
Yang Jian masih berperang dengan pikirannya sendiri sejak sore tadi, air mukanya yang biasanya cerah sedikit pucat. Mungkin efek beban pikirannya atau segel dalam dunia surgawi yang terus bergejolak mencoba menyerap qi dan energi kehidupan Yang Jian. Atau mungkin karena keduanya.
Dia sudah membicarakan tentang kepergian nya terhadap Tetua Shing dimana dia akan meninggalkan Sekte Naga Awan esok hari saat di langsungkannya turnamen.
Namun yang menjadi masalah nya, bagaimana caranya meninggalkan Chang An beserta yang lainnya tanpa menimbulkan masalah yang akan mempersulit Yang Jian pergi berkelana secepat mungkin.
Yang Jian merasa tidak enak hati meninggalkan Chang An diam-diam, walaupun Tetua Shing telah berjanji akan membuat kepergian Yang Jian nyata tanpa menimbulkan masalah namun itu lain cerita untuk guru Chang An. Dia pantas tau semua nya dari mulut Yang Jian sendiri.
Namun apabila pamit sebelum pergi, bisa Yang Jian pastikan seratus bahkan seribu persen. Chang An tidak akan menerima alasan apapun untuk mengizinkan Yang Jian pergi tanpa membocorkan rahasia dunia surgawi. Dan itu bukan pilihan yang dapat Yang Jian ambil saat ini.
"Huft..." Yang Jian menghela nafas dalam, dia sungguh di buat bingung. "Apa aku pergi malam ini saja? Itu akan mengurangi resiko orang-orang yang dapat melihat kepergianku." Gumam Yang Jian kepada dirinya sendiri.
"Kau masih punya kesempatan untuk bertemu gurumu kapanpun kau mau jika nyawamu masih di tubuhmu." Ucapan dragon segera menyadarkan Yang Jian akan kondisi tubuhnya yang terus menurun.
"Kali ini kau benar, aku tidak bisa meremehkan kondisi ku. Karena hal ini berhubungan dengan nyawaku." Yang Jian akhirnya memutuskan untuk pergi saat malam sudah sangat larut saat semua orang sudah berpetualang di dalam dunia fantasi masing-masing.
~~
Pagi yang cerah kembali menyapa Sekte Naga Awan, aula turnamen tampak sudah di isi dengan cultivator yang telah duduk rapi di kursi masing-masing.
Tampak ketiga juri yang sebelumnya menjadi wasit pertandingan juga telah menduduki posisi masing-masing. Tetapi pertandingan belum di mulai karena waktu pertandingan masih lama di mulai.
Berbeda dengan perwakilan Sekte Batu Giok, tampak ada orang baru yang mengisi dua kursi yang sebelumnya kosong, mereka adalah Tetua Shing dan tetua wanita yang mengikutinya semenjak tiba di Sekte Naga Awan.
__ADS_1
Namun, yang menjadi perhatian bukan Tetua Shing. Tetapi Tetua Chang dan Tetua Han Li yang terus menatap ke arah ruangan tempat peserta turnamen. Jelas dari raut wajah mereka rasa khawatir dan kegelisahan yang luar biasa. Terlebih Chang An yang sedikit pucat.
"Sudah ku katakan kan, Yang Jian baik-baik saja. Dia mempunyai tugas penting dari patriak jadi dia lebih dulu pergi. Kau tidak perlu bersikap berlebihan seolah-olah muridmu pergi selamanya." Tetua Shing yang memperhatikan gerak-gerik Chang An sedari tadi akhirnya buka suara.
Pagi tadi saat baru saja terjaga dari tidurnya, Tetua Shing telah menemui pihak penyelenggara turnamen bahwa salah satu murid mereka mengundurkan diri dari turnamen dengan alasan misi darurat dari patriak mereka.
Alasan ini memang sedikit sulit diterima mengingat cultivator semuda Yang Jian sudah menjalankan misi darurat yang diperintah langsung oleh patriak. Apalagi para juri telah melihat sendiri kemisteriusan kehebatan Yang Jian, mereka sangat menyayangkan kemunduran Yang Jian dari turnamen.
Namun Turnamen Cultivator Muda bukan turnamen terikat, jadi tidak ada peraturan khusus mengenai peserta yang mengundurkan diri.
"Ini perintah patriak Feng, kalau kau keberatan kau bisa menanyakan nya kepada patriak saat kita kembali ke sekte." Ucap Tetua Shing tanpa menoleh ke arah Chang An.
Chang An mengepalkan tangannya kuat dibawah kursi, dia tidak senaif itu untuk langsung mempercayai perkataan Tetua Shing. Di banding siapapun dia jelas lebih mengetahui bagaimana kelicikan Tetua tersebut.
"Aku tidak bisa mengatakan 'semua akan baik-baik saja' saat ini, tetapi percayalah aku akan membantumu untuk mencari tahu masalah ini sampai tuntas. Yang Jian, dia bagai rumput liar yang akan tetap tumbuh walau di injak sekalipun." Han Li mencoba menenangkan Chang An saat melihat wajah sahabatnya tersebut sudah merah padam.
"Yang Jian bukan tipe orang yang akan mengambil tindakan tanpa ada alasan yang kuat di balik semua itu. Aku percaya padanya." Nada suara Chang An getir, tampak dia sedang menahan banyak rasa yang bergejolak dalam dadanya. Mungkin rasa amarah, takut, kecewa, sakit hati atau gabungan dari semua itu.
~~
Meninggalkan turnamen yang tidak dirinya ketahui akhirnya. Siapa pemenang turnamen cultivator musim ini, Yang Jian akhirnya tiba di depan sebuah gerbang yang menjulang tinggi, setelah berjam-jam menempuh perjalan dari Sekte Naga Awan, kini Yang Jian telah sampai ke tempat tujuan pertamanya. Organisasi Bunga Mawar.
Tembok yang kokoh dan tinggi tersebut dilengkapi dengan ukiran bunga mawar merah, merah semerah darah. Setiap sisi temboknya nya terdapat duri-duri yang tajam.
__ADS_1
Namun, yang lebih menarik perhatian adalah pelindung tak kasat mata dengan kekuatan tinggi yang melingkupi tembok tersebut. Terlihat jelas bahwa pelindung tersebut bukan pelindung sembarangan.
Tetapi ada satu hal yang membuat Yang Jian mengerutkan dahi. Tidak ada penjaga atau pengawal?
Ini aneh, organisasi besar ini memang aneh sekaligus unik dalam waktu bersamaan.
Tidak mau banyak berpikir, Yang Jian mencoba menelusuri tembok tersebut untuk mencari pintu masuk. Yang Jian menyadari kekeliruannya, dia tidak mencari tahu bagaimana cara menggunakan jasa Organisasi Bunga Mawar lebih detail.
'Trakkk...'
Tiba-tiba muncul dua orang mengenakan jubah yang sama dengan tanda kelopak bunga mawar berwarna oren. Yang Jian ingat mengenai warna-warna dari setiap kelopak yang dimiliki anggota Organisasi Bunga Mawar. Oren merupakan tingkatan ketiga dari anggota organisasi.
Kemunculan kedua pria berjubah tersebut membuat Yang Jian tersentak kaget, pasalnya Yang Jian tidak merasakan kehadiran siapapun sebelum kemunculannya.
~~
Yang Jian beserta kedua pria yang menemui Yang Jian memasuki portal yang menjadi pintu masuk organisasi, meskipun Yang Jian sudah mendapat informasi mengenai organisasi ini, namun apabila melihat langsung rasanya akan berbeda. Yang Jian tidak henti-hentinya brrdecak kagum melihat kemisteriusan Organisasi Bunga Mawar.
Pantas saja Yang Jian kesulitan menemukan pintu masuk tembok organisasi, itu karena ada portal khusus yang menjadi penghubung luar tembok ke dalam organisasi yang hanya dapat di pergunakan oleh anggota organisasi.
Beberapa saat kemudian Yang Jian telah tiba di dalam sebuah ruangan seperti ruang bawah tanah dengan tembok yang masih di lengkapi ukiran bungan mawar.
"Ikuti kami!" salah seorang pria yang menuntun Yang Jian membawanya memasuki sebuah ruangan yang bertuliskan 'Kelopak Jasa'.
__ADS_1