Legenda Cultivator Pedang Suci

Legenda Cultivator Pedang Suci
Ch 39: TCM XIV


__ADS_3

Sementara itu di istana kekaisaran, lebih tepatnya ruangan pribadi milik kaisar Qin sedang dalam kondisi tegang. Penasihat kerajaan yang duduk di sebelah kanan sang kaisar juga tampak gelisah. Ada satu orang lagi di sebelah kiri sang kaisar, yaitu panglima kerajaan yang termasuk ke dalam daftar orang-orang kepercayaan Qin.


"Apa kau yakin terhadap berita ini?" Ucap Kaisar Qin serius sambil memandang sang panglima.


Panglima yang merasa di ajak bicara segera menunduk hormat. " Benar yang mulia, hamba mendapat informasi ini langsung dari Organisasi Bunga Mawar." Ucap sang panglima sambil menyerahkan sebuah giok pengirim pesan bermotif kelopak bunga mawar.


Kaisar Qin meraih giok tersebut untuk memeriksa isinya. Benar saja, saat Kaisar Qin membaca giok tersebut dia langsung mengerutkan kening nya kemudian menghela nafas panjang.


"Segera kumpulkan para petinggi istana. Kita akan membahas masalah ini nanti malam dan kalian boleh kembali sekarang." Setelah itu penasihat kerajaan dan sang panglima menunduk hormat sebelum keluar ruangan.


'Tok tok tok!' Sesaat kemudian setelah pintu di ketuk muncul lah gadis muda dengan gaun panjang berwarna merah muda.


Rambut nya di biarkan di lepas setengah dengan bagian atas di gulung berbentuk bulat kemudian di sempurnakan dengan tusuk rambut berbentuk ekor burung merak yang memperindah surai hitam nan panjang milik gadis tersebut, putri Qin Lienhua.


"Salam yang mulia." Putri Qin Lienhua mengangkat sedikit gaunnya dengan kedua tangan nya di bagian kiri dan kanan sambil membungkuk hormat layaknya seseorang yang sedang mengucapkan terimakasih selesai melakukan pertunjukkan.


"Tidak perlu formal Hua'er, di sini hanya ada kita." Sudah menjadi aturan kekaisaran bahwa sanya setiap anggota kerajaan harus memanggil sang kaisar dengan sebutan 'Yang Mulia', hal ini juga berlaku untuk permaisuri kaisar.


"Terimakasih ayahanda." Putri Qin Lienhua langsung mengubah gaya formalnya, dia berlari menuju sang kaisar kemudian duduk di pangkuannya. "Apa aku mengganggu ayah?" Tanya Qin Lienhua setelah mencium pipi kanan kaisar Qin.


"Tidak Hua'er, ayah tidak sedang sibuk." Kaisar Qin memang tidak pernah mempermasalahkan sikap manja Qin Lienhua kepadanya. Itu sebabnya Qin Lienhua juga tidak sungkan untuk bermanja-manja sekalipun ayahnya adalah seorang kaisar yang seharusnya di hormati dan di segani.


"Dimana ibunda mu nak, tumben tidak bersama?" Kaisar Qin yang tidak melihat kehadiran sang permaisuri pun merasa aneh, pasalnya pasangan ibu dan anak ini tidak pernah terpisahkan walau sedetikpun.


"Ada di taman kerajaan ayah, apa ayah lupa? Hari ini kan pesta minum teh untuk ibunda permaisuri. Bukan kah ayah juga tau sejak pagi tadi tamu undangan dari kalangan bangsawan juga turut hadir di acara ibunda?"

__ADS_1


Putri Qin Lienhua memutar posisi duduknya hingga berhadapan dengan sang kaisar, dia menatap Kaisar Qin sambil mengerutkan keningnya dan juga dengan tatapan penuh tanya.


"Apa ayah sedang ada masalah?" Putri Qin Lienhua melihat ada kegelisahan dari sorot mata kaisar Qin, seperti memang ada sesuatu yang mengganggu pikirannya.


"Huft... Bukan masalah besar Hua'er, tidak perlu berpikir banyak. Ayah pasti mengatasi hal ini sebaik mungkin." Ucap kaisar Qin dengan lembut sambil mengelus pucuk kepala putri Qin Lienhua.


Mendengar itu Qin Lienhua hanya mengangguk kecil dan tidak menanyakan lebih lanjut. Walaupun dia sebenarnya tahu bahwa sang kaisar pasti menyembunyikan sesuatu tetapi dia menghargai keputusannya untuk tidak bercerita.


"Lusa turnamen akan kembali di buka, apa kau yakin untuk tetap mengikuti turnamen itu?"


"Ayah tidak perlu khawatir, aku sudah baikan bahkan tubuhku jauh lebih kuat dari sebelumnya. Jadi, aku akan tetap mengikutinya ayah." Qin Lienhua berkata tegas untuk meyakinkan kaisar Qin. "Aku juga harus berterimakasih pada penolongku ayah, Yang Jian."


"Ehm... Yang Jian ya." Kaisar Qin berdehem sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


"Apa kepalamu..."


"Baiklah...baiklah, ayahanda percaya. Lusa kita akan berterimakasih dengan bocah itu. Jadi putri ayah jangan cemberut lagi ya." Kaisar Qin akhirnya mengalah, namun bukan berarti dia sudah percaya terhadap omongan Qin Lienhua, melainkan hanya agar tidak membuat putri kecil nya marah.


"Mau kemana nak?" Tanya kaisar Qin saat Qin Lienhua beranjak dari pangkuannya. "Latihan ayahanda ku tersayang." Ucap Qin Lienhua manja sambil berlalu meninggalkan kaisar Qin yang senyum-senyum merasa gemas dengan tingkah manisnya.


~~


"Apa aku telah melewatkan sesuatu yang penting?" Chang An yang memutuskan pergi ke ruang pelatihan merasa bingung melihat pemandangan di hadapan nya.


Yang Jian dan yang lainnya memutuskan kontak mata mereka dan sama-sama menoleh ke arah Chang An.

__ADS_1


"Kekompakan yang luar biasa..." Gumam Chang An sambil menggelengkan kepalanya kecil.


"Guru"


"Salam tetua Chang."


Yang Jian, Feng Yu dan Xinxin menunduk hormat sambil menyapa Chang An.


"Apa terjadi sesuatu?" Tanya Chang An kemudian saat menyadari papan panahan yang telah hancur berkeping-keping.


"Murid mu pelakunya, maklum saja anak muda jadi masih sulit mengontrol diri. Karena terlalu serius jadi nya ya begitu, dia jadi kelepasan dan mengeluarkan qi yang besar." Balas Han Li sambil tersenyum.


"Ahh aku bahkan tidak menggunakan tenagaku." Gumam Yang Jian pelan namun masih dapat di dengar oleh tetua dan saudara seperguruannya. Mereka pun hanya bisa melongo mendengar gumaman polos Yang Jian.


Hari sudah mulai larut, suasana di Sekte Naga Awan mulai sepi. Semakin larut semakin sedikit juga orang-orang yang tampak masih berada di luar. Dan kini hanya pengawal dan beberapa cultivator tingkat tinggi yang tampak berlalu lalang memeriksa keamanan sekte.


Walaupun Sekte Naga Awan termasuk sekte besar dan sekte terkuat aliran putih, namun mereka tidak mau lengah dalam hal keamanan.


Apalagi saat ini ada beberapa generasi muda berbakat sekte aliran putih dan netral yang berada di sekte tersebut. Sebisa mungkin mereka tidak akan membiarkan sesuatu hal buruk terjadi pada calon pilar kekaisaran di masa depan.


Malam ini sedikit berbeda dari hari-hari sebelumnya. Tampak jumlah orang yang berjaga tiga kali lipat lebih banyak dari sebeumnya. Dan juga ada beberapa cultivator grandmaster yang tampak mengamati dari atas menara sekte naga awan.


"Apa berita itu benar?"


"Aku juga tidak mengerti pastinya. Tetapi hal itu mungkin saja memang benar mengingat patriak menambah jumlah kita pasti untuk alasan tersebut."

__ADS_1


Yang Jian yang tidak sengaja mendengar pembicaraan beberapa cultivator yang sedang bertugas segera menghampiri mereka. "Maaf senior, bisa yunior tau berita apa yang di maksud?"


__ADS_2