Legenda Cultivator Pedang Suci

Legenda Cultivator Pedang Suci
Ch 71: Yang Jian


__ADS_3

Tidak tahu sudah berapa lama Yang Jian bertarung di temani para rekannya, sudah beberapa kali Yang Jian keluar masuk Dunia Surgawi memulihkan diri dan melanjutkan kembali perburuannya. Dan sudah berapa tetes darah mengalir di tubuh Yang Jian dan dia sembuhkan kembali.


Pedang dan senjata Yang Jian yang lain juga sudah banyak memakan korban. Tidak terhitung berapa siluman yang meregang nyawa di tangan Yang Jian. Siang berganti malam, malam berganti dengan siang. Cuaca berubah-ubah. Musimpun kadang berputar. Yang Jian tidak menghitung sudah berapa lama waktu yang dia habiskan di Hutan Terlarang dan Dunia Surgawi.


Waktu berlalu begitu cepat, kini Yang Jian sedang melakukan semedi di atas batu kristal di dalam kediamannya untuk menyatukan darah para raja dan ratu siluman. Butuh waktu yang sangat panjang untuk melakukan penyerapan darah siluman tersebut, karena jumlahnya yang mencapai hampir ratusan ekor.


Yang Jian biasanya melakukan ritual penyerapan darah raja atau ratu siluman setelah melakukan pertarungan sesi pertama dan berlanjut hingga kini. Setiap pertarungan berlanjut maka jumlah korban Yang Jian akan semakin bertambah seiring dengan kekuatan Yang Jian yang semakin meningkat dengan pesat.


Begitu juga dengan segel Dunia Surgawi. Perlahan-lahan keluar cahaya putih dari segel tersebut, dan tampak beberapa retakan halus di sepanjang depan segel. Dragon tampak sedang menjaga segel tersebut untuk mengawasinya apabila ada kejadian yang tidak diinginkan.


Tiba-tiba seluruh tubuh Yang Jian diselimuti cahaya kuning keemasan, diikuti dengan segel dunia surgawi yang sebelumnya mengeluarkan cahaya, kini cahaya tersebut berubah warna menjadi kuning keemasan.


Semakin lama cahaya tersebut semakin kuat, namun tidak sampai membuat pandangan orang disekitar mereka terganggu. Tidak lama kemudian retakan-retakan di segel semakin lama semakin membesar, detik selanjutnya muncul ledakan besar dari segel Dunia Surgawi.


'Duarrr.'


Terdengarlah ledakan besar yang memekakan telinga, kekuatan ledakan tersebut hampir mengguncang seisi Dunia Surgawi membuat semua penghuninya panik dan merasa takut. Ditambah lagi segel yang telah meledak tersebut menyemburkan api panas semerah api gunung merapi di tengah malam.


Api tersebut menyebar cepat dan melahap pepohonan disekitar segel, setiap pohon yang di lewati api langsung menghintam dan berubah menjadi debu.

__ADS_1


Namun tiba-tiba langit di Dunia Surgawi berubah hitam, segelap malam. Bunyi petir saling bersahutan. Suasana mencekam tersebut membuat penghuni Dunia Surgawi saling memegang satu sama lain untuk memastikan bahwa mereka masih memiliki teman disisi mereka.


Bahkan dragon sekalipun membuka lebar matanya, gelapnya langit malam tidak membuat dirinya tenang, hanya ada perasaan campur aduk.


"Setelah sekian lama. Ternyata hari ini datang juga." Gumam dragon pelan. Tanpa sadar setetes air bening jatuh dari mata merah menyala dragon.


Saat tetesan air tersebut jatuh ketanah, perlahan mulai membesar. Semakin lama semakin membesar hingga melahap tubuh besar dragon. Kini seluruh tubuh dragon diselubungi oleh air bening, namun air tersebut perlahan-lahan berubah mereh, semerah darah.


Petir yang kuat menyambar bola air yang menutupi tubuh dragon. Bukan hanya sekali, namun berkali-kali. Detik selanjutnya, bola air tersebut mengkristal dan petir berhenti menyambar.


Sedangkan tubuh Yang Jian masih diselubungi cahaya emas, cahaya yang menguar dari tubuh Yang Jian membuatnya seperti bara api ditengah malam. Cahaya tersebut menjadi satu-satunya penerang di Dunia Surgawi.


Perlahan-lahan tubuh Yang Jian terangkat ke udara, seiring dengan putaran helaian burung phoenix yang melayang di udara, maka tubuh Yang Jian juga ikut melayang. Membuat Yang Jian seperti satu titik penerang di Dunia Surgawi.


~~


Orang-orang di Benua Daratan Tengah masih memperhatikan langit malam yang mendadak berubah lebah pekat dari pada biasanya. Sesekali tampak kilat merah menyambar dengan kuatnya, membuat langit tampak akan terbelah.


Suasana mencekam ini sudah terjadi sejak siang tadi, langit yang sebelumnya cerah mendadak berubah hitam seolah mendung tengah menggantung. Keadaan ini terus bertahan hingga kini, membuat para manusia bahkan cultivator yang disebut jauh lebih kuat dari manusia merasa ketakutan.

__ADS_1


Hal tersebut karena fenomena ini belum pernah terjadi sebelumnya. Bahkan peramal terbaik di seluruh kekaisaran sekalipun tidak mampu memprediksi hal ini.


Di sebuah klan, klan terbesar, terkuat dan termisterius di seluruh Kekaisaran Qin bahkan di yakini di keempat kekaisaran di Benua Daratan Tengah. Hal ini karena tidak ada yang tahu pasti seberapa kuatnya pelindung dan orang-orang di klan tersebut. Sehingga tidak ada yang mampu mengukur kekuatan klan tersebut, yang mereka tahu mencari masalah dengan klan ini maka sama dengan mencari malaikat pencabut nyawa.


Klan ini disebut dengan Klan Yang. Klan Yang bahkan sudah mirip seperti sebuah kekaisaran, sehingga petinggi utama klannya di panggil dengan sebutan Yang Mulia Kaisar.


Kaisar Quon, orang yang menguasai klan Yang saat ini juga melakukan hal yang sama. Dia tengah menatap langit dari balkon istana, didampingi empat panglima klan andalannya.


"Dia sudah kembali." Gumam Kaisar Quon pelan yang membuat keempat panglimanya mengkerutkan kening.


"Siapa yang ada maksud, Yang Mulia?" Tanya Jun, salah satu panggila tertinggi Klan Yang yang sangat menyukai panah, alih-alih menggunakan pedang seperti panglima lainnya.


"Yang Jian, makhluk buangan yang diincar seluruh klan. Dia sudah kembali."


"Yang Mulia, tadi Anda berkata 'makhluk buangan'? Apa maksudnya?" Wun, salah satu panglima Klan Yang yang memiliki tato sayap putih di seluruh tangan kirinya bertanya penasaran.


Tampak kilat merah di langit kembali menyambar, membuat suasana menjadi gelap terang selama beberapa saat.


"Dia adalah anak dari hasil perzinahan Yang Mulia Ratu Yang Shui dengan manusia rendahan, yang menjadi pengawal pribadi ratu. Ayahnya adalah seorang manusia gila yang terobsesi dengan tahta dan kekuasaan. Demi merebut Klan Yang, dia menodai Ratu Yang Shui agar dapat mengendalikan Klan melalui Yang Mulia Ratu."

__ADS_1


__ADS_2