
Setelah menawarkan bantuan penyembuhan kepada Chang Hongli, Yang Jian kembali memasuki Dunia Surgawi guna memeriksa perkembangan pemulihan Yang Shui. Berbeda semenjak terakhir kali Yang Jian menemui Yang Shui. Tampaknya kondisi pemimpin Klan Yang tersebut mengalami peningkatan yang cukup signifikan. Mengingat bagaimana cara Yang Jian memperlakukan Yang Shui pastinya akan menoreh hasil sebaik ini.
Cukup puas dengan hasilnya, Yang Jian kembali menyalurkan energi qi murni miliknya dengan porsi cukup kemudian mendudukkan Yang Shui ditengan kolam air qi dengan posisi lotus. Yang Jian juga secara pribadi memerintahkan para raja dan ratu siluman untuk menjaga Yang Shui dengan baik.
Berbalik ke gua kediaman dragon, tampak kondisinya masih sama dengan terakhir kali. aliran-aliran listrik berwarna menari-nari di seluruh permukaan tubuh dragon yang mengkristal. Menghela napas pelan, Yang Jian memutuskan mengumpulkan ramuan dan obat-obatan untuk meramu pil dalam rangka mengobati tubuh Chang Hongli. Butuh beberapa waktu bagi Yang Jian hingga selesai membuat pil.
Yang Jian secara pribadi menerapkan beberapa metode penyembuhan Chang Hongli. Yang pertama adalah dengan mengeluarkan racun sedikit demi sedikit yang di ikuti dengan penguatan tubuh dan sumsum tulang. Kedua adalah pembersihan darah dan yang terakhir adalah pemerataan qi yang telah terkumpul selama bertahun-tahun lamanya. Agar tidak terjadi aliran kekacauan qi dalam tubuh Chang Hongli.
Kembali keruang bawah tanah, Yang Jian hanya menghabiskan waktu kurang lebih lima belas menit selama di Dunia Surgawi. Dimana bahkan Chang Hongli dan Shing Zhisu tidak satupun menyadari jika pemuda tampan di ruangannya tersebut baru saja meninggalkan tubuhnya untuk berjelajah ke tempat lain.
Yang Jian perlahan bangkit dari duduknya dan memberi isyarat kepada Chang Hongli untuk memulai pengobatan. Dengan patuh Chang Hongli mengikuti isyarat Yang Jian dan berjalan ke sisi ranjang. Chang Hong Li duduk secara bersila dengan posisi membelakangi Yang Jian.
Untuk pengobatan pertama adalah mengeluarkan racun secara bertahap yang telah lama bersarang di tubuh Chang Hongli, karena kondisi tubuh Chang Hongli tidak cukup kuat untuk mengkonsumsi ramuan tingkat tinggi, Yang Jian hanya menyerahkan pil tingkat menengah.
Tanpa bertanya Chang Hongli segera menelan sebutir pil berwarna hijau muda berukuran kecil. Hanya sekali tarikan napas sejak pil berhasil masuk, Chang Hongli merasakan sensasi panas dan menusuk dalam tubuhnya seolah ribuan jarum api menusuk-nusuk organ dalamnya tanpa ampun.
__ADS_1
Tubuh Chang Hongli memucat, bulir sebesar biji jagung perlahan membasahi setiap sudut kulit, yang diikuti dengan tubuh bergetar hebat. Chang Hongli menggigit lidahnya berusa sekuat mungkin untuk mempertahankan kesadaran hingga tanpa sadar lidahnya terluka mengeluarkan darah segar.
Hal tersebut berlangsung cukup lama, Chang Hongli tetap berusa untuk melawan semua rasa sakit yang menggerogoti tubuhnya. kedua tangan pria paruh baya tersebut terkepal erat hinggal menambilkan buku-buku jari yang memucat bagai kertas putih. Darah segar tak henti-hentinya menetes dari sudut mulut Chang Hongli.
Melihat itu membuat Shing Zhisu terduduk lemas ditanah sambil merapalkan kata-kata penyemangat dalam hati. Air mata bercucuran di pipi Shing Zhisu. Wanita itu menangis dalam diam menyaksikan bagaimana sang suami berjuang melawan rasa sakitnya.
Yang Jian masih dalam posisi berdiri dengan tenang, namun melihat Chang Hongli hampir kehilangan kesadarannya membuat Yang Jian akhirnya mengulurkan tangan kanannya dan menempelkan di pundak Chang Hongli.
Aliran qi murni segera saja mengalir dari telapak tangan Yang Jian dan memasuki tubuh Chang Hongli sedikit demi sedikit. Sekilas tampak cahaya keemasan melingkupi tubuh Chang Hongli, namun hanya Yang Jian yang mampu menyaksikan hal tersebut.
Perlahan-lahan tubuh Chang Hongli berhenti bergetar, warna muka yang sebelumnya memutih mulai menampakkan sedikit warna kuning langsat. Namun belum cukup jelas jika mengambil kesimpulan jika kondisi Chang Hongli kembali pulih.
Setelah dirasa cukup, Yang Jian kembali memasukkan pil penguat tubuh ke mulut Chang Hongli dan membantunya untuk melarutkan pil tersebut agar segera terserap keseluruh tubuh Chang Hongli.
Yang Jian melihat jika jumlah racun di tubuh Chang Hongli tidak terlalu banyak, namun karena telah lama bersarang ditubuhnya mengakibatkan racun tersebut semakin kuat.
__ADS_1
Dengan sekali percobaan pembersihan racun, Jumlah racun yang berhasil dikeluarkan sekitar dua puluh lima persen. Dengan kata lain Yang Jian paling tidak harus mengulangi proses tersebut sebanyak tiga kali lagi untuk memastikan tidak ada racun yang tersisa.
Mengistirahatkan tubuh Chang Hongli selama satu jam, Yang Jian kembali mengulangi proses yang sama hingga racun benar-benar di bersihkan.
Tak terasa waktu telah berlalu dan waktu telah menunjukkan pagi hari, akhirnya Yang Jian berhasil mengeluarkan tujuh puluh lima persen racun dalam tubuh Chang Hongli. Yang Jian tidak dapat melanjutkan percobaan keempat karena kondisi tubuh Chang Hongli yang sangat lemah. Pada akhirnya Yang Jian memutuskan untuk melanjutkannya jika kondisi pria paruh baya tersebut memungkinkan.
Menunggu pemulihan tubuh Chang Hongli, Yang Jian memutuskan untuk mengunjungi Bangsawan Jingmi. Dan disini lah Yang Jian berada, di ruang kerja Bangsawan jingmi bersama dengan beberapa tetua Kota Batu untuk meninjau pelaksanaan pemulihan kota.
"Kami telah merancanakan program singkat untuk mempercepat proses pemulihan. Silahkan diperiksa, Tuan Muda." Dengan penuh kehati-hatian, Bangsawan Jingmi menyerahkan beberapa kertas yang dijalin menjadi satu, di kertas tersebut tampak dituliskan rincian mengenai biaya dan bahan apa saja yang dibutuhkan.
Yang Jian yang tengah duduk di depan persis di kursi sebelah Bangsawan Jingmi tampak acuh tak acuh meraih kertas tersebut. Sikap Yang Jian yang sulit ditebak membuat Bangsawan Jingmi serta beberapa tetua kota yang berada diruangan tersebut terdiam tanpa satupun berani berbicara.
Diam-diam Bangsawan Jingmi dan para tetua kota melirik Yang Jian dari ekor matanya untuk melihat ekpresi Yang Jian ketika membaca laporan tersebut kata demi kata. Jantung mereka seolah terpacu kuat kala mendapati Yang Jian tidak menunjukkan ekpresi sedikitpun untuk menunjukkan pikirannya.
Setelah dirasa cukup, Yang Jian meletakkan kembali kertas tersebut di atas meja tanpa melirik Bnagsawan Jingmi, bahkan Yang Jian tidak menyuarakan pendapat apapun. Hal itu justru membuat Bangsawan Jingmi merasa was-was apabila Yang Jian merasa tidak puas akan program yang mereka susun.
__ADS_1
"Tanyakan apapun." Setelah hening cukup lama, akhirnya suara Yang Jian memasuki indera pendengaran mereka, suara yang dalam dan datar.
Mendengar itu membuat Bangsawan Jingmi dan para tetua kota mengangkat kepala secara bersamaan. Saling melempar tatapan bertanya untuk memperjelas apa maksud dari ucapan Yang Jian.