
Suara auman dan erangan siluman saling bersahutan, seolah sedang memanggil bala bantuan. Pohon-pohon berguncang hebat akibat energi kuat yang dikeluarkan dari suara keras siluman.
Angin bertiup kencang, dan suasana menjadi semakin sesak. Burung-burung yang sedang hinggap di dahan pepohonan seketika beterbangan ke atas udara. Ukuran burung tersebut dua kali lipat lebih besar dari burung yang pernah Yang Jian temui. Mengepakkan sayap-sayapnya dan menari indah di atas lokasi pertempuran dua kubu yang sama sekali tidak seimbang.
Seluruh tanah Hutan Terlarang seolah terguncang, sesaat Yang Jian juga ikut bergoyang akibat guncangan dahsyat di tanah pijakannya. Pohon-pohon berjatuhan ke tanah seiring dengan guncangan yang semakin lama semakin kuat. Tidak berapa lama, muncullah segerombolan siluman dengan jenis dan ukuran yang beragam.
Jumlah siluman tersebut ribuan, Yang Jian menggunakan mata dewanya untuk mendeteksi seberapa banyak hewan buruan yang akan dia panen kali ini. Dan jumlah yang sangat fantastis Yang Jian temukan.
"Baiklah, mulai sekarang aku akan mulai serius." Ucap Yang Jian sambil memamerkan senyum manisnya yang berlangsung selama beberapa detik.
Sedangkan Jiji dan Yiyi yang mendengar penuturan Yang Jian seketika membulatkan matanya. Itu artinya sedari tadi Yang Jian belum mengeluarkan segenap kekuatannya dan belum serius bertarung.
Apalagi saat Yang Jian melepaskan qi yang dhasyat dari tubuhnya, aura cultivator puncak warior star menguar dari tubuh Yang Jian.
"Apa?" Yiyi memekik namun segera menahan suara dengan membakap mulutnya dengan kedua tangannya.
" Bukankah selama ini kita melihat jika praktik Kakak Yang masih berada di puncak warior? Bagaimana bisa semudah ini bisa menembus tiga tahap sekaligus?" Yiyi tidak bisa menahan rasa bingung dan penasarannya.
"Tidak salah lagi. Kakak Yang selama ini menyembunyikan tingkat praktiknya." Timpal Jiji semakin kagum melihat Yang Jian. Muncul dalam hatinya semangat untuk berlatih lebih keras lagi agar tidak mengecewakan Yang Jian.
Kini tingkat praktik Jiji dan Yiyi berada di tingkat cultivator warior tahap menengah. Perkembangan yang cukup pesat mengingat waktu latihan mereka di Dunia Surgawi lebih cepat dari dunia aslinya.
__ADS_1
Dengan ganas Yang Jian menerjang lautan siluman yang berdiri tegak di hadapannya. Para siluman tersebut tidak langsung menyerang sekaligus, mereka seolah memiliki pengetahuan untuk menunggu giliran menghabisi Yang Jian.
Dan ini jelas menguntungkan Yang Jian, dengan begitu Yang Jian akan lebih di ringankan dan tidak perlu khawatir akan adanya pergerakan atau serangan diam-diam yang tidak bisa dia halau.
Yang Jian kembali bergerak lincah, tubuhnya berliuk-liuk mengikuti arah serangan siluman agar mampu dia hindari. Tidak lupa pedang suci yang semakin banyak mencabut nyawa siluman. Untuk memundahkan Yang Jian, dia kwmbali mengeluarkan bola-bola api dan petir-petir kuat yang menggelegar mengguncang tanah Hutan Terlarang.
Tidak tahu sudah seberapa jauh radius dari akibat guncangan pertarungan mereka. Yang Jian tidak berhenti di situ dia berlari kencang sambil menabur racun pelumpuh yang hanya bisa dihilangkan jika Yang Jian menginginkannya. Dan hanya Yang Jian yang dapat melakukannya.
Bagi raja dan ratu siluman yang mampu Yang Jian lumpuh segera di kirim ke Dunia Surgawi untuk diamankan. Dan dragon bertugas untuk mengamankan raja dan ratu siluman sebelum menjalin kontrak dengan Yang Jian.
Sebuah kandang besar yang telah di lapisi energi pelindung yang kuat telah disediakan oleh dragon tempat pengumpulan raja atau ratu siluman tersebut.
Ratu lebah menyengat lawannya terlebih dahulu sebelum membunuh mereka satu persatu. Dengan cepat ratu lebah terbang dang menyerang siluman dengan bisa mematikannya. Para siluman tumbang dengan kebingungan. Melihat tiga raja dan ratu siluman malah membantu manusia pemberontak yang seharusnya mereka bunuh karena telah lancang mengganggu kediaman mereka.
Namun, insting berburu membuat siluman-siluman tersebut seolah tidak mampu membedakan mana kawan dan mana lawan. Bahkan ada beberapa siluman yang saling menyerang satu sama lain dan membuat susasa pertempuran semakin panas.
Raja Kingkong membuka mulut lebar-lebar, dalam satu hembusan nafas, kobaran api yang cukup besar muncul dan membakar siluman di sekitarnya. Tidak berhenti disitu, dari tangan raja kingkong muncul bola-bola api yang sangat panas.
Bola api tersebut di tembakkan kelautan siluman, hingga beberapa titik lokasi siluman terbakar dan melahap beberapa siluman ratusan tahun dan mati mengenaskan. Belum lagi raja kingkong yang masuk ketengah-tengah kawanan serigala bertaring.
'Auuu.'
__ADS_1
Kawanan serigala tersebut menyerang raja kingkong secara membabi buta, salah satu taring serigala mengenai ujung kaki kingkong. Hal itu sontak membuat raja kingkong mendengus marah. Dengan ganas dia melompat dan menggigit leher siluman tersebut hingga mati.
Melihat darah yang mengalir di tubuhnya membuat raja kingkong semakin ganas dan menyerang siluman dengan brutal. Bahkan mencabik-cabik tubuh beberapa siluman sambil mengaum marah.
Sedangkan raja kalajengking, dia menyemprotkan racun-racun tingkat tinggi kearah kawanan gajah-gajah raksasa. Sebelumnya, Yang Jian telah memberikan racun tingkat tinggi racikannya kepada raja kalajengking sebagai senjanya saat pertarungan besar tak terelakkan.
Ekor panjang dan hitam raja kalajengking bergerak kesana kemari menusuk tubuh-tubuh besar siluman gajah dan menyebarkan racunnya sendiri.
Raja kalajengking bergerak cepat memasuki segerombolan gajah yang mulai mengelilinginya dari berbagai arah dan mulai bergerak menyerang. Beberapa kali tubuh raja kalajengking dihempaskan oleh siluman gajah, namun raja kalajengking mengambil kesempatan menancapkan racunnya.
Gajah-gajah yang lumpuh segera lenyap tak tersisa bagai di telan bumi. Beberapa siluman yang melihat itu merasa bingung dan mulai waspada. Yang mereka tidak tahu bahwa siluman tersebut tidak sepenuhnya lenyap, namun ditarik masuk kedalam Dunia Surgawi.
Semakin lama, semakin banyak jumlah siluman yang mati dan menghilang. Dan kandang tempat penyimpanan raja dan ratu siluman juga semakin bertambah sedikit demi sedikit.
"Ini membuatku takut dan kagum dalam waktu bersamaan." Ucap Yiyi yang melihat segerombolan raja dan ratu siluman yang di sekap dragon.
"Menjauh." Satu kata dari dragon membuat Jiji dan Yiyi menegang. Tanpa di perintah dua kali mereka segera bergegas pergi meninggalkan kediaman dragon dan kembali ke kediaman Yang Jian.
Untuk sekarang belum ada yang mampu mereka lakukan untuk membantu Yang Jian, karena apabila mereka ikut hanya akan mengantarkan nyawa. Yang bisa mereka lakukan sekarang hanyalah berlatih dan terus berlatih sampai kekuatan mereka mampu Yang Jian andalkan.
"Kita harus kuat secepatnya. Aku tidak ingin terlalu merepotkan Kakak Yang."
__ADS_1