
"Pertama, aku tidak pernah mengatakan aku berasal dari cultivator aliran mana. Kedua, aku memiliki alasan mengapa harus melumpuhkan adikmu dan dia pantas mendapatkannya. Bukankah seharusnya kau merasa bersyukur masih bisa melihatnya dalam keadaan hidup?"
" Dan ketiga, sebutan yang pantas untukku ya?" Yang Jian masih berdiri dengan sikap dingin dan tenangnya. " Bukan kah kau sudah mengetahui namaku? Dan kau masih bertanya tentang sebutan yang pantas? Ah... Aku sungguh tidak memahami pola pikirmu, Tuan Muda Weng."
Marah! Itulah yang dirasakan Weng saat ini, ini benar-benar penghinaan terbesar yang pernah dia rasakan. Dan pelakunya adalah orang yang sama dengan yang telah melukai harga diri keluarga Mu. Ini sungguh memalukan bagi Weng.
"Serang Dia!" Dengan mata melotot marah, tangan mengepal keras dan emosi yang memuncak. Weng mengulurkan jari telunjuknya dan menunjuk Yang Jian.
"Aku akan menangani ini kak." Ucap Jiji maju sambil menggenggam gagang pedangnya yang masih tersarung rapi di pinggang kirinya. Namun Yang Jian mengangkat tangannya, mengisyaratkan agar Jiji tidak ikut campur.
Para pengawal keluarga Mu maju untuk menghadapi Yang Jian, dengan masing-masing pedang di tangan, mereka menyerang Yang Jian tanpa takut. Karena menganggang Yang Jian tidak memiliki praktik sama sekali. Namun yang mereka tidak tahu, meremehkan Yang Jian sama dengan meremehkan nyawa sendiri.
Pengawal Keluarga Mu yang berjumlah sepuluh orang maju tanpa takut dengan ujung pedang mengincar anggota tubuh Yang Jian.
Sambil menghitung dalam hati, Yang Jian mengulurkan satu tangannya keudara. Dengan satu kibasan tangan. Seketika udara seakan berkumpul di telapak tangan Yang Jian. Kemudian, sambil menggerakkan tangannya muncullah angin-angin tajam dan melesat cepat menghantam tubuh para pengawal keluarga Mu.
"Arghhh!" Suara-suara melengking dan kesakitan menyapa indera pendengaran setiap orang yang berada di tempat itu. Setiap kibasan tangan Yang Jian maka muncul angin dengan ketajaman seperti pisau dan menyayat tubuh para pengawal.
Darah-darah segar bercucuran dan membasahi pakaian dan tubuh para pengawal. Dan kejadian tersebut hanya berlangsung dalam hitungan detik.
Weng menelan ludah kasar sambil melebarkan mulutnya. Sungguh dia tidak pernah menyangka jika Yang Jian memiliki kemampuan setinggi ini. Mampu mengubah energi bukanlah hal yang mudah yang mampu dilakukan oleh sembarang cultivator.
Namun Weng tidak ingin kehilangan harga dirinya. Melihat Yang Jian bahkan tidak bergerak dari tempat dirinya berdiri tetapi mampu melukai sepuluh bawahannya yang berada di puncak warior mwnunjukkan bahwa kemampuan Yang Jian memang tinggi.
__ADS_1
Tetapi dia tidak tinggal diam, dia memerintahkan agar keempat cultivator yang berdiri di samping kiri dan kanannya untuk maju. " Apa yang kalian tunggu? Cepat tangkap pemuda itu!" Perintah Weng sambil menahan getaran di tubuhnya.
Namun satu pun diantara mereka tidak ada yang mencoba bergerak, malah saling memandang satu sama lain.
"Kalian mengganggu waktuku, dan mengganggu kenyamanan banyak orang di tempat ini. Apa yang harus kulakukan untuk kalian demi membayar semua ini?" Ucap Yang Jian menatap kesepuluh pengawal yang terjatuh di lantai sambil menahan kesakitan.
Bekas luka sayatan yang diberi Yang Jian bukan hanya memberi rasa pedih di sekita luka nya saja. Namun seluruh tubuh mereka serasa sulit di gerakkan.
Mendengar ucapan Yang Jian membuat bulu kuduk mereka meremang, dan keringat dingin membasahi punggung mereka.
"Kalian punya waktu sepuluh detik sampai meninggalkan tempat ini. Atau kalian akan kehilangan kesempatan tersebut selamanya." Belum selesai Yang Jian mengakhiri ucapannya, Weng yang terlebih dahulu berlari meninggalkan penginapan dan diikuti oleh keempat cultivator bawahannya.
~~
Ucapannya tampak jika dia memang sangat tertarik terhadap Yang Jian, namun yang tidak disadari oleh kedua temannya. Sekuat tenaga Lin Fan berusaha mengeratkan genggaman tangannya yang terus bergetar sedari tadi.
Saat dia mengingat bagaimana Yang Jian sungguh tidak menyuakainya membuat Lin Fan sedikit gemetar. Begitu juga dengan kedua temannya. Tampak punggung mereka bergetar sambil menahan nafas melihat bagaimana Yang Jian melukai cultivator puncak warior dengan hanya mengibaskan tangannya saja.
"Kita harus lebih berhati-hati. Kita tidak mengetahui sejauh mana kekuatan Yang Jian. Jika kita salah langkah sekali saja, mungkin nyawa kita yang akan menjadi taruhannya. " Ucap salah satu teman Lin Fan.
"Aku tidak mengerti banyak soal kemampuan dan kehebatan seorang cultivator. Apa pemuda itu lebih hebat dari Senior Lin?" Tanya teman Lin Fan yang lainnya.
" Ya! Dilihat dari caranya. Mungkin dia sudah berada di puncak cultivator master." Ucap Lin Fan dengan suara gemetar.
__ADS_1
"Dengan usia semuda itu?" Walaupun teman Lin Fan sudah memprediksinya, namun mendengar langsung dari senior mereka membuat mereka tidak bisa menahan keterkejutan. Praktik Lin Fan kini berada di tingkat puncak cultivator master, namun di usia yang sudah menginjak ratusan tahun dengan penampilan seperti masih berusia dua puluh lima tahun. Dia termasuk jenius di sekte.
Mendengar bagaimana Lin Fan memuji pemuda yang masih belum menginjak dua puluh tahun membuat kedua temannya menegang dan sulit untuk percaya.
"Apa mungkin dia memakai ilmu sesat untuk mempertahankan kemudaannya? Aku tidak merasa jika dia masih semuda itu?" Salah satu teman Lin Fan memberi pendapat. Memang benar, zaman sekarang sudah menjadi hal lumrah jika seorang cultivator mempelajari ilmu hitam demi mempertahankan kemudaannya.
" Gong bodoh! Tidak semua kemudaan bisa di pertahankan hanya dengan ilmu sesat. Tingkat kemurnian qi seseorang dan juga herbal-herbal maupun pil kemudaan dan kecantikan sudah menjadi hal lumrah di dunia cultivator. Apa kau tidak mengetahui hal itu?" Jawab Lin Fan berdecak malas sambil menatap temannya yang bernama Gong.
"Daripada membuang waktu kerumah bordil, sebaiknya kau menghabiskan waktumu untuk belajar dan membaca buku. Kurasa otakmu sudah sedikit membeku." Ucap teman Lin Fan yang termasuk tidak pernah berpikir sebelum berbicara.
~~
"Apa yang terjadi? Mengapa kondisi dragon menjadi seperti ini?"
Yang Jian melangkah cepat menghampiri kristal dragon. Tampak aliran listrik bertegangan tinggi berputar-putar di seluruh permukaan kristal.
Warna kristal yang semerah darah mulai mencair sedikit dan menetes pelan ketanah, namun air tersebut seolah tiada habisnya dan terus menetes diikuti dengan aliran listrik yang juga berwarna merah.
"Menjauh dengan radius dua ratus meter dari tempat ini." Ucap Yang Jian dengan suara keras.
Yang Jian, Jiji dan Yiyi mulai bersiap mengumpulkan qi di kedua telapak tangannya untuk mengurangi rasa sakit dragon di dalam kristal. Namun sesuatu hal menghentikan pergerakan mereka.
'Cetarrr!'
__ADS_1