Legenda Cultivator Pedang Suci

Legenda Cultivator Pedang Suci
Ch 107: Kerugian Kota Batu


__ADS_3

"Terimasih Tuan Muda Lin, atas kesediaan anda menjaga serta mengamankan rakyat Kota Batu." Ucap Bangsawan Jingmi tulus ketika berhadapan dengan Lin Fan. Murid dari Sekte Awan Putih yang di tugaskan menjaga ruang bawah tanah.


Ruangan tersebut cukup luas hingga mampu menampung ribuan orang. Kondisi di dalam ruangan juga cukup mewah lengkap dengan perabotan dan penerangan, hingga tampak seperti kediaman pada umumnya.


"Sudah menjadi tugas dan tanggung jawab saya, Tuan Jingmi. Anda tak perlu sungkan." Balas Lin Fan hormat membuat Bangsawan Jingmi tersenyum kecil.


Raut muka kelelahan tercetak jelas di wajah Bangsawan Jingmi. Dan juga raut wajah bersalah yang lebih kentara saat tatapannya jatuh kepada ribuan masyarakat Kota Batu yang menatap Bangsawan Jingmi dengan senyum tulus seolah menyampaikan rasa terimakasih karena telah berbaik hati meminjamkan kediamannya untuk melindungi diri.


Namun tatapan tulus orang-orang tersebut bukannya menenangkan tetapi menambah rasa bersalah bagi Bangsawan Jingmi. Menggelengkan kepala perlahan, Bangsawan Jingmi menayakan mengenai apakah masih ada tempat lainnya di mana masyarakat Kota Batu bersembunyi.


"Di Sekte Awan Putih, Tuan Jingmi." Jawab Lin Fan. Lin Fan menjelaskan jika jumlah masyarakat yang berhasil di selamatkan bukan hanya di tempat ini saja. Melainkan sebagian diantara mereka diamankan di markas Sekte Awan Putih dengan jumlah lebih banyak dari masyarakat di ruangan bawah tanah Bangsawan Jingmi. Sekte Awan Putih juga menjadi salah satu lokasi yang tidak terjamah pertempuran selama dua hari ini.


Lin Fan juga menambahkan jika jumlah masyarakat Kota Batu yang berhasil di selamatkan diperkirakan mencapai lima ribuan orang. Di mulai dari masyarakat biasa, keluarga pedagang kecil hingga pedagang kaya, para sarjana, pasukan pelindung Kota Batu, pelayan, pekerja di pemerintahan Kota Batu, serta keluarga Bangsawan Jingmi.


"Angka tersebut belum tetmasuk jika ditambahkan dengan jumlah para cultivator dari Sekte Awan Putih." Ucap Lin Fan menutup penjelasannya. Itu artinya jumlah lima ribu orang tidak termasuk dengan jumlah para cultivator Sekte Awan Putih.


Jumlah cultivator di Sekte Awan Putih juga ribuan orang. Jumlah yang cukup banyak untuk sekte sekelas sekte menengah. Cultivator di Sekte Awan Putih mungkin mampu menyelamatkan keberlangsungan hidup mereka sendiri beberapa waktu, tetapi berbeda cerita jika itu adalah manusia biasa.


Mendengar itu membuat kepala Bangsawan Jingmi semakin berdenyut. Dirinya tidak pernah membayangkan berapa kerugian akibat penyerangan ini. Belum lagi bayangan bagaimana cara mereka melanjutkan kehidupan kedepannya. Akan banyak masyarakat yang tidak memiliki tempat untuk menetap dan tempat untuk mencari nafkah.

__ADS_1


Lin Fan dan para masyarakat yang mengetahui itu tentu menyadari sebab kegelisahan Bangsawan Jingmi dan mereka menyadari betul tentang itu. Namun mereka menutup mulut dan tak tahu harus mengambil langkah seperti apa.


"Baiklah, jika Tuan Muda Lin tidak keberatan, bagaimana jika Tuan Muda mengantar saya menuju Sekte Awan putih untuk mengecek situasi disana." Tanya Bangsawan Jingmi pelan. Dirinya perlu memastikan situasi lebih lanjut sebelum mendiskusikan langkah apa yang harus mereka ambil.


"Tak perlu sungkan, Tuan Jingmi." Balas Lin Fan seraya berlalu mengawal Bangsawan Jingmi menuju Sekte Awan Putih.


~~


Kondisi di Sekte Awan Putih tidak jauh berbeda dengan ruangan bawah tanah Bangsawan Jingmi. Patriak Sekte Awan Putih, Patriak Wen Huan dan para tetua sekte tersebut tampak menghela nafas kasar saat memandangi ribuan orang-orang yang berada di sekte tersebut.


Mereka juga memiliki pemikiran yang sama. Setelah kehancuran Kota Batu, bagaimana cara mereka dalam bertahan hidup selanjutnya? Bagaimana cara untuk mengatasi kerugian besar ini? Terlebih lagi banyak manusia biasa di sekte tersebut.


"Maaf Patriak Wen Huan, di depan ada Bangsawan Jingmi beserta rombongannya tengah menunggu kedatangan Patriak."


Patriak Wen Huan menoleh sejenak kemudian menganggukakan kepala, setelah itu berjalan keluar diikuti dengan para tetua Sekte Awan Putih.


~~


Beberapa waktu telah berlalu sejak kemunduran Sekte Ular Sembilan dan Sekte Cakar Iblis, dan pertarungan berakhir. Malam telah berlalu dan fajar menyambut. Kekacauan parah telah berhasil di tangani, walau masih banyak kerusakan yang harus di perbaiki.

__ADS_1


Sesaat setelah mayat-mayat di bereskan, kelompok Organisasi Bunga Mawar memutuskan untuk kembali ke markas utama mereka. Dikarenakan Organisasi Bunga Mawar memiliki kontrak tertentu saat jasa mereka dipakai, saat misi berakhir maka kontrak juga selesai.


Pemimpin kelompok Organisasi Bunga Mawar menyerahkan surat berstempel khusus Organisasi Bunga Mawar yang ditujukan kepada Bangsawan Jingmi, pertanda kerjasama selesai. Pemimpin kelompok itu juga menyatakan bahwa mereka tidak akan menerima hadiah atas jasa mereka, melainkan akan menyumbangkannya terhadap kas Kota Batu untuk belanja pembangungan kota tersebut.


Keputusan organisasi itu tentu diterima baik dan penuh sukacita oleh pihak Kota Batu.


Berbeda dengan Organisasi Bunga Mawar, kelompok sekte putih netral memutuskan untuk menetap lebih lama di Kota Batu dengan alasan untuk memeriksa sedikit kebenaran informasi yang mengganggu pikiran mereka.


Seperti saat ini, kelompok sekte putih netral tengah berkumpul di salah satu aula kosong kediaman kedua Bangsawan Jingmi untuk mendiskusikan beberapa hal. Duduk melingkar seperti meja bundar, dan di ujung meja, tepatnya di kepala terdapat Tetua Fang, Tetua Tang dan Tetua Tuoli yang memimpin rapat.


"Apakah surat-surat itu telah dikirim?" Tanya Tetua Fang. Surat yang dimaksud adalah surat laporan mengenai misi mereka di Kota Batu yang dikirim kepada masing-masing sekte. Pertanya Tetua Fang dibalas anggukan sopan dari setiap perwakilan sekte.


"Baiklah. Kami juga telah mendiskusikan perihal ini dengan Bangsawan Jingmi. Kemungkinan kita harus menunggu kurang lebih dua pekan sebelum keputusan Kaisar turun." Lanjut Tetua Fang.


Saat Bangsawan Jingmi dan Patriak serta tetua Sekte Awan Putih melakukan rapat mendadak akibat kerugian besar Kota Batu. Pihak dari sekte putih netral juga turut hadir dalam diskusi tersebut. Dan keputusan yang mereka ambil adalah dengan mengajukan proposal bantuan dana dari pihak Kekaisaran Qin. Dan juga sumbangan dari Sekte besar dan menengah aliran putih netral.


Mereka hanya perlu menunggu beberapa waktu hingga surat tiba di masing-masing tempat tujuan pengiriman dan menunggu apakah proposal pengajuan bantuan dana perbaikan Kota Batu di terima atau tidak.


Mendengar nama kekaisaran, Qin Lienhua membulatkan matanya. 'Mungkin jika aku mengirim pesan untuk ayahanda maka pihak kekaisaran akan campur tangan.' Gumam Qin Lienhua dalam hati. Bagaimana pun sebagai putri mahkota Kekaisaran Qin, dirinya tidak bisa duduk diam tenang menyaksikan rakyatnya sengsara.

__ADS_1


__ADS_2