
Sesampainya di penginapan hari masih gelap sama seperti saat Yang Jian meninggalkan penginapan, Yang Jian memasuki kamar dan melihat Chang An tertidur pulas, dia bingung sambil termenung.
"Jian'er mengapa kau belum tidur?". Saat Yang Jian memasuki kamar Chang An ternyata menyadari kehadiran Yang Jian, mendengar pertanyaan guru nya Yang Jian bertambah bingung
"Sudah berapa lama aku keluar guru?"
Chang An mengerutkan dahi nya "Kau baru saja pergi Jian'er, mengapa kau bertanya seperti itu? Apa kepala mu terbentur saat jalan pulang?" Jawab Chang An sambil tersenyum kecil.
"Tidak apa-apa guru, di luar cuaca dingin sebaiknya kita tidur." Chang An mengangguk pelan dan akhirnya memutuskan untuk kembali tidur.
"Dragon, hei dragon." Yang Jian mencoba berkomunikasi dengan dragon lewat pikiran nya.
"Ehmm" dragon berdehem malas menjawab panggilan Yang Jian.
"Apa kau bisa menjelaskan keadaan ini?"
"Tentu, waktu di dunia surgawi berjalan lebih cepat di bandingkan dunia mu. Sejauh yang ku ketahui satu tahun di dunia mu setara dengan sepuluh tahun di dunia surgawi." Akhir nya Yang Jian mengerti, walaupun dia telah menghabiskan waktu berhari-hari di dunia surgawi namun saat kembali ke dunia nya seolah dia tidak pernah pergi kemana pun.
Sepanjang malam Yang Jian berbicara dengan dragon, kali ini dragon menjawab semua pertanyaan Yang Jian. Dragon menjelaskan bahwa Yang Jian harus mengubah dunia surgawi menjadi dunia yang sesungguh nya.
Untuk itu dragon membutuhkan banyak kristal siluman dan energi kehidupan manusia. Dengan kata lain Yang Jian harus membunuh lebih banyak siluman maupun manusia. Yang Jian bisa saja berburu siluman untuk mendapatkan kristal nya, namun untuk energi kehidupan manusia bukan lah hal mudah untuk mendapatkannya.
Karena terlalu larut dalam fikiran nya Yang Jian tidak menyadari bahwa hari sudah pagi, matahari perlahan menampakkan sinar nya. Yang Jian bangkit untuk membersihkan diri nya.
Setelah lama menunggu akhirnya Yang Jian dan rombongan nya berkumpul di restoran penginapan untuk makan sebelum melanjutkan perjalanan.
Di restoran tersebut Han Li sengaja memilih satu meja besar di pojokan, di paling sudut meja ada Han Li, Feng Yu dan Xinxin yang duduk berjajar berhadapan dengan Chang An dan Yang Jian.
__ADS_1
Saat makan, perhatian Yang Jian tertuju pada sekelompok cultivator yang memasuki restoran, seperti nya mereka juga melakukan perjalanan panjang sama seperti kelompok Yang Jian.
Bukan hanya Yang Jian namun rombongan Yang Jian beserta pengunjung restoran itu juga memperhatikan mereka. Pasalnya kelompok cultivator ini mengenakan pakaian mewah layaknya bangsawan dan usia mereka juga masih sangat muda.
"Selamat datang tuan muda, silahkan memesan apapun yang kalian butuhkan." Pelayan restoran menuntun kelompok cultivator tersebut kesebuah meja di samping meja kelompok Yang Jian karena hanya meja itulah yang tersisa.
Tatapan Yang Jian bertemu dengan salah seorang cultivator pria muda yang baru masuk tersebut, pria itu menatap Yang Jian dari ujung kaki sampai ujung rambut kemudian tersenyum sinis, Yang Jian hanya acuh mendapat tatapan cultivator tersebut, dia tidak peduli atas pandangan orang lain terhadap diri nya.
Beberapa saat kemudian datang lah sepasang pengemis dengan pakaian lusuh dan kotor, bau yang tercium dari tubuh mereka membuat pengunjung restoran menutup hidung nya namun tidak ada yang berniat mengusir ataupun melarang pengemis tersebut untuk keluar restoran.
Yang Jian melihat semua orang tidak ada yang menghiraukan pengemis tersebut begitu juga dengan Chang An dan kelompok nya mereka terlihat tidak peduli akan kehadiran pengemis tersebut, saat kedua pengemis tersebut mendekati meja Yang Jian, Yang Jian tersenyum misterius melihat ada sesutu yang tersembunyi dalam diri pengemis tersebut.
"Silahkan paman, bibi." Yang Jian mengeluarkan satu kantong kulit dari cincin ruang nya kemudian memberinya kepada pasangan pengemis tersebut.
"Terimakasih atas kemurahan hati tuan muda, kalau yang tua ini boleh tau siapa dan dari sekte mana tuan muda berasal?" pengemis pria tersebut masih terlihat gagah dengan otot-otot kuat di balik baju lusuh nya.
Pengunjung restoran melihat seluruh interaksi Yang Jian dengan pengemis tersebut begitu juga dengan cultivator di samping mereka, namun pandangan cultivator yang sama dengan yang tersenyum sinis kepada Yang Jian tertuju pada kantong kulit pemberian Yang Jian, dia kemudian menggunakan mata dewa nya untuk melihat isi kantong tersebut.
Seketika mata nya melotot dan timbul senyum di sudut bibir nya, perlakuan cultivator tersebut tidak lepas dari pengawasan Yang Jian, Yang Jian dapat melihat tatapan keserakahan dari mata cultivator tersebut.
'Brakkk.' Cultivator tersebut menggebrak meja sambil bangkit berdiri.
"Lihat itu adalah kantong milikku, bagaimana bisa ada di tangan bocah miskin itu." Cultivator tersebut mulai melancarkan aksinya.
"Apa maksudmu Yin Xue?" Cultivator yang paling senior di kelompok tersebut terlihat bingung.
"Senior Lang lihat bukan kah saat kita meninggalkan sekte aku membawa kantong berharga ku dan sekarang kantong itu hilang di curi oleh bocah miskin ini." Yin Xue terlihat marah sambil menunjuk Yang Jian.
__ADS_1
"Jaga ucapan mu anak kecil, jangan coba-coba menuduh muridku tanpa bukti." Chang An marah melihat ada orang yang menuduh murid nya.
"Maaf senior, tapi murid yunior tidak menuduh murid senior tanpa bukti, memang murid yunior membawa bekal kantong sewaktu meninggalkan sekte dan sekarang kantong tersebut di curi oleh murid senior." Cultivator yang dipanggil Senior Xue terlihat berbicara sopan namun kata-kata nya tidak ada menunjukkan ketulusan sedikit pun.
Chang An yang hendak membalas perkataan senior Lang di hentikan Yang Jian.
"Tenang lah guru, ini bukan masalah serius." Yang Jian tersenyum manis, senyum yang jarang di tampilkan Yang Jian.
"Maaf paman bibi telah membuat kalian tidak nyaman, tapi tenang saja kantong itu milik yunior."
"Terimakasih tuan muda, kalau begitu kami permisi." Nue dan Niu menunduk sebagai tanda terimakasih kepada Yang Jian dan hendak pergi namun di tahan oleh Yin Xue.
"Jangan coba-coba pergi sebelum kembalikan kantong milik ku." Yin Xue berteriak marah, kini semua tatapan pengunjung restoran mengarah kepada mereka.
"Jangan di hiraukan paman bibi, kalian boleh pergi." Kemudian Nue dan Niu mengangguk dan meninggalkan restoran.
"Kurang ajar, apa kau tidak tau siapa aku. Kau benar-benar mencari masalah karena telah mencuri kantong milik murid ku." Senior Lang yang mengetahui isi kantong tersebut tidak lagi peduli tentang pemilik nya, yang dia pikir kan hanya bagaimana cara untuk mendapatkan kantong itu.
Mendengar itu Yang Jian hanya tersenyum sinis.
"Kau punya mata tapi kau tidak bisa mengenali milikmu.
Kau punya telinga tapi kau tidak bisa mendengar kebenarannya.
Dan kau punya otak tapi kau tidak bisa menggunakannya untuk menilai mana yang benar dan mana yang salah." Yang Jian melupakan tata krama nya sambil menatap tajam senior Lang.
"Sebelum menggunakan mulutmu untuk berbicara, gunakan dulu otakmu untuk berfikir." Setelah mengatakan hal tersebut Yang Jian mengajak rombongan nya meninggalkan restoran setelah membayar makanan mereka.
__ADS_1