Legenda Cultivator Pedang Suci

Legenda Cultivator Pedang Suci
Ch 119: Perburuan II


__ADS_3

Ling dan rekannya tampak terkejut melihat bagaimana kemampuan meringankan tubuh Yang Jian. Di saat mereka sudah menggunakan ilmu mereka hingga batas maksimal, Yang Jian bahkan masih mampu bersikap tenang dan tampaknya tak sedikitpun merasa kelelahan. Seolah Yang Jian masih menyimpan qi dalam jumlah besar dalam dirinya.


"Sepertinya kami sudah salah menilaimu." Akhirnya kelompok Ling dan Yang Jian tiba di tepi hutan yang akan menjadi lokasi perburuan mereka pada saat matahari berada di atas kepala. Suara napas mereka tampak tak beraturan karena menggunakan qi terlalu banyak saat berlari tadi. Ling menatap takjub Yang Jian yang tampak tenang, tak ada perubahan dalam raut wajahnya, masih tetap sama datarnya. Namun kelompok itu masih menganggap jika Yang Jian bukan seorang cultivator, melainkan calon cultivator yang tanpa sengaja mempelajari ilmu meringankan tubuh.


Yang Jian hanya diam, membiarkan keenam cultivator tersebut memulihkan sedikit tenaga sebelum memasuki hutan. Yang Jian melihat Ling mengeluarkan sebuah bungkusan kecil berwarna hitam dari balik jubahnya. Saat dibuka tampak enam butir pil berwarna putih kecoklatan di dalam bungkusan tersebut. Yang Jian tahu jika pil tersebut adalah pil penyembuhan tingkat rendah.


Pil penyembuhan biasa digunakan oleh cultivator ketika menjalankan misi sekte. Pil ini juga dapat digunakan untuk memulihkan qi pengguna sekitar sepuluh persen. Di dalam sebuah sekte, pil ini mudah ditemukan. Namun jika itu dimiliki oleh Murid Luar sangat jarang terlihat. Hanya orang tertentu dari Murid Luar saja yang mampu memilikinya.


Ling tampak membagi-bagikan pil itu kepada rekan se timnya. Kemudian pada pil terakhir Ling menyerahkan pil itu kepada Yang Jian. "Ambillah, kau lebih membutuhkan ini daripada aku."


Tindakan Ling membuat Yang Jian sedikit merasa terharu namun aneh dalam waktu bersamaan. Menurut Yang Jian Ling lebih pantas untuk dihormati dari pada Lin Fei.


"Kita bisa berbagi Saudara Ling, aku tidak terlalu membutuhkannya." Salah satu cultivator lainnya menyerahkan pil miliknya kepada Saudara Ling. Tak mau tinggal diam, beberapa cultivator lainnya juga melakukan hal yang sama namun hasilnya tetap ditolak oleh Saudara Ling.


"Kau bisa menyimpannya untukmu. Aku tidak membutuhkannya." Ucap Yang Jian tenang, "Jika kalian sudah selesai mari mulai berburu."


Saudara Ling dan rekannya tampak tidak puas akan penolakan Yang Jian namun tidak ada satupun yang berani menyuarakan protes. Kelompok itu akhirnya memasuki hutan, tak lama kemudian mulai terdengar suara-suara aneh dari dalam hutan.

__ADS_1


"Sepertinya mereka mulai mendekat. Bersiaplah!" Saudara Ling mengintruksikan rekannya untuk berjaga-jaga dan waspada. Mereka memutuskan untuk bersembunyi di balik pepohonan besar dan menyerang hewan buruan tersebut diam-diam.


"Apa kalian memiliki ruang penyimpanan?"


"Ya, setiap kelompok memiliki satu cincin dimensi untuk dibawa."


Yang Jian mengangguk pelan membuat keenam cultivator itu merasa aneh terhadap pertanyaan Yang Jian. Sekte memang memberikan satu cincin dimensi untuk setiap kelompok yang akan melakukan perburuan, cincin tersebut akan digunakan sebagai tempat penyimpanan hasil buruan nantinya.


Diam-diam Yang Jian mengeluarkan satu pedang dari cincin dimensi. Tak lama kemudian suara hewan buruan mulai mendekat, Yang Jian melihat jika hewan yang muncul tersebut bukanlah hewan, melainkan siluman kijang berusia seratus tahun.


"Itu-itu siluman kijang." Ucap salah satu cultivator. "Bagaimana bisa kita menemukan siluman secepat ini." Lanjutnya mulai waspada. Keenam cultivator itu tampak tidak tenang, tak biasanya siluman berada di sekitar lokasi mereka karena biasanya siluman berada jika mereka memasuki hutan lebih dalam.


Tiba-tiba Yang Jian melompat menghadang siluman kijang itu dengan sebilah pedang panjang yang bertengger indah di tangannya, tindakan Yang Jian sontak membuat kelompok Ling membulatkan mata tak percaya.


"Apa yang kau lakukan? Kau tidak bisa bertindak gegabah seperti itu." Ling melompat menghampiri Yang Jian dan disusul oleh lima orang lainnya. Mereka sedikit menyayangkan tindakan implusif Yang Jian dan menamengi Yang Jian dari para siluman kijang.


Merasakan kehadiran manusia di hadapannya membuat para siluman itu mengeram, kilatan emosi layaknya predator mulai terpancar. Ling dan rekannya mulai waspada dan mengangkat senjata dengan hati-hati bersiap menyambut para siluman.

__ADS_1


Namun Yang Jian seakan tidak peduli akan tindakan kelompok Ling, dia mengangkat pandangannya dan menatap tajam para siluman kalajengking. Sontak saja kelompok siluman itu menggigil dan akhirnya menunduk takut. Tak ada lagi tatapan lapar dari silumanan itu, hanya ada rasa takut yang luar biasa dan diiringi dengan tubuh bergetar hebat.


Darah raja dan ratu siluman yang menyatu dengan darah Yang Jian membuat Yang Jian menguarkan aura pemimpin siluman. Di mata para kelompok siluman kijang tersebut Yang Jian adalah penguasa mereka. Itu sebabnya siluman itu menggigil ketakutan saat menatap Yang Jian. Dan tentu saja hal ini tidak diketahui oleh Yang Jian.


"Ap- apa yang terjadi?" Ling dan timnya menganga lebar hingga tampak rahang mereka akan jatuh ketanah. Rasa keterkejutan yang luar biasa tampak jelas dari raut wajah mereka.


"Apa yang kalian tunggu?" Pertanyaan Yang Jian segera menyadarkan kelompok tersebut.


Ling dan rekannya segera bergerak maju secara hati-hati dan mulai menyerang para siluman. Namun anehnya siluman itu tak melakukan perlawanan sedikitpun, hanya menerima serangan dengan pasrah. Hal itu membuat Ling dan kelompoknya semakin bersemangat dan membantai habis puluhan siluman tanpa memiliki perlawanan.


Saat semua siluman habis terbantai, senyum puas terbit di wajah kelompok Ling, kemudian Ling segera memasukkan semua hasil buruan mereka kedalam cincin dimensi dengan senyuman yang terus merekah.


Kini tatapan keenam cultivator itu beralih kearah Yang Jian yang masih berdiri dengan sikap tenangnya. Yang Jian bahkan tidak membantu kelompok itu membunuh para siluman kijang. Namun bukan itu yang membuat kelompok Ling menatap Yang Jian, melainkan siapa sebenarnya orang asing di kelompok mereka tersebut.


"Kau pelakunya bukan?" Tanya Ling hati-hati. Mereka tahu betul jika takluknya sekelompok siluman kijang sebelumnya adalah ulah Yang Jian dan bukannya tanpa sebab.


Melihat bagaimana ilmu meringankan tubuh Yang Jian sebelumnya membuat mereka mulai curiga jika Yang Jian bukan orang sembarangan. Ditambah lagi jika Yang Jian mampu menaklukkan siluman ratusan tahun hanya dengan tatapan saja membuat keenam cultivator itu tampak memasang sikap hati-hati kepada Yang Jian.

__ADS_1


Yang Jian mengangguk pelan sebagai jawaban dan anggukan Yang Jian membuat keenam cultivator itu menahan napas. Lagi-lagi mereka dibuat terkejut oleh Yang Jian.


"Mulai sekarang kalian hanya perlu membunuh dan memanen hewan buruan itu."


__ADS_2