
Kini sinar matahari sudah bernganti dengan sinar bulan, dan siang telah berganti dengan malam. Yang Jian memutuskan untuk beristirahat di tengah hutan. Sebuah kemah dengan ukuran besar telah berdiri tegak di hadapan Yang Jian.
Yang Jian tampak mengecek ulang dalam kemah untuk memastikan isinya sudah lengkap atau belum. Setelah dirasa cukup, Yang Jian keluar kemah dan mendapati Jiji dan Yiyi yang terbengong di luar tenda.
"Kalian bisa masuk." Ucap Yang Jian menyadarkan Jiji dan Yiyi dari rasa kagumnya.
"Walaupun aku sudah melihatnya beberapa kali, namun tetap saja aku merasa kagum." Puji Yiyi sambil berdecak kagum, tidak lupa dia juga menggeleng-gelengkan kepalanya pelan. Sedangkan Jiji hanya menunduk pelan sebagai ucapan terimakasih.
Yiyi memasuki tenda dengan langkah perlahan, saat dia membuka tirai penutup tenda, sungguh dia tidak berhenti dibuat untuk tidak kagum. Bagaimana tidak, di dalam tenda tersebut sudah lengkap alas tidur yang cukup besar dan lembut berwarna emas, bantal dan selimut berwarna kuning keemasan juga namun ada motif bunga berwarna perak yang menghiasi alat tidur tersebut.
Sungguh manis dan elegan, begitulah penilaian Yiyi terhadap barang-barang dihadapannya.
"Selera kakak Yang sungguh unik, tidak sesuai dengan pembawaannya." Gumam Yiyi cekikikan.
Sementara itu, Yang Jian pergi berburu ayam hutan dan Jiji yang mengumpulkan kayu ranting pohon di sekitar tenda. Tidak berapa lama setumpuk ranting yang sudah masak dan dua ekor ayam yang cukup besar telah tersedia di depan tenda.
Yang Jian menumpuk kayu tersebut dengan rapi untuk dijadikan api unggun, setelah semua ranting tersusun rapi, Yang Jian mengarahkan telapak tangan kanannya mendekati tumpukan kayu tersebut. Perlahan-lahan api kecil berwarna oren kemerah-merahan muncul dari telapak tangan kecil Yang Jian. Kemudian api tersebut segera melahap ranting kayu di hadapannya.
Jiji dan Yiyi yang duduk di hadapan api unggun Yang Jian yang sudah mulai menyala menahan nafas sejenak. Mereka ingat bahwa tidak semua cultivator mampu mengubah energi qi yang di dalam tubuhnya seperti yang sedang Yang Jian lakukan saat ini. Hal itu tentu menambah nilai plus di hati Jiji Dan Yiyi untuk Yang Jian.
Kemudian Yang Jian mulai membakar dua ekor ayam hutan yang sudah mereka bersihkan sebelumnya. Tidak lupa juga Yang Jian menambah bumbu rempah yang dia tanam di Dunia Surgawi untuk menambah cita rasa dari ayam panggang buatannya.
__ADS_1
Tidak butuh waktu lama, daging panggang tersebut mengeluarkan aroma khas ayam panggang ditambah rempah-rempah alami. "Makanlah."Yang Jian menyerahkan dua ayam tersebut kepada Jiji dan Yiyi masing-masing satu ekor untuk satu orang.
"Bagaimana dengan kakak?" Tanya Yiyi yang melihat Yang Jian menyerahkan kedua ayam tersebut kepada mereka dan tidak mengambil bagiannya.
Yang Jian menggeleng kepala pelan." Jika sudah selesai, segeralah memasuki tenda." Kemudian Yang Jian melangkahkan kakinya memasuki tenda tersebut, setelah sampai di dalam Yang Jian mulai memasang segel pelindung disekitar tenda untuk meminimalisir kemungkinan yang terjadi.
"Apa kakak Yang masih sakit?" Tanya Yiyi yang melihat Yang Jian sudah memasuki tenda. Yiyi berfikir bahwa Yang Jian tidak memiliki nafsu makan karena kondisi tubuhnya yang belum stabil.
"Mungkin. Sebaiknya kita bagi dua ini saja Yi'er, dan untuk satunya lagi kita simpan untuk Kakak Yang. Mungkin nanti dia sudah merasa lapar." Kemudian Jiji menyimpan satu ekor ayam untuk Yang Jian dan mulai memakan satu ayam panggang lainnya.
Satu gigitan, dua gigitan, Jiji dan Yiyi yang mulai memakan makanan di hadapannya membulatkan mata pada suapan pertama. Kemudian mereka makan lagi dan lagi tanpa ada yang berniat untuk mengeluarkan sepatah katapun.
"Bagaimana bisa senikmat ini?" Ucap Yiyi sambil menjilati jarinya sisa bumbu ayam panggang tersebut.
"Aku ragu, apakah Kakak Yang seorang cultivator atau koki." Tambah Yiyi memuji masakan Yang Jian.
~~
Di Dunia Surgawi tampak Yang Jian sedang meracik obat di kediamannya. Dengan peluh di dahi akhirnya Yang Jian berhasil membuat dua butir pil berwaran putih susu. Pil ini disebut pil penambah qi, sebenarnya Yang Jian tidak ingin melakukan cara tersebut untuk menambah qi nya karena pasti ada efek samping yang didapatkan jika mendapatkan sesuatu dengan cara yang instan.
Namun Yang Jian tidak punya pilihan lain, sekarang dia membutuhkan qi untuk mempertahankan kondisinya yang mulai menurun sedikit.
__ADS_1
Yang Jian melihat kedua butir pil tersebut intesn. Dalam dunia alchemi biasanya setiap pil yang di hasilkan memiliki tingkat kemurnian yang berbeda dengan presentase 50% yang terendah hingga pil yang tingkat kemurniannya 100%.
Namun di Benua Daratan Tengah, ahli alchemi hanya mampu menciptakan pil dengan tingkat kemurnian 80% saja. Belum ada sejarah di benua ini ada alchemi yang berhasil membuat pil dengan kuallitas tinggi dan tingkat kemurnian 100%.
Pil juga memiliki tingkatan, di mulai dari pil tingkat rendah, pil tingkat menengah, dan pil tingkat tinggi. Dengan tingkat kemurnian berbeda, tergantung dari pil yang dihasilkan dan si pembuat pil.
Pil di tangan Yang Jian kini beraroma manis yang pekat, Yang Jian dapat melihat bahwa pil yang dia hasilkan memiliki tingkat kemurnian 70%. Sungguh pencapaian yang luar biasa mengingat Yang Jian hanya meluangkan waktunya sedikit untuk belajar alchemi selama di Lembah Neraka.
Yang mendukung kualitas pil Yang Jian adalah, qi nya yang sangat murni, bahan-bahan yang dia gunakan untuk membuat pil berasal dari tumbuhan sangat langka dan memiliki umur yang lama. Di tambah lagi dengan pengajaran Xiao Ming terhadap metode-metode pembuatan pil semakin membuat Yang Jian seperti seorang alchemi sungguhan.
Xiao Ming pernah mengatakan bahwa Yang Jian memiliki kualitas dan bakat untuk menjadi seorang alchemi, namun Yang Jian tampak tidak terlalu tertarik untuk menjadi seorang alchemi dan hanya mempelajari pembuatan herbal dan pil yang dirasa berguna baginya.
Yang Jian kemudian mengambil sebotol air qi yang dia bawa dari Lembah Neraka dan meneteskannya di atas pil tersebut. Tak lama kemudian tampak air tersebut mulai meresap dengan pil hingga terhisap habis.
"Ini jauh lebih baik." Gumam Yang Jian tersenyum puas ketika memandang pil buatannya telah mencapai tingkat kemurnian yang lebih tinggi dari sebelumnya. Dan warnanya juga berubah lebih putih dari sebelumnya.
Tak ingin membuang waktu lebih lama, Yang Jian kemudian mengambil sikap lotus dan menelan salah satu pil setelah menyimpan pil satunya lagi untuk di konsumsi kemudian.
Yang Jian memejamkan matanya perlahan, dia berkontrasi penuh untuk menstabilkan kembali qi dalam tubuhnya. Yang Jian menggunakan qinya untuk meleburkan pil tersebut dan mulai menyerapnya secara perlahan hingga selurus pil habis tanpa sisa.
Butuh waktu beberapa jam sampai pil tersebut benar-benar menyebar keseluruh tubuh Yang Jian dan memasuki dantiannya. Tak lama setelah itu, Yang Jian kemudian mengkonsumsi pil satunya lagi dan melakukan proses yang sama sebelumnya.
__ADS_1