Legenda Cultivator Pedang Suci

Legenda Cultivator Pedang Suci
Ch 79: Lin Fan


__ADS_3

Ruangan yang rapi dimana buku-buku berjejeran dan berbaris rapi di rak-rak penyimpanan buku. Sangat indah dan bersih. Aroma yang menguar di udara sungguh menerangkan aroma khas buku.


Yang Jian mengajak Jiji dan Yiyi menuju lantai dua, lantai dimana tempat penyimpanan berbagai informasi. Karena banyaknya jumlah buku yang tersedia, mereka dengan telaten memilah buku yang menjadi tujuan mereka.


Tidak tahu berapa jam berlalu, namun hingga kini belum ada petunjuk yang mereka dapatkan. Yang Jian menghela nafas panjang, kemudian melanjutkan kembali pencariannya, hingga fokusnya teralihkan kesuatu tempat.


Fokus Yang Jian tertuju pada bagaian rak paling atas, tingginya kira-kira sekitar lima sampai enam meter. Ada tangga khusus yang disediakan untuk dapat menjangkau buku-buku tersebut. Ada satu buku, yang cukup tebal namun sedikit berdebu, tampknya tidak dijamah untuk waktu yang cukup lama.


"Saya akan mengambilkannya untuk Anda Tuan." Seorang penjaga perpustakaan yang merupakan cultivator warior menghampiri Yang Jian. Dan tanpa menunggu tanggapan Yang Jain, dia berniat melompat ke udara untuk meraih buku tersebut, namun belum sempat dirinya mampu menggapai buku, ada energi lain yang dirinya rasakan.


Dengan satu gerakan tangan, Yang Jian mengulurkan tangannya ke udara, kemudian buku yang dipandang Yang Jian tadi melesat dengan cepat ke telapak tangan Yang Jian. Seolah ada energi magnet yang menariknya.


Pria penjaga perpustakan menelan ludah kasar, dia jelas tahu bahwa sesuatu yang baru saja Yang Jian lakukan bukan perkara yang mudah, dirinya adalah seorang cultivator. Dirinya jelas mengetahui tingkatan praktik yang harus dicapai sebelum mampu melakukan gerakan tersebut.


Dengan perlahan, pria penjaga perpustakaan turun. Dia bahkan tidak berani melihat Yang Jian. Berbeda dengan Yang Jian, dirinya seolah tak peduli akan perubah sikap pria penjaga cultivator itu, tetapi lebih memilih berkutat dengan buku di tangannya.


Buku tersebut bertuliskan huruf-huruf kuno, namun Yang Jian dapat mengenali huruf tersebut karena Yang Shui sangat mendisiplinkan pengetahuan terhadap Yang Jian sejak dini.


Yang Jian membuka lembaran setiap lembaran dari buku tersebut, ekspresi Yang Jian berubah-ubah dan kadang tidak terbaca sama sekali. Tidak butuh waktu lama bagi Yang Jian menyerap pengetahuan di dalam buku tersebut. Setelahnya dia menutup buku dan mengembalikan ke rak sebelumnya dalam satu kibasan tangan.


Kemudian Yang Jian bergegas menemui Jiji dan Yiyi untuk menyampaikan penemuannya.

__ADS_1


"Apa ada hal lain Tuan Lin Fan?" Raut wajah Yiyi tampak tak bersahabat saat mengetahui pria yang dirinya dan temannya temui di depan penjaga meja perpustakaan sepertinya terus mengikutinya, jelas bahwa pria tersebut sengaja mengikuti mereka dengan satu maksud.


"Ah tidak, bukannya ikut campur. Aku hanya penasaran. Apa yang membawa kalian kesini? Mungkin aku bisa membantu, ya jika aku bisa." Jawab Lin Fan yang tampak memilah bahasa yang tepat agar tidak membuat Yiyi semakin mencurigainya.


"Bukankah sekarang Anda sudah masuk ketahap ikut campur?" Balas Yiyi dengan nada tajam.


"Aku tahu, bahwa pria yang bersamamu sebelumnya. Yang terlihat misterius itu menjadi buronan keluarga Mu."


Perkataan Lin Fan membuat raut wajah Yiyi memburuk, dia sedikit menoleh sekitar mencoba mencari tahu posisi Yang Jian dan Jiji. Namun dia belum menemukan batang hidung kedua pria tersebut.


"Dan Anda semakin ikut campur lebih dalam. Kuanggap aku tidak pernah mendengar perkataanmu."


"Tetapi kau memang sudah mendengarnya." Balas Lin Fan santai yang mendapat pelototan tajam dari Yiyi. Yiyi hendak membalas, namun seruan Jiji menghentikannya.


"Ayo!" Satu kata darinya mendapat anggukan kepala dari Jiji dan Yiyi, Yang Jian sedikit menundukan kepala saat melewati Lin Fan. Bagaimanapun sudah sepatutnya Yang Jian bersikap hormat kepada senior.


"Kurasa aku bisa membantumu."


Langkah kaki Yang Jian, Jiji dan Yiyi terhenti saat mendengar seruan Lin Fan. "Menghadapi keluarga Mu bukan hal sulit bagiku." Lanjut Lin Fan.


"Namamu Yang Jian bukan. Awalnya aku tidak yakin, tetapi setelah mempertimbangkan banyak hal dugaanku semakin kuat bahwa kaulah orangnya. Kurasa kau bukan rekan yang merepotkan untuk di ajak bekerja sama, kebetulan..."

__ADS_1


"Apa aku tampak seperti orang yang sedang membutuhkan bantuan?" Potong Yang Jian, tatapan tajam Yang Jian sedikit menggetarkan hati Lin Fan, entah apa yang terjadi, dirinya seolah tidak sanggup menatap manik birunya lebih dari tiga detik.


"Bukankah kau terlalu sombong untuk ukuran anak yang tidak memiliki kemampuan apa-apa?" Seorang pria yang mengenakan jubah yang sama dengan Lin Fan berbicara dengan nada ketus dan tampak mengeram marah.


"Terkadang kita harus bersikap baik terhadap orang baik dan bersikap sombong terhadap orang sombong." Balas Yang Jian tak kalah ketus. Jiji dan Yiyi menoleh dan menatap Yang Jian, pertemuan pertama mereka dengan Yang Jian yang di hadapan mereka kini tampak berbeda secara kepribadian.


Yang Jian sekarang lebih dingin dan sulit untuk didekati, tidak seperti sebelumnya. Apakah pertarungan hidup dan mati yang dirinya lakukan selama di Hutan Terlarang membuat kepribadiannya berubah? Atau apakah karena Yang Jian masih menyalahkan dirinya sendiri atas kondisi dragon?


Atau mungkin, ingatan Yang Jian yang telah pulih dan pengelihatan yang dirinya dapatkan membawa luka mendalam baginya? Mungkin lebih tepat, gabungan dari ketiganyalah yang telah membuat Yang Jian banyak berubah. Seolah tak ada kasih dalam matanya dan tak ada cinta dalam hatinya.


"Jika tak ada hal lain, kami undur diri." Tanpa menunggu jawaban Lin Fan, Yang Jian melangkah kakinya dan diikuti oleh Jiji dan Yiyi dari belakang. Sedangkan Lin Fan dan dua orang temannya tampak tak berusaha untuk menghalangi.


"Apa kalian memiliki pemikiran yang sama denganku?" Tanya Lin Fan tersenyum misterius.


"Dia cukup hebat untuk menyembunyikan tingkat praktinya, namun sepertinya dia lebih hebat daripada dua anak yang mengikutinya." Lanjut Lin Fan mengelus lembut dagu mulusnya.


"Saudara Lin memanglah Saudara Lin Fan, memiliki mata yang jeli dan pemahaman luas." Puji salah satu teman Lin Fan.


"Aku semakin ingin untuk mengenalnya lebih jauh, tetapi ini mungkin agak sulit. Kuharap kalian mau bekerjasama denganku."


"Apapun itu, saudaraku. Kami telah menemukan penginapan tempat mereka tinggal untuk sementara. Tetapi sejauh ini kami belum menemukan informasi yang pasti alasan mereka mengunjungi Kota Batu. Dan juga, mereka baru sampai di kota ini sehari yang lalu."

__ADS_1


"Baiklah, pantau terus pergerakan mereka. Jangan sampai ada yang terlewatkan."


Setelahnya ketiga pemuda itu meninggalkan perpustakaan, mereka tampak tak melihat lagi keberadaan Yang Jian dan teman-temannya.


__ADS_2