturan ada urutan acara selama berlangsung nya turnamen.


Setelah para peserta selesai mengambil undian untuk menentukan nomor urut mereka, seorang pengawal segera menuntun mereka ke ruangan khusus peserta, seluruh perwakilan sekte dan tamu undangan juga sudah mengambil tempat duduk masing-masing. Begitu juga dengan wasit yang sudah siap sedari awal.


Seorang wanita cantik mengenakan jubah merah darah berjalan ke tengah-tengah arena, dia di tunjuk menjadi wasit pada pertandingan hari ini. Dia adalah Mayleen.


"Peserta pertama silahkan memasuki arena." seru Mayleen tegas dan berwibawa.


Seorang pria memasuki arena pertarungan sambil membungkukkan badan. " Yin Xue dari Sekte Vermilion Api."


Tidak lama kemudian seorang gadis belia juga memasuki arena dengan gaya tomboi nya. " Xinxin dari Sekte Batu Giok."

__ADS_1


"Bukan kah dunia ini terlalu sempit nona Xinxin?" Yin Xue yang merasa pernah melihat Xinxin pun menyapa terlebih dahulu.


"Ya, sesempit otak mu. Ku harap kali ini kau tidak kehilangan apa-apa lagi." Sindir Xinxin, dia mengingat betul siapa pemuda di hadapan nya ini. Dia adalah orang yang sama yang menuduh Yang Jian mencuri kantong miliknya di sebuah penginapan.


Yin Xue yang merasa geram terhadap omongan Xinxin hendak membalas nya namun tertahan karena sudah mendengar aba-aba dari Mayleen.


"Dengar nona Xinxin, aku tidak pernah menahan diri sekalipun bertanding dengan wanita."


"Ku harap begitu, aku tidak ingin di sebut wanita penindas pria, jadi keluarkan seluruh kemampuan mu." Xinxin mengambil ancang-ancang sambil mengangkat tombak nya sebagai senjata.


"Tarian giok kembar." Xinxin mulai bergerak cepat menyerang Yin Xue , gerakan nya benar-benar indah seperti seseorang yang sedang menari, namun bagi yang memahami jurus ini mereka pasti mengetahui bahwa gerakan Xinxin bukan hanya lembut namun kuat dan tajam.


Tidak mau kalah, Yin Xue mengeluarkan jurus andalan miliknya." Vermilion pembasmi iblis." seketika tubuh Yin Xue di kelilingi bayangan burung vermilion api.


Tombak Xinxin beradu dengan vermilion api miling Yin Xue menghasilkan gelombang kuat di arena, namun karena formasi pelindung yang sudah di pasang maka tidak berdampak ke luar arena.


"Tarian giok abadi." akhir nya Xinxin mulai mengubah pola serangan nya, serangan nya menjadi lebih kuat dan tajam dari sebelum nya.


"Apa, bagaimana mungkin." Yin Xue yang terkejut melihat perubahan Xinxin menjadi tidak fokus, akhirnya serang Xinxin menghantam dada Yin Xue hingga dia terpental sambil memuntahkan darah segar.


"Fokus lah selama bertanding." tidak sampai di situ, Xinxin terus menghacar Yin Xue membabi buta, bahkan Xinxin tidak memberi nya kesempatan untuk menarik nafas.


"Xinxin dari Sekte Batu Giok menjadi pemenang." Mayleen segera mengumumkan pemenang karena melihat Yin Xue tidak lagi melakukan perlawan. Melihat itu Chang An dan Han Li bertatapan sejenak sambil tersenyum.


"Bagus Xinxin, kau sungguh hebat." puji Feng Yu ketika Xinxin kembali ke ruangan khusus peserta.


"Terimakasih Feng Yu, ini baru permulaan."

__ADS_1


Sementara Yang Jian hanya diam, Xinxin tidak merasa tersinggung sama sekali sejauh ini dia sudah mengenal karakter Yang Jian.


" Sekarang giliranku." Feng Yu yang menjadi peserta kedua memasuki arena pertandingan.


~~


" Feng Yu dari Sekte Batu Giok." seru Feng Yu ketika sampai di depan Mayleen.


" Yin Qian dari Sekte Vermilion Api." kali ini yang menjadi lawan Feng Yu adalah cultivator yang berasal dari sekte yang sama dengan lawan Xinxin sebelum nya.


"Suatu kebetulan." Feng Yu berkata sambil tersenyum.


"Mohon bimbingan nya." karakter Yin Qian terlihat lebih baik di bandingkan Yin Xue.


Pertandingan pun di mulai, Feng Yu dan Yin Qian sama-sama menggunakan jurus dan pusaka terbaik mereka, namun sejak awal sudah terlihat perbedaan di antara kedua nya.


Feng Yu yang memiliki arah dan gerakan serangan yang teratur, sementara Yin Qian terlihat lebih condong di kecepatan saja. Mungkin karena cultivator sekte vermilion api adalah cultivator yang ahli dalam mengumpulkan informasi sehingga mereka sangat mengandalkan kecepatan.


"Jangan hanya mengandalkan kecepatan mu saja, tetapi arah dan kekuatan serangan mu yang paling penting." Feng Yu memberi arahan kepada Yin Qian, mendengar itu Yin Qian hanya menganggukkan kepala nya pelan sambil tersenyum.


Setelah lama bertukar jurus akhirnya Yin Qian mengangkat tangan nya. " Yin Qian dari Sekte Vermilion Api mengaku kalah."


kemudian Mayleen pun mengumumkan pemenang kedua dari Sekte Batu Giok. Penonton yang melihat keputusan Yin Qian tidak ada yang berkomentar, mereka juga sudah memastikan hal ini sebelum nya.


"Ku harap ini bukan permulaan saja." Han Li berbicara pelan di samping Chang An melihat dua murid nya yang telah bertanding memperoleh kemenangan.


"Masih ada Yang Jian, kuda hitam kita." jawab Chang An dengan percaya.

__ADS_1


"Aku benar-benar penasaran dengan murid yang membuatmu rela kehilangan segalanya." Han Li memandang Chang An dalam, namun Chang An hanya diam tanpa membalas ucapan Han Li.


__ADS_2