Legenda Cultivator Pedang Suci

Legenda Cultivator Pedang Suci
Bab 133: Pemahaman


__ADS_3

Yang Jian menuntun Yang Shui menyusuri Dunia Surgawi sembari menjelaskan kepadanya perihal pengalaman bagaimana dirinya menemukan Dunia Surgawi. Tidak lupa juga Yang Jian memperkenalkan para raja dan ratu siluman penghuni dunia itu. Sejak awal perkenalan hingga akhir, Yang Shui tiada henti-hentinya berdecak kagum. Ini masih sulit diterima akal oleh Yang Shui, begitu baru dan mengejutkan.


Mengucapkan selamat tinggal kepada Yang Shui, Yang Jian meninggal Dunia Surgawi dan kembali ke dalam gua untuk melanjutkan pengobatan dan pemulihan Chang Hongli. Menurut analisis Yang Jian, butuh waktu kurang lebih satu bulan bagi Chang Hongli untuk kembali kekondisi sedia kala secara sempurna, dengan premis bahwa energi Yang Jian harus cukup memadai dan diikuti dengan pil yang cukup serta kemampuan Chang Hongli untuk mempertahankan rasa sakit selama proses pengobatan.


Baru-baru ini, selain memantau kemajuan pembangunan dan perbaikan Kota Batu. Yang Jian tidak lupa untuk terus berlatih dan meningkatkan kemampuannya. Berada di tingkan Cultivator Grandmaster membuat lanhkah pencapaian Yang Jian membutuhkan ekstra pelatihan dua kali lipat.


Melupakan waktu yang terus berlalu, Yang Jian sangat fokus dalam berlatih ilmu pedangnya dan diikuti dengan memperkuat fondasi tubuhnya. Sesekali Yang Jian juga akan meminta para raja dan ratu siluman untuk menjadi lawan latihan Yang Jian. Berlatih dengan lawan yang sesungguhnya mampu mengasah kecepatan dan kecekatan setiap serangan.


Yang Jian dengan terampil mengimbangi latihan baik serangan jarak dekat dan serangan jarak jauh. Kini selain ilmu pedangnya, Yang Jian juga telah meningkatkan ilmu tapak. Disertai dengan ilmu api dan petir yang terus berkembang.

__ADS_1


Untuk saat ini, Yang Jian hanya menguasai kedua elemen ini. Walaupun Yang Jian memiliki tubuh khusus, namun Yang Jian tidak berniat menguasai seluruh elemen yang hanya akan memperlambat pencapaian latiahnnya. Sedangkan untuk ilmu racun, Yang Jian tidak terlalu memusingkannya. Itu disebabkan karena darah Yang Jian sendiri telah mengandung esensi racun yang mematikan.


Bermeditasi di kolam qi, Yang Jian merasakan banyak energi yang terus masuk memenuhi meridiannya. Yang Jian terus menyerap qi sebanyak mungkin hingga dirasa cukup. Bangkit dari kolam, Yang Jian mengenakan jubah hitam kebanggaannya. Aura tubuhnya semakin agung dan mulia.


Tubuh tegak dan tinggi bagai pohon pinus, aura dingin dan tak tersentuh disertai dengan penampilan gagahnya dan fitur wajah tegas membuat Yang Jian bagaikan kaisar terhormat yang disegani banyak orang.


Karena peningkatan latihan, aura yang menguar dari tubuh Yang Jian membuat tekanan di sekitarnya semakin rendah. Yang Shui yang sedang memulihkan diri di gua utama juga dapat merasakan banyak perubahan dalam diri Yang Jian setelah berlatih beberapa waktu.


Yang Jian meminum beberapa teguk madu murni yang penuh dengan energi murni. Saat madu memasuki tenggorokan Yang Jian, sensasi manis dan murni memenuhi tubuhnya, seketika energi Yang Jian pulih dengan kecepatan pesat dan bahkan bertambah berkali-kali lipat.

__ADS_1


Kini Yang Jian kembali ke gua, ia berencana untuk mencari tempat berburu untuk berlatih mempersiapkan diri sebelum merebut Klan Yang. Yang Jian harus bertanya kepada Shing Zhisu informasi mengenai beberapa tempat berkumpulan para siluman.


Awalnya Shing Zhisu merasa bingung akan pertanyaan Yang Jain, namun ia tetap menjawab. "Ini mungkin sedikit sulit. Tempat ini membutuhkan waktu tiga hari untuk sampai dari sini dengan kecepatan di tingkat Grandmaster." Shing Zhisu tidak mengetahui tingkat praktik Yang Jian, ia hanya menjelaskan kecepatan yang bisa ditempuh di tingkat Grandmaster karena kebetulan Shing Zhisu juga berada di tingkat yang sama.


Yang Jian mengangguk mengerti, kemudian Shing Zhisu memberitahu informasi lengkat mengenai posisi tempat tersebut dan menunjukkan rute teraman yang bisa dilalui.


Setelah dirasa cukup mengetahui informasinya, Yang Jian tidak lupa berterimakasih dengan sopan kepada Shing Zhisu sebelum memberi bebeberapa pil lagi untuk dikonsumsi Chang Hongli. Belakangan ini kondisi Chang Hongli semakin baik, dan Shing Zhisu mampu menyalurkan beberapa energinya untuk membatu Chang Hongli mencerna pil. Yang Jian juga menyerahkan beberapa botol madu murni di tangan Shing Zhisu.


Setelah memberi beberapa patah kata sejenak, Yang Jian bangkit dan menghilang dari gua dengan kecepatan tak terlihat.

__ADS_1


Ditinggal di gua, Shing Zhisu menghela napas panjang menatap siluet anak muda yang menghilang dengan angin malam. Shing Zhisu tidak pernah menyangka jika putranya mampu memiliki murid bagaikan monster seperti itu. Shing Zhisu takut jika Chang An tidak mampu untuk mengontrol muridnya tersebut, atau Chang An tidak memiliki kekuatan untuk melakukan hal tersebut.


__ADS_2