
Di atas tempat tidur yang megah tampak seorang gadis muda berbaring lemah, wajah dan bibir pucat nya tidak mengurangi keindahan yang terpancar dari diri gadis tersebut. Dia seolah sedang tertidur dengan damai yang tidak terusik masalah luar.
"Ini sulit yang mulai ratu, masalah kali ini bukan aku tidak mampu mengobati putri mahkota." Nona Bai menghela nafas sejenak. "Tetapi tiga jenis tanaman yang kita butuhkan untuk menawarkan racunnya sangat langka dan sulit di dapatkan. Terlebih lagi tanaman yang kita butuhkan harus yang berusia lima ratus tahun ke atas."
Nona Bai menjelaskan bahwa dia membutuhkan tumbuhan anggrek tujuh warna, akar ginseng dan rumput alang-alang.
Dia mengatakan bahwa yang dia miliki sekarang hanya akar ginseng dan tumbuhan alang-alang tetapi usia nya masih sekitar tiga ratus tahun, sementa untuk anggrek tujuh warna, dia sama sekali tidak memilikinya.
"Putri mahkota mempunyai waktu satu bulan sebelum racun nya akan benar-benar menyebar." Tangis Permaisuri Tang Rourou kembali pecah namun kali ini dia menangis dalam diam. Permaisuri Tang Rourou menggenggam jemari Qin Lienhua lembut dan mengecup punggung tangan nya.
"Untuk saat ini berikan ramuan ini untuk mencegah penyebaran racunnya dan menjaga tubuh putri mahkota agar tetap baik." Nona Bai memberikan tiga botol putih transparan, di dalam nya terdapat cairan merah muda yang mengeluarkan aroma khas obat yang menyengat.
"Apa tidak ada cara lain?" Kali ini kaisar Qin lah yang bertanya.
"Mohon maaf yang mulia tapi hanya itu yang dapat menolong putri mahkota." Nona Bai merasa bersalah mengatakan hal itu karena melihat raut wajah sedih orang nomor satu di kekaisaran tempatnya berpijak.
"Dimana kami bisa mendapatkan ketiga tanaman itu?" Permaisuri Tang mencoba menguatkan hatinya, bagaimana pun prioritas utama mereka adadal secepat mungkin menemukan tumbuhan yang menjadi penawar racun di tubuh Qin Lienhua.
"Untuk saat ini saya masih belum menemukan lokasi tepat nya permaisuri, namun saya memiliki beberapa kenalan yang mungkin mengetahui nya."
Kaisar, Tetua Tang maupun permaisuri masih belum lega mendengar nya sebelum tanaman itu benar-benar ada.
"Mohon maaf yang mulia, di depan ada utusan Sekte Naga Awan ingin berkunjung." Seorang pengawal kerajaan yang di tugaskan menjadi pintu kamar Qin Lienhua datang menghadap. Mendengar itu sorot mata kaisar Qin berubah tajam dengan rahang mengeras.
__ADS_1
Permaisuri buru-buru memegang lembut tangan kaisar untuk meredam amarah nya sambil menggelengkan kepala dan tersenyum kecil.
Kaisar melihat senyum sang istri namun tersimpan kesedihan yang mendalam, tidak ingin membuat sang permaisuri tambah sedih akhirnya Kaisar Qin mengalah dan membalas senyum permaisuri Tang Rourou.
"Saya akan menemui mereka di aula." Kaisar Qin beserta permaisuri Tang Rourou keluar kamar untuk menemui tamu mereka setelah menitipkan keselamatan Qin Lienhua kepada orang-orang kepercayaannya.
Sementara itu Nona Bai memutuskan untuk kembali ke kamar yang sudah disediakan khusus untuknya selama masa pengobatan Qin Lienhua.
~~
"Lalu mengapa saat pertama kali aku datang hanya kediaman mu yang memiliki qi, mengapa tidak seluruh dunia surgawi?" tanya Yang Jian masih dengan rasa penasarannya.
"Karena aku ingin."
"Hei dengar kau tidak perlu bersikap seolah aku mencuri barang berharga milikmu. Aku hanya ragu dengan otakmu yang tidak seberapa itu kau tidak akan mampu mencerna masalah ini. Jadi kupikir dengan menawarkan mu untuk main rumah-rumahan kau akan tertarik."
Yang Jian melongo mendengar penjelasan dragon bahkan kedua raja siluman di sebelah nya menggelengkan kepala tak habis pikir dengan jalan pikiran dragon yang menurut mereka luar biasa.
"Aku sudah memakan berbagai jenis daging panggang siluman, aku penasaran bagaimana rasa nya memakan siluman ribuat tahun atau apakah aku harus mencoba daging makhluk suci terlebih dahulu." Yang Jian yang emosinya sudah di atas ubun-ubun ingin sekali rasanya menguliti dan membakar dragon hidup-hidup.
Mendengar penuturan Yang Jian kedua raja siluman tersebut membulatkan mata, seluruh tubuh mereka gemetar ketakutan. "Aku juga penasaran rasa daging panggang bocah lemah dan bodoh." Balas dragon.
"Terserah aku masih mempunyai urusan lain." Kemudian Yang Jian pergi ke kebun miliknya untuk memetik beberapa tumbuhan herbal.
__ADS_1
Tiga puluh menit kemudian Yang Jian selesai meracik ramuan nya terakhir dia menggigit ujung jarinya lalu di teteskan ke dalam botol ramuan yang sebelumnya Yang Jian racik.
"Huft selesai." Gumam Yang Jian sambil menghapus keringat di keningnya.
~~
Saat Yang Jian keluar dari dunia surgawi hari sudah gelap dan orang-orang sudah berpetualang di dunia mimpinya. Yang Jian keluar dari kamar nya, kebetulan Sekte Naga Awan sebagai tuan rumah Turnamen Cultivator Muda menyediakan kamar penginapan bagi setiap perwakilan sekte dan tamu undangan.
Di luar Yang Jian melihat hanya beberapa cultivator saja yang berlalu lalang menjaga keamanan, Yang Jian memilih menjauhi mereka dan menyelinap keluar dari benteng sekte. Apabila Yang Jian keluar dari gerbang utama dia akan di interogasi bagaikan seorang penjahat.
Tiba di luar benteng Yang Jian melesat cepat dengan ilmu meringankan tubuh nya, gelapnya malam tidak membuat jarak pandang Yang Jian menjadi terbatas. Tidak butuh waktu lama akhir nya Yang Jian sampai di depan sebuah bangunan mewah dan luas.
Bangunan tersebut begitu indah dengan beberapa bagian tembok terbuat dari emas, tampak beberapa pengawal dan penjaga melakukan patroli dengan senjata lengkap di tangan masing-masing. Yang Jian menggunakan mata dewa nya untuk mencari aura seseorang.
Kemudian perlahan-lahan Yang Jian menyelinap dengan hati hati di antara tembok untuk menghindari penjaga, dia juga menyembunyikan auranya agar tidak mudah di deteksi jika ada cultivator legendari seperti Xiao Ming di bangunan tersebut.
Yang Jian tiba di depan sebuah ruangan, dia dapat merasakan ada orang lain di dalam ruangan tersebut. Yang Jian memilih menunggu di balik tembok besar sebelah kanan ruangan tersebut.
Tanpa sengaja Yang Jian mendengar ucapan orang-orang yang berada di dalam kamar tersebut, tidak lama kemudian orang-orang yang berada di ruangan tersebut keluar hingga menyisakan beberapa pengawal yang menjaga di depan pintu.
"Ada formasi pelindung." Yang Jian merasakan bahwa kamar tersebut di lapisi segel pelindung saat dia berusaha masuk melalui jendela samping.
"Bagaimana ini?" Yang Jian menggigit ujung jari jempol nya, jika dia menghancurkan formasi pelindung tersebut maka akan menimbulkan suara dentuman yang mengundang banyak orang menghampiri mereka.
__ADS_1
Seketika muncul cahaya keemasan dari tanda burung phoenix di kening Yang Jian dan menembus formasi pelindung tersebut kemudian muncul lubang besar seperti pintu masuk dari pancaran sinar di segel tersebut.