
Sementara itu putri Qin Lienhua terdiam tanpa menjawab pertanyaan sang ibu, tatapan nya sempat tertuju kearah Permaisuri Tang sejenak namun kembali berpaling ke sebuah tembok besar yang menjadi arah menghilangnya Yang Jian.
" Hua'er apa yang terjadi padamu, apa ada yang sakit?" Permaisuri Tang menatap bingung putrinya, seketika tangis permaisuri Tang kembali pecah, Kaisar Qin, penasihat kerajaan dan para tetua Sekte Naga Awan di buat terkejut karena sikap permaisuri Tang Rourou.
"Lihat ibu hua'er, apa kau mengenali ibu?" Tanya permaisuri sesenggukan, Qin Lienhua menatap wajah Permaisuri Tang namun dia tidak mengucapkan apapun, pikirannya masih jauh berkelana. Tangis Permaisuri Tang kembali pecah, kali ini suaranya lebih kuat dari sebelumnya.
"Ini...ini, apa kau tau ini berapa nak?" Permaisuri Tang mengangkat jari telunjuk dan jari tengah nya kedepan wajah Qin Lienhua. Semua orang yang melihat perbuatan Permaisuri Qin dibuat geleng-geleng, bagaimana bisa orang yang keracunan lupa ingatan? Begitulah pikiran mereka saat ini.
"Lihat...lihat yang mulia, Hua'er tidak mengenaliku dan dia juga tidak tau ini berapa." lapor permaisuri Tang sambil kembali mengangkat kedua jarinya ke arah kaisar Qin.
"Sudahlah permaisuri, putri kita baru saja sadar jadi wajar saja dia masih terlihat bingung. Sebaiknya kita bawa dia kembali ke kamar agar beristirahat." Kaisar Qin mengajak istri dan anaknya untuk segera masuk, dia tidak ingin Permaisuri Tang mempermalukan diri lebih lama.
Penasihat kerajaan mengusulkan agar tetua Sekte Naga Awan kembali berkunjung esok hari karena waktu juga sudah tidak memungkinkan.
Tetua Lin mengangguk " Baiklah, kami akan kembali berkunjung esok hari untuk menyelesaikan masalah ini. Sampaikan salam kami untuk kaisar dan permaisuri." Penasihat kerajaan pun mengantar kepulangan tamunya ke gerbang utama.
"Jika membutuhkan sesuatu segera hubungi kami, kami akan mengusahakan yang terbaik demi kesembuhan putri mahkota." Ucap Tetua Lin sebelum meninggalkan istana.
"Tidak perlu sungkan tetua." Penasihat membalas Tetua Lin dengan hormat.
~~
__ADS_1
Permaisuri Tang, Kaisar Qin, Tetua Tang dan Nona Bai yang juga hadir tengah menatap Qin Lienhua yang sedang duduk bersandar di tempat tidur nya. Namun yang di tatap acuh tan acuh dengan pikiran yang masih jauh melanglang buana. Tampak mereka berempat sedang sibuk dengan pikiran masing-masing.
"Ini aneh." Seru nona Bai yang masih menatap intens Qin Lienhua. " Apa ada orang yang masuk setelah kepergian kita?"
"Tidak mungkin, formasi pelindung yang kubuat masih utuh dan aku tidak merasakan ada orang yang menembus formasiku." Tetua Tang benar, setiap formasi yang di buat apabila di tembus orang lain akan terasa terhadap si pembuat formasi.
Biasa nya akan ada tanda khusus apabila ada seseorang yang berusaha menembus formasi selain orang-orang yang telah di setujui dapat melawati formasi tersebut.
Sejauh ini selain Tetua Tang sendiri, hanya Nona Bai, Kaisar Qin, Permaisuri dan Qin Lienhua yang di setujui dapat melewati formasi tersebut tanpa menimbulkan adanya reaksi khusus kepada Tetua Tang.
"Lebih tidak mungkin lagi jika Qin Lienhua sendiri yang menyembuhkan dirinya sendiri." Balas kaisar Qin. Semua orang terdiam, mereka juga sependapat atas ucapan Kaisar Qin.
Saat mereka meninggalkan Qin Lienhua, kondisinya masih lemah dan dalam keadaan tidak sadarkan diri. Namun sekarang, dia telah pulih seperti sedia kala. Siapa pun akan sulit menerima kenyataan ini apabila tidak melihat langsung kejadiannya.
"Dimana dia?" Tanya Qin Lienhua menatap Permaisuru Tang Rourou. Permaisuri Tang mengangkat sebelah alis nya kemudian mengalihkan tatapan nya kearah Kaisar Qin. Seolah mengerti arti tatapan sang permaisuri, Kaisar Qin mengangkat bahunya pertanda bahwa dia juga tidak tahu makna pertanyaan Qin Lienhua.
"Mungkin Hua'er ku benar-benar lupa ingatan." Gumam Kaisar Qin pelan namun masih bisa di dengar oleh yang lain.
"Apa itu masuk akal?" Tanya Kaisar Qin kembali menatap Nona Bai dan Tetua Tang. Serempak mereka berdua menggelengkan kepala menandakan bahwa mereka tidak setuju atas pendapat kaisar Qin sebelumnya.
"Apa yang kau maksud Yang Jian adalah pemuda yang berhadapan dengan putra bangsawan Liu?" Kaisar Qin yang baru menyadari tentang Yang Jian pun merasa penasaran. "Pemuda bersurai perak itu?" Tanya Permaisuri Tang memastikan.
__ADS_1
Tetua Tang yang juga mengingat seluruh peserta turnamen segera mengangguk. Memang tidak sulit mengingat setiap peserta turnamen karena jumlah mereka yang sedikit.
"Dia yang mengobatiku." Seru Qin Lienhua mengangkat tangan nya yang sudah sembuh. "Aku melihatnya menyentuh tangan ku." Tambah Qin Lienhua sambil mempraktekkan bagaimana cara Yang Jian menyentuh telapak tangan nya.. Benar, Qin Lienhua hanya melihat Yang Jian saat dia menyentuh tangan Qin Lienhua.
"Aku ingin berterimakasih padanya ayah, bisakah ayah memanggilnya kemari? Atau bisakah ayah mempertemukan kami?"
Semua orang yang mendengar permintaan Qin Lienhua serentak memegang kepala mereka dengan raut wajah prustasi. Terlihat jelas bahwa mereka menganggap Qin Lienhua berhalusinasi.
"Ehmmm, aku tau dia memang tampan tapi... Bukan kah masih terlalu awal?" Kaisar Qin yang salah paham menganggap bahwa putri kecilnya tertarik kepada Yang Jian.
"Aku belum setua itu untuk memiliki menantu." Kaisar Qin menghela nafas panjang sambil menggigit bibir bawahnya.
~~
"Ha ha ha... Bagus, bagus. Setidaknya kalian berguna juga." Pria berjubah hijau yang dipanggil Yang Mulia Raja tersebut sedang tertawamemandangi barang-barang hasil rampasan anak buah nya. Namun orang-orang yang berdiri di belakangnya bukan nya senang tetapi malah menunduk takut.
"Baiklah, untuk rencana selanjutnya aku mengandalkan kalian. Aku akan melakukan latihan tertutup, selama tidak ada aku kuharap tidak ada satupun di antara kalian mencoba untuk menentangku. Karena jika aku tau... Ke ujung dunia pun akan kuhabisi nyawa kalian." Pria tersebut menyeringai kejam dan melangkah pergi meninggalkan anak buah nya yang menunduk takut.
"Baik Yang Mulia."
~~
__ADS_1
Pagi ini suasana Sekte Naga Awan masih ramai, masih terlihat tamu-tamu undangan dan perwakilan sekte yang mengikuti turnamen mencari aktivitas masing-masing. Sekte Naga Awan sengaja memberikan ruang latihan khusus dan fasilitas bagi setiap perwakilan sekte selama dua hari sebelum turnamen kembali dilanjutkan. Hal ini dilakukan sebagai permohonan maaf atas di tundanya acara.
Tampak Yang Jian keluar dari kamar nya setelah membersihkan diri, dengan jubah khusus murid Sekte Batu Giok, rambut perak sepanjang bahu dan mata birunya yang indah namun dengan sorot mata setajam elang membuat siapapun akan merasa heran, bagaimana bisa anak yang bahkan belum genap tiga belas tahun mempunyai aura wibawa seperti itu.