Legenda Cultivator Pedang Suci

Legenda Cultivator Pedang Suci
Ch 69: Pertempuran


__ADS_3

Ratu lebah tidak bisa tidak merasa semakin tertarik dengan Yang Jian. Setelah mengetahui bahwa dunia yang mereka pijak sekarang adalah dimensi berbeda dari hutan tempat hidupnya selama ini. Dan kini ratu lebah semakin memandang tinggi Yang Jian saat melihat dragon yang sedang tertidur di depannya.


Baginya, Yang Jian adalah sosok tuan yang misterius. Bahkan ratu lebah tidak dapat melihat tingkat praktik Yang Jian.


Ratu lebah memandang intens dragon yang sedang berbaring, walaupun tampak dari tubuhnya hanyalah seekor raja siluman biasa, namun aura yang menguar dari tubuhnya tampak tak biasa. Dan ratu lebah dapat merasakan bahwa ada hal istimewa di dalam tubuh dragon tanpa ada yang mengetahui.


Tiba-tiba manik mata ratu lebah bertemu dengan mata dragon yang terbuka, refleks ratu lebah menundukkan pandangannya. Mata menyala dragon seolah menusuk baginya.


"Baiklah. Kedepannya aku akan membutuhkan bantuan kalian." Ucap Yang Jian setelah memperkenalkan mereka. Setelah itu, Yang Jian keluar dari kediaman dragon dan kembali ke Hutan Terlarang untuk melanjutkan misinya.


~~


Saat tiba di gua kediaman para lebah sebelumnya, Yang Jian masih dapat menghirup aroma sari bunga dan madu yang wangi dan menusuk di hidung. Yang Jian sedikit membersihkan bebatuan besar di lorong tersebut dan menempatkan beberapa peralatan tidur sebagai tempat peristirahatan Yang Jian.


Kemudian dia keluar gua untuk melanjutkan perburuannya. Tubuhnya kini menjadi lebih segar dan bersemangat. Dia merasakan qi di Hutan Terlarang cukup kuat dan tebal. Pantas saja banyak raja dan ratu siluman di hutan ini dan berkembang dengan cepat.


"Groarrr!"


Tiba-tiba langkah Yang Jian terhenti, dia mengendus udara sekitar untuk mencari tahu keberadaan suara tersebut. Yang Jian tidak ingin menggunakan mata dewanya karena takut mengundang perhatian raja atau ratu siluman lainnya.

__ADS_1


Jurus mata dewa memang kuat dan sulit untuk di pelajari, sehingga tidak banyak orang menguasai jurus tersebut apalagi dengan paraktik dan tubuh yang lemah karena manfaatnya yang banyak bagi kepentingan cultivator untuk menembus pandangan dalam radius yang cukup jauh atau jika ada penghalang yang menghalagi pandangan orang lain.


Namun kelemahannya adalah, mata dewa dapat dirasakan seperti energi kuat yang mengenai tubuh seseorang yang dikenai jurus mata dewa.


"Groarrr."


Seekor singa besar melompat kedepan Yang Jian. Kuku dan taringnya dia pamerkan seolah siap menerkam dan mencabik-cabik Yang Jian. Yang Jian mundur memasang sikap waspada. Dia dapat melihat bahwa kekuatan singa tersebut tidak bisa diremehkan.


Belum sempat Yang Jian mengayunkan pedangnya, tiba-tiba puluhan ekor singa lainnya datang dan mengelilingi Yang Jian. 'Groarrr.' suara auman singa saling menyahut membuat pendengaran Yang Jian merasa tergelitik.


Tidak berhenti disitu, bukan hanya siluman singa. Segerombolan banteng, gajah, macan dan harimau menghampiri tempat Yang Jian. Setiap jenisnya berjumlah ratusan ekor, tanah-tanah berguncang hebat saat siluman tersebut berlari menghampiri tempat Yang Jian.


Yang Jian melihat itu menelan ludah kasar, dia melihat siluman-siluman tersebut seperti sedang melihat gulungan angin yang siap menelan seisi Hutan Terlarang. Yang Jian tidak mengerti mengapa siluman-siluman tersebut datang berbondong-bondong.


"Mungkin seperti ini akan lebih menyenangkan." Bukannya takut, entah mengapa melihat ratusan bahkan hampir mencapai seribu siluman mengelilingi Yang Jian yang berukuran kecil membuat semangat Yang Jian seolah terbakar. Api semangat menggebu-gebu dalam tubuhnya, dan manik birunya sekilas tampak mengeluarkan kilatan api.


Dua pedang yang berubah warna menjadi oren kemerah-merahan telah siap di tangan Yang Jian. Aliran-aliran api tampak samar menari-nari di sepanjang tubuh pedang tersebut. Namun yang paling menarik perhatian adalah sebuah pedang yang berada di tangan kanan Yang Jian.


Ya, pedang tersebut adalah pedang suci. Aura yang dikeluarkan pedang tersebut jauh lebih kuat dari sebelumnya. Dan kekuatannya menjadi bertambah dua kali lipat. Itu karena qi di dalam tubuh Yang Jian semakin kuat dan semakin murni akibat madu lebah berkhasiat tinggi.

__ADS_1


"Apa kakak membutuhkan kami?" Tanya Jiji dari Dunia Surgawi. Walaupun mereka tidak berada di dunia yang sama dengan Yang Jian , namun atas perintah dragon, mereka mampu melihat keluar melalui tanda phoenix di dahi Yang Jian.


"Kalian bisa keluar saat keadaan tidak memungkinkan lagi. Kali ini biarkan aku bermain sendiri dulu." Tanpa membuang waktu lebih lama, Yang Jian mengangkat kedua pedang nya dan berlari ke dalam lautan para siluman tersebut.


Satu persatu siluman yang terkena tebasan pedang suci milik Yang Jian langsung tewas dalam sekali tebasan. Sementara itu, pedang di tangan kirinya hanya mampu membuat siluman tersebut sekarat dan membakar luka siluman hingga ajal menjemput.


Tanpa sadar Yang Jian telah sampai di tengah-tengah lautan siluman tersebut, Yang Jian melihat kebelakang. Tampak puluhan siluman tergelatak meregang nyawa,sementara Yang Jain, jubahnya masih bersih dan tidak tampak ada bercak noda darah yang menganai jubahnya.


Semangat Yang Jain semakin bergelora, kali ini dia memainkan banyak strategi untuk menyerang para siluman. Di mulai dari bola-bola api seperti bom yang meledakkan beberapa titik. Belum lagi racun-racu tingkat tinggi yang disebarkan Yang Jian keudara membuat ratusan siluman seketika lumpuh seolah tidak memiliki sedikit tenagapun untuk bangkit.


Namun Yang Jian tidak langsung membunuh semua siluman tersebut. Dia menyisakan raja dan ratu siluman untuk tetap hidup. Dengan begitu, Yang Jian akan menjalin kontrak dengan mereka. Yang menjadi tumbal Dunia Surgawi adalah siluman berusia ratusan tahun dan ribuan tahun yang belum menjadi raja atau ratu siluman.


Sambil mengaktifkan Dunia Surgawi, Yang Jian langsung mengirim siluman yang sudah tewas dan sedang sekarat ke segel tersebut. Sebelumnya, Yang Jian juga telah mengirim semua lebah yang telah dia bunuh ke Dunia Surgawi. Dengan begitu semua kristal siluman tersebut akan langsung memenuhi segel sedikit demi sedikit.


Tidak peduli sudah berapa lama Yang Jian beradu dengan berbagai siluman tersebut, dan sudah berapa banyak nyawa siluman yang melayang di tangan Yang Jian. Setelah melakukan kontrak dengan ratu lebah dan mengkonsumsi sedikit madu membuat energi tubuh Yang Jian seolah tidak habis.


Malah semakin membara, tampak sudut bibir Yang Jian terangkat saat mencabut nyawa siluman tersebut. Bukannya merasa ngeri, dia tampak sangat menikmati pembunuhan yang dia lakukan.


Sudah lebih dari setengah siluman telah habis, kini tersisa setengah siluman lagi yang menunggu waktu untuk dapat membunuh pemberontak kecil yang mengganggu wilayah mereka.

__ADS_1


"Roaarr Auumm Groarrr..."


__ADS_2