
Karena terlalu terpana akan keindahan naga petir Liu Changhai, Li Wei malah memberi kesempatan emas bagi Liu Changhai melancarkan serangan terakhirnya.
'Duarrrr!'
Sedetik kemudian, naga yang menari di telapak tangan Liu Changhai kini mendarat telak menghantantam dada Li Wei. Li Wei terpental beberapa meter sambil memuntahkan darah segar.
"Aku mengaku kalah." Lie Wei mengangkat tangan kanannya sambil tangan kiri memegang dadanya yang panas serasa tersambar petir sungguhan.
Sebenarnya Liu Changhai masih menahan serangannya agar tidak menimbulkan luka fatal. Li Wei juga menyadari hal tersebut, itu sebabnya dia lebih memilih mengalah daripada melanjutkan pertandingan. Sedari awal Li Wei sudah menyadari bahwa Liu Changhai bukan tandingannya.
~~
Keluarga Shing merupakan keluarga pedagang kaya raya dan cukup berpengaruh di Kekaisaran Qin pada zamannya. Namun, menghilangnya ahli waris penerus sah keluarga Shing beserta suaminya secara misterius membuat keluarga ini perlahan mulai kehilangan pengaruhnya dan mulai dilupakan masyarakat.
Shing Zhisu merupakan anak dari istri sah keluarga Shing dan merupakan penerus keluarga Shing kemudian hari, keluarga Shing sebenarnya sudah dapat diberi gelar bangsawan, namun ayah Shing Zhisu menolak keluarganya di anugerahi gelar tersebut.
Untuk gelar bangsawan didapatkan apabila memenuhi kriteria yang telah ditentukan oleh pihak kekaisaran dan bangsawan juga memiliki tingkatan tertentu. Adapun tingkatan setiap bangsawan yaitu, bangsawan kelas III, bangsawan kelas II, bangsawan kelas I, dan bangsawan besar atau bangsawan utama.
Untuk bangsawan kelas III kriteria yang harus dimiliki yaitu, pendapatan bersih setiap harinya paling sedikit adalah 1000 koin emas. Prajurit yang dibawahi paling sedikitnya berjumlah 500 orang.
__ADS_1
Kriteria bangsawan kelas II yaitu, memiliki pendapatan bersih paling sedikit 2000 koin emas setiap harinya serta membawahi prajurit atau pengawal keluarga sedikitnya 1000 orang.
Bagi bangsawan kelas I kriteria yang harus dimiliki yaitu, pendapatan keluarga per harinya paling sedikit nominalnya 4000 koin emas serta membawahi prajurit atau pengawal sedikitnya 2000 orang.
Yang terakhir adalah keluarga bangsawan besar atau bangsawan utama. Bangsawan utama harus memiliki pendapatan bersih setiap harinya 5000 koin emas serta membawahi parajurit keluarga paling sedikit 3000 orang.
Sebenarnya masih banyak kriteria atau syarat yang harus dipenuhi agar keluarga tersebut di nobatkan dan diakui sebagai keluarga bangsawan. Namun jumlah pendapatan dan prajurit keluarga menjadi pokok utama yang harus dipenuhi. Di luar daripada kriteria ini, maka keluarga tersebut tidak dapat dikatakan sebagai keluarga bangsawan.
Sedangkan untuk keluarga Shing sendiri sudah memenuhi kriteria menjadi bangsawan kelas III bahkan mungkin hampir menjadi bangsawan kelas II karena keluarga ini tidak pernah mempublikasikan berapa sebenarnya pendapatan bersih keluarga Shing setiap harinya.
Keluarga Shing bagai keluarga misterius yang penuh dengan rahasia.
Namun, kejayaan keluarga Shing tidak berlangsung lama. Beberapa tahun yang lalu ayah Shing Zhisu dikabarkan mengambil seorang selir. Hal ini tentu mengejutkan masyarakat dan banyak pihak.
Rumor tersebut akhirnya semakin memanas setelah dikabarkan lahirnya seorang putra dari sang selir, dia adalah Shing Bo, yang kini dikenal sebagai Tetua Shing dan menjadi salah satu tetua senior di Sekte Batu Giok.
Shing Zhisu memiliki temperamen yang lembut dan pemaaf, dia selalu memperlakukan Shing Bo seperti adik kandungnya sendiri. Begitu juga dengan ibu Shing Zhisu, dengan lapang dada dan berbesar hati dia menyambut istri dan anak suaminya tersebut.
Namun berbeda dengan sang selir, dia hanya bersikap hormat dan baik kepada ibu Shing Zhisu hanya di depan suaminya saja, padahal dibelakang ayah Shing Zhisu, sang selir bahkan bersikap seolah dia adalah istri sah.
__ADS_1
Tetapi beberapa tahun kemudian saat Shing Zhisu dan Shing Bo telah beranjak dewasa, ibu Shing Zhisu sakit-sakitan hingga parah dan pada akhirnya meninggal dunia, hingga kini tidak ada yang mengetahui pasti apa penyebab kematian ibu Shing Zhisu.
Ayah Shing Zhisu begitu terpukul akan kepergian istri tercintanya, dia merasa gagal sebagai seorang suami yang telah lalai menjaga sang istri. Oleh sebab itu Shing Zhisu ingin membalas semua kebaikan sang istri dengan menunjuk Shing Zhisu sebagai penerus keluarga Shing dan hal itu tentu di setujui oleh semua tetua keluarga Shing.
Namun, sang selir menentang keras pilihan ayah Shing Zhisu. Dia beralasan bahwa Shing Zhisu tidak akan mampu memimpin keluarga Shing dengan baik dan alasan lainnya karena Shing Zhisu adalah wanita. Yang paling pantas menjadi penerus keluarga Shing adalah putranya, Shing Bo.
Saran sang selir tentu di tolak mentah-mentah oleh ayah Shing Zhisu. Biar bagaimana pun Shing Zhisu merupakan putri dari istri sah keluarga Shing. Sudah menjadi peraturan keluarga bahwa yang menjadi penerus keluarga harus anak yang dilahirkan dari istri sah baik itu perempuan maupun lelaki.
Pada akhirnya sang selir mengalah, namun tidak ada yang tahu apakah dia benar-benar mengalah atau hanya pura-pura. Saat Shing Zhisu dinobatkan menjadi penerus keluarga Shing, saat itu dia telah menikah dengan seorang pemuda cultivator yang bernama Chang Hongli.
Shing Zhisu mulai menjalankan perannya sebagai pemimpin keluarga Shing didampingi oleh sang ayah dan suaminya. Semua baik-baik saja dalam beberapa tahun ini, namun hal tersebut tidak berlangsung lama.
Ayah Shing Zhisu dikabarkan meninggal dunia dengan cara misterius, ada yang mengatakan karena diracun, dan ada juga yang berasumsi bahwa ada saingan ayah Shing Zhisu yang tidak menyukainya yang menginginkan kematiannya.
Kematian sang ayah menjadi pukulan keras bagi Shing Zhisu, Chang Hongli juga merasa demikian, namun dia selalu mendukung dan menguatkan Shing Zhisu.
Dia selalu mengingatkan Shing Zhisu kepada putra mereka agar Shing Zhisu memiliki semangat kembali. Dia adalah Chang An, saat itu Chang An masih berumur lima tahun dan belum mengerti apa-apa. Yang dia tahu bahwa ayah dan ibunya sedang bersedih karena kepergian kakeknya.
Dua tahun berlalu sejak kematian ayah Shing Zhisu, namun tragedi yang menimpa keluarga Shing tidak berhenti disitu. Shing Zhisu dan Chang Hongli dikabarkan menghilang secara misterius meninggalkan tanggungjawab sebagai pemimpin keluarga Shing dan putra satu-satunya Chang An yang masih berusia tujuh tahun.
__ADS_1
Shing Bo yang saat itu mengetahui menghilangnya sang kakak dan kakak iparnya mengajukan diri sebagai penerus keluarga Shing menggantikang Shing Zhisu.
Namun tidak ada satupun tetua keluarga Shing yang menyetujui hal tersebut, sebelum Shing Zhisu menunjuk penerus dan menobatkannya, maka tidak ada satupun yang berhak atas kursi kepemimpinan keluarga Shing.