Legenda Cultivator Pedang Suci

Legenda Cultivator Pedang Suci
Ch 93: Pertarungan


__ADS_3

"Bagaimana dengan pihak kekaisaran, Tuan. Kami rasa mereka perlu mengetahuinya, lagipula kita membutuhkan bantuan sebanyak mungkin. Kita juga tidak mengetahui jelas apakah masih ada kelompok lain yang menunggu serangan kedua."


Jingmi tampak berpikir keras, bukannya tidak ingin. Hanya saja, akan membutuhkan waktu yang tidak sedikit menuju kekaisaran. Mereka tidak memiliki waktu sebanyak itu. Organisasi Bunga Mawar sudah menjadi pilihan yang tepat.


~~


"Apa tujuan kedatangan kalian kemari? Mengapa kalian datang dan mengacaukan daerahku?" Pria dengan langkah tegap dan tegas memasuki daerah peperangan lengkap dengan pasukannya. Wajah datar dan terkesan angkuh tidak bisa menutupi betapa gugupnya dirinya.


"Selamat datang Tuan bangsawan Jingmi! Bukankah seharusnya kau menyambut kami dengan baik?" Balas salah satu Tetua Sekte Cakar Iblis.


Ya, kini Jingmi beserta rekan-rekannya tengah berhadapan dengan para penyerang Kota Batu.


"Tidak ada alasan khusus akan kedatangan kami. Hanya saja, kami ingin memancing sang Tuan Muda untuk keluar dari persembunyiannya." Lanjut tetua tersebut tersenyum remeh.


"Bukankah kalian bisa menjemputnya baik-baik tanpa mengganggu daerah kekuasaanku. Apa seluruh cultivator aliran hitam memiliki etika seburuk ini?"


"Banyak bicara. Tidak peduli kau berkata apa, kami hanya ingin bersenang-senang sejenak." Perkataan tetua tersebut jelas omong kosong belaka. Sudah sejak lama mereka mengincar Tuan Muda yang telah ditetapkan menjadi buronan, namun sangat sulit untuk menemukan jejaknya.


"Tidak peduli apa tujuan kedatangan kalian. Mengganggu ketenanganku sama saja dengan mengumumkan perang terhadap Kota Batu." Perkataan Jingmi sejurus dengan aba-aba memerintahkan anggotanya melakukan perlawanan balik terhadap pihak musuh.

__ADS_1


Pertarungan tidak dapat dielakkan, pertumpahan darah pada akhirnya tetap terjadi. Kedua belah pihak saling mendorong dan menunjukkan keunggulan masing-masing. Manusia biasa, orang tua dan anak-anak telah ditangani oleh pihak Sekte Awan Putih dan ditempatkan di tempat yang aman.


~~


Berbeda dengan pertarungan di Kota Batu dan antara kelompok aliran sesat dengan perwakilan sekte putih netral. Yang Jian yang merasa kota dimana ia berpijak merasa tidak aman lagi. Firasat buruk mengenai penyerangan ini sudah dirasakan Yang Jian beberapa waktu belakangan ini. Ditambah lagi kondisi dragon yang belum menunjukkan tanda-tanda pemulihan membuat pikiran Yang Jian terbagi.


Saat ini Yang Jian tengah menyelamatkan anak-anak panti asuhan yang dirinya selamatkan sebelumnya, setelah ditempatkan dengan aman di kediaman pemerintahan Kota Batu yang jaraknya cukup jauh dari pusat kota, Yang Jian terbang kelokasi dimana markas kelompok aliran sesat lainnya.


Yang Jian melayang di atas udara, sambil menyipitkan matanya, Yang Jian mampu menangkap siluet orang-orang yang tengah bertarung dibawah sana. Saat mencoba mendekat, manik birunya menangkap wajah-wajah orang yang pernah dirinya temui beberapa tahun yang silam.


Banyak mayat yang tergelatak tak berdaya, sebagian lagi mengalami luka dan pendarahan yang tidak ringan. Terlebih lagi Tetua Tang, dirinya yang bertarung dua lawan satu dengan lawan yang kekuatannya tidak berbeda jauh jelas tidak seimbang.


"Kupikir seorang Tetua Tang adalah Tetua dengan kemampuan yang hebat, tetapi apa yang kulihat? Rumor jelas tidak bisa dipercaya." Salah satu pria bertudung menyeringai, sudah jelas pertarungan tidak menguntungkan bagi Tetua Tang. Siapapun yang berada di posisinya akan tersudutkan.


Tetua Tang yang berada di tingkat awal cultivator legenda dan kedua lawannya berda di puncak cultivator grandmaster, yang sebentar lagi memasuki legenda. Saat ini pertarungan benar-benar berat sebelah karena kedatangan manusia bertudung lainnya.


Salah tau pria bertudung mengarahkan pedang tepat ke jantung Tetua Tang, tinggal satu inchi lagi sebulum pedang tersebut benar-benar menembus tubuh Tetua Tang, sebuah pedang lain melayang dengan kecepatan tinggi dan menghantam pedang pria bertudung tersebut.


"Kau..." Pria bertudung itu terkejut bukan main, tak terkecuali Tetua Tang. Sejurus dengan perkataan pria bertudung itu, Yang Jian yang sebelumnya melayang di udara kini mendarat dengan sempurna di atas tanah membelakangi Tetua Tang yang masih dengan posisi berlututnya.

__ADS_1


Tetua Tang tampak lega sekaligus terkejut, menatap intens punggung tegap di hadapannya dan juga rambut perak. Perak? Seketika mata Tetua Tang melotot, dia merasa sebelumnya pernah melihat rambut dengan warna perak. Hal itu dikarenakan sangat jarak sekali ditemuan jenis rambut demikian.


Belum sempat Tetua Tang selesai berpikir, fokusnya dialihkan terhadap pria dengan jubah hitam di hadapannya bertarung dengan manusia bertudung. Satu lawan lima, melihat itu Tetua Tang berusa menelan pil dan memulihkan qi sebanyak mungkin.


Yang Jian bergerak gesit, pertarungan tidak seimbang sudah biasa dirinya lalui bahkan sejak kecil. Ditambah lagi praktik Yang Jian yang telah meningkat baru-baru ini sehabis menghabisi pemimpin pemujaan kelompok aliran sesat malam lalu. Kini Yang Jian berada di tahap awal grandmaster. Walaupun belum kokoh, namun cukup menambah kekuatan tempurnya.


Pengalaman bertarung, strategi, dan ilmu tingkat tinggi Yang Jian kerahkan sepenuhnya. Lawan di hadapannya memiliki tingkat perbedaan yang cukup jauh darinya. Dengan mengkombinasikan ketiga hal tersebut maka Yang Jian akan unggul.


Kini dirinya dikepung oleh kelima pria bertudung dari setiap sudut, mencoba memblokir akses keluar Yang Jian. Melihat itu bukan membuatnya ketakutan malah menampilkan senyum miringnya, tanpa aba-aba, aura guanghuan Yang Jian menguar begitu saja, tentu dengan dosis yang lebih kuat dan tinggi dari sebelumnya.


Kelima orang tersebut tampak menegang sebentar dan kumudian berhasil terlepas dari jeratan Yang Jian. Mereka meneliti Yang Jian dari atas kebawah. Masih tampak muda.


Tak ingin berlama-lama, dengan kedua pedang yang bertengger indah di tangan Yang Jian, dirinya bergerak bagaikan angin menghantam salah satu pria bertudung paling lemah, dan.


'Crashhh!' Hanya dalam satu gerakan, kepala manusia bertudung tersebut lepas dari badannya. Sontak keempat rekannya mundur selangkah kebelakang, menatap Yang Jian dengan tatapan tidak percaya. Belum lepas dari rasa keterkejutannya, kini Yang Jian kembali menarget orang yang paling dekat dengan jaraknya.


"Mundur!" Salah seorang pria bertudung mencoba memperingati rekannya saat tahu Yang Jian mengincarnya, namun naas. Kecepatan Yang Jian yang bagaikan kilat lebih dulu memutuskan tali pernafasan manusia bertudung tersebut.


Masih dengan wajah tenangnya, Yang Jian bergerak cepat menuju ketiga manusia bertudung lainnya yang kebetulan berdiri di tempat yang berdekatan. Sorot matanya yang tajam serta aura menakutkan yang menguar dari tubuh Yang Jian membuat ketiga orang yang tersisa sempat terpaku walau hanya beberapa detik.

__ADS_1


"Jangan terpengaruh, mari kita habisi pemuda ini!" Seru salah satu pria bertudung. Setelah itu, cakar-cakar tajam dengan warna hitam pekat bergerak cepat mengincar Yang Jian. Namun, dengan gesit Yang Jian berkelit melompat keudara. Menghindari serang demi serangan.


Tidak berhenti disitu, Yang Jian menembakan bola api, api yang semula berukuran kecil berubah menjadi berukuran besar, bergerak cepat menghantam ketiga pria bertudung. 'Duarrr!' Ledakan besar mengguncang permukaan tanah. Tanpa dapat mengelak, ketiga manusia bertudung terkena serangan telak.


__ADS_2