Legenda Cultivator Pedang Suci

Legenda Cultivator Pedang Suci
Ch 72: Klan Yang


__ADS_3

Klan Yang adalah klan yang bernaung di salah satu wilayah di Kekaisaran Qin. Klan ini mempunyai kemiripan dengan Organisasi Bunga Mawar, yaitu tidak satupun orang yang berhasil mengukur sejauh mana kekuatannya.


Klan Yang telah berdiri selama seribu tahun yang lalu, hal ini juga yang menjadi pemicu kebesaran dan kekuatan nama Klan Yang. Orang-orang klan dipercaya memiliki cultivator tingkat tinggi, bergerak di dalam ekonomi yang hampir menguasai kekaisaran.


Oleh sebab itu banyak yang menganggap bahwa Klan Yang akan menjadi ancaman besar bagi Kekaisaran Qin di masa depan. Namun banyak juga yang sengaja menjalin kerjasama dengan dalih mempererat tali persaudaraan, namun dibalik semua itu banyak kontroversi yang terjadi.


Dan banyak juga yang melakukan hal tersebut dengan alasan memiliki pendukung yang kuat.


Di Klan Yang memiliki satu peraturan yang telah berlangsung sejak berdirinya klan, bahwasanya hanya putra atau putri langsung dari Sang Kaisar atau Yang Mulia Ratu yang akan menjadi Putera atau Putri Mahkota, dan akan terpilih menjadi calon kaisar atau ratu Klan Yang selanjutnya.


Baik itu lelaki maupun perempuan, akan menjadi penerus tahta klan yang selanjutnya, asalkan dia adalah putra atau putri pertama.


Namun peraturan yang berlangsung selama ribuan tahun tersebut sirna ketika Ratu Yang Shui menjabat sebagai Yang Mulia Ratu Klan Yang. Ratu Yang Shui dikenal sebagai ratu yang penuh kasih dan lemah lembut. Dia sangat dihormati dan disegani oleh klannya. Bukan karena takut, namun karena tulus menghormati sang ratu dari hati.


Sejak kematian ayah Yang Shui, dia dinobatkan menjadi penerus klan. Selama pemerintahannya dia didampingi oleh sang ibu, seorang pria yang menjadi pengawal pribadi setianya dan juga sang adik, Yang Quon.


Namun, kedamaian dan kesejahteraan pemerintahan Ratu Yang Shui tidak berlangsung lama, banyak masalah dan kejadian yang mempersulit posisinya. Hingga suatu saat sang ratu dikabarkan sedang mengandung seorang anak hasil perzinahan dari pengawal pribadinya, Yong Yelu.


Para petinggi klan mengecam Ratu Yang Shui, menganggap perbuatannya menodai kesakralan posisi pemimpin tertinggi Klan Yang. Tidak lama setelah itu, Yong Yelu dijatuhi hukuman penggal karena telah lancang menodai Yang Mulia Ratu Yang Shui.


Sementara Ratu Yang Shui, dia tetap memerintah klan dalam kondisi sedang mengandung. Walaupun banyak petinggi Klan yang menginginkan Yang Shui mundur dan menyerahkan tahta kepada sang adik, Yang Quon. Namun pendukung Ratu Yang Shui lebih banyak.

__ADS_1


Dengan alasan bahwa yang menjadi penerus klan adalah putera atau putri mahkota dan anak langsung dari kaisar dan ratu terdahulu. Ratu Yang Shui tetap memerintah Klan Yang. Titah ini juga karena atas dasar keputusan permaisuri Klan Yang, ibu kandung Yang Shui.


Tetapi selama delapan tahun kebelakang, penderitaan Ratu Yang Shui tidak berhenti. Dirinya selalu dihadapi dengan berbagai masalah, hingga menyangkut masalah nyawa sang putera mahkota, Yang Jian.


Tahun kedelapan, saat Yang Jian baru berusia tujuh tahun adalah puncak permasalahannya. Kediaman sang ratu dikabarkan terbakar. Hingga Ratu Yang Shui meninggal dalam insiden tersebut.


Itulah sebabnya, kini Klan Yang berada dibawah kekuasaan Kaisar Quon. Kaisar Licik dan arogan. Dia terkenal dengan sikap otoriter dan tanpa belaskasihan. Hingga membuat beberpa kelompok yang menjalin kerjasama dengan klan Yang menjadi tunduk dibawahnya.


Kini Kaisar Quon sedang berdiri tegak sambil membelakangi keempat panglima andalannya sambil menceritakan kisah sang kakak, Yang Shui.


"Dan kalian tahu siapa dalang dibalik kebakaran itu, penyebab dari kematian Yang Mulia Ratu Yang Shui?" Ucap Kaisar Quon dengan mata sedikit berkilat dan senyum iblisnya.


Ucapan Kaisar Quon membuat keempat panglima seketika menegang, bahkan panglima Chen yang terkenal akan sikap dingin dan cueknya juga ikut menegang selama beberapa detik.


"Dan itu dia lakukan saat masih berusia tujuh tahun." Sahut Jun pelan sambik bergidik ngeri.


Kaisar Quon tersenyum licik, dia mengelus dagunya dengan jemarinya pelan sambil menghela nafas berat. "Kau benar, dia melakukannya diusia dimana seorang anak masih tidur di pangkuan ibunya. Itu sebabnya dia diburu oleh semua anggota klan hingga sekarang. Dan mulai saat ini sudah menjadi tugas kalian untuk mencari keberadaannya."


Keempat panglima tersebut menunduk hormat dengan serempak, kemudian mereka pamit undur diri. Kaisar Quon mengangguk singkat. Masih dengan posisi berdiri membelakangi mereka. Seketika muncullah kabut tipis melingkupi keempat panglima, dalam hitungan detik kabut tersebut menipis bersamaan dengan tubuh mereka yang ikut menghilang.


Sepeninggal mereka, Kaisar Quon masih berdiri menatap langit malam yang pekat, tampak kilat merah masih menyambar membuat langit seolah retak. Dia berdiri menatap kejauhan, dia masih menikmati posisinya. Menjadi orang nomor satu di Klan Yang, Klan besar dan kuat setelah sebelumnya hanya menjadi peran pembantu bagi Yang Shui.

__ADS_1


~~


Sementara itu di Dunia Surgawi masih dengan keadaan yang sama. Langit malam masih menguasai Dunia Surgawi, dengan setitik cahaya penerang yang berasal dari tubuh Yang Jian.


Tubuh Yang Jian masih melayang di udara dengan sayap-sayap burung phoenix mengelilingi tubuhnya dan berputar-putar dengan irama yang sama. Dengan posisi masih duduk bersila dengan kedua tangan ditempelkan di depan dada.


Namun masih dalam menutup mata, tiba-tiba Yang Jian mengerang, kepalanya terasa sangat sakit. Ada banyak gambaran yang seolah masuk kedalam pikirannya. Gambaran-gambaran itu bergerak sangat cepat hingga membuat Yang Jian hampir mual.


Ada seorang gadis yang tengah berdiri di tepi kolam hitam yang sekelilingnya ditumbuhi pepohonan yang menjulang tinggi, tempat tersebut seperti disebuah hutan.


Parasnya sangat cantik dengan manik mata biru yang berbinar indah. Pandangannya mengarah kedepan, keatas permukaan danau dengan sorot mata penuh harap. Seolah sedang menunggu kedatangan seseorang, tak lama kemudian permukaan air kolam berguncang hebat, detik selanjutnya muncullah seekor naga besar dan terbang tinggi membelah langit, kemudian menukik turun ke arah gadis itu.


Gambaran dalam benak Yang Jian seketika berubah, kini lokasinya bukan lagi di hutan. Namun di istana Klan Yang.


Gadis yang sama, tengah duduk bersimpuh di lantai dengan kedua tangan mengatup di depan dadanya, matanya membengkak, seluruh wajahnya telah basah dipenuhi air mata. Di hadapannya berdiri seorang wanita paruh baya, namun pembawaannya membuatnya tampak berwibawa, dengan sebuah mahkota permaisuri di sela sanggul rambutnya.


"Katakan dengan jujur, siapa lelaki itu?" Bentak sang permaisuri dengan sorot mata marah dan penuh kekecewaan


"Dia..." Nafas gadis itu tersengal, seolah tidak memiliki tenaga bahkan untuk sekedar berbicara, air matanya masih bercucurann dengan deras. Kedua tangannya saling bertautan dengan erat.


"Dia..."

__ADS_1


__ADS_2