
"Duarrr!!!"
Ledakan teredam terdengar samar dari tubuh Yang Jian. Kekuatan dan kemampuan ilmu pedang Yang Jian terus meningkat. Semakin lama semakin kuat dan tajam. Hingga akhirnya berhenti di level enam.
Napas Yang Jian terputus-putus, gerakannya perlahan melambat dan terus melambat hingga pada akhirnya berhenti. Keringat deras membasahi seluruh tubuh Yang Jian. Saat membuka mata, tatapan tajam dan menakutkan memancar dari manik biru tersebut. Aura tirani memancarkan kesan menindas dan merendahkan. Aliran qi murni yang terus mengalir di seluruh tubuh Yang Jian membuat dirinya tampak bagaikan malaikat murni namun berbahaya pada saat bersamaan.
Bibir tipis Yang Jian sedikit terbuka, mencoba meraup udara segar sebanyak mungkin untuk mengisi paru-parunya. Pedang di tangan Yang Jian kini telah hancur berkeping-keping dan tersebar di tanah akibat tidak mampu menahan aliran energi kuat yang di pancarkan Yang Jian.
Menarik napas dalam-dalam, Yang Jian perlaham menutup kelopak matanya, mengambil posisi bunga lotus dan mulai bermeditasi. Memasukkan tiga butir pil berwarna putih susu, Yang Jian bermeditasi mencoba mencerna pil tersebut sambil memulihkan energinya. Butuh waktu beberapa waktu hingga Yang Jian pada akhirnya selesai bermeditasi.
Mengangkat kaki perlahan, Yang Jian kembali ke kolam air qi dan mulai merendam seluruh tubuhnya di dalam air kolam untuk memperkuat fisiknya. Yang Jian mengulangi latihan tersebut berulang kali hingga mencapai batas tubuhnya, dan pada akhirnya berhenti dan beristirahat.
~~
Berbeda dengan latihan intens Yang Jian, Qin Lienhua yang telah kembali ke dalam penginapan tampak linglung. Bahkan Qin Lienhua mengabaikan pertanyaan Tetua Tang mengenai perkembangan percakanpannya dengan Yang Jian.
Qin Lienhua mengulas kembali memorinya dimulai dari pertama kali bertemu dengan Yang Jian.
__ADS_1
Pertama kali Qin Lienhua melihat Yang Jian adalah pada saat Turnamen Cultivator Muda di usia kurang lebih tiga belas tahun, saat itu Qin Lienhua tidak memiliki banyak kesan mengenai Yang Jian. Qin Lienhua hanya tahu bahwa banyak cultivator wanita yang mengagumi sosok rupawan Yang Jian. Hingga ketika Yang Jian bermain melawan Liu Xiaosheng pada pertandingan ketiga, Qin Lienhua menyadari bahwa pemuda ini memiliki kemampuan yang bagus dan tampak berbakat untuk cultivator seusianya. Yang Jian memiliki teknik pertarungan yang belum pernah dirinya lihat sebelumnya, itu membuat Qin Lienhua sedikit mulai memperhatikan Yang Jian.
Namun hal-hal terus berlanjut, Qin Lienhua mengalami masalah saat bertanding melawan sepupunya dari keluarga Qin. Dirinya mengalami keracunan yang tidak biasa dan cukup mematikan. Kasus tersebut membuat gempar pertandingan hingga menghentikan pertandingan untuk sementara waktu.
Qin Lienhua tidak mengetahui pasti apa yang terjadi pada saat itu, dia hanya merasakan rasa sakit yang begitu luar biasa menggerogoti tubuhnya, membuat Qin Lienhua ingin sesegera mungkin untuk mengakhiri tubuhnya untuk mengakhiri penderitaan. Tubuhnya mati rasa, segalanya gelap dan menyakitkan, hanya ada kehampaan dan perasaan ketakutan.
Namun disaat-saat terakhir, saat Qin Lienhua merasa putus asa. Aliran hanya perlahan mengalir di tubuhnya, rasa hangat yang mengurangi rasa sakit sedikit demi sedikit. Perlahan-lahan, Qin Lienhua mampu bernapas dan kesadarannya mulai terkumpul. Qin Lienhua mulai merasaan bagaimana ditarik dari kegelapan menuju cahaya terang.
Di dalam hati Qin Lienhua, siapapun orang yang telah memberinya perasaan hangat itu, dia akan benar-benar berterimamasih dan membalas kebaikannya.
Disaat tubuh Qin Lienhua perlahan membaik, dia berusaha keras untuk membuka kelopak matanya. Pemandangan kabur menyambut, berkedip perlahan, Qin Lienhua mulai mengenali objek yang berada di sebelah tempat tidur. Orang yang tidak pernah dibayangkan oleh Qin Lienhua sendiri.
Qin Lienhua tertegun sejenak, merasa tidak percaya akan apa yang telah dilihat. Pemuda yang bahkan tidak pernah bertegur sapa denganya berada di sampingnya. Itu artinya, seseorang yang menariknya perlahan dari kegelapan barusan tidak lain adalah pemuda ini.
Yang Jian.
Orang itu adalah Yang Jian, pemuda bersurai biru yang menjadi pusat perhatian cultivator wanita di turnamen. Bukan Kaisar Qin ataupun Permaisuri Tang.
__ADS_1
Sementara Qin Lienhua bergelut dalam pemikirannya, Tiba-tiba saat angin berhembus dipipinya, dan sensasi dingin itu menyadarkan Qin Lienhua dari lamunan. Menoleh kesamping, Qin Lienhua mendapati sekitarnya kosong, benar-benar kosong seolah tidak ada siapapun orang disini sebelumnya selain dirinya. Qin Lienhua bahkan berpikir jika dirinya sebelumnnya mengalami ilusi.
Qin Lienhua hanya mendapati lencana khusus Sekte Batu Giok di atas tempat tidurnya mungkin tanpa sengaja tertinggal. Qin Lienhua meraih lencana tersebut dan memandangnya cukup lama hingga dirinya yakin bahwa Yang Jian benar-benar menyelamatkannya.
Tidak butuh waktu lamna hingga kondisi Qin Lienhua benar-benar pulih. Saat itu juga Qin Lienhua mengetahui kebenarannya yang sesungguhnya, bagaimana dirinya diracuni, racun apa yang dirinya terima hingga seburuk apa situasinya. Qin Lienhua juga mengetahui bahwa hal-hal benar-benar tidak sederhana. Obat penawar yang dibutuhkan Qin Lienhua sangat sulit untuk ditemukan hingga membuat kekaisaran gempar. Namun Qin Lienhua dapat pulih dalam semalam tanpa di duga-duga.
Qin Lienhua semakin heran dan bingung mendapati fakta tersebut. Jika memang obat penawar yang dibutuhkan Qin Lienhua selangka itu, mengapa seorang murid dari sekte menengah mampu memberinya penawar dengan cepat dan mudah. Apalagi Yang Jian mengobatinya secara diam-diam. Pasti ada sesuatu yang tidak beres. Qin Lienhua semakin yakin jika Yang Jian tidak sesederhana yang terlihat.
Qin Lienhua merasa jika Yang Jian tidak bermaksud mengekspos dirinya, maka Qin Lienhua tidak memiliki hak untuk mendahuluinya.
Waktu terus berlanjut, setelah kesembuhan Qin Lienhua dan bertrrimakasih kepada Yang Jian, dirinya tidak pernah lagi melihatnya, Yang Jian bahkan mengundurkan diri dari pertandingan. Qin Lienhua merasakan perasaan yang rumit untuk sementara, tetapi tidak memikirkannya lebih lanjut.
Hingga bertahun-tahun berlalu. Qin Lienhua mendapatkan misi sekte untuk memberantas kelompolk aliran sesat di Kota Batu. Qin Lienhua berangkay bersama dengan Tetua Tang, beberapa rekan seperguruannya dan juga perwakilan dari sekte aliran putih dan aliran netral lainnya.
Hingga di tengah-tengah pertarungan melawan kelompok aliran sesat, Qin Lienhua menyaksikan sosok pemuda jangkung tengah bertarung di lautan musuh. Pemuda tersebut memiliki aura berat yang mampu membuat seseorang merasa diintimidasi walau tanpa melalukan apapun.
Pemuda itu memainkan pedangnya dan mencabut nyawa musuh tanpa ampun bagaikan mesin pembunuh seolah dirinya telah terbiasa dengan kematian. Qin Lienhua merasakan perasaan akrab saat menatapnya, namun sayang Qin Lienhua tidak melihat wajah pemuda tersebut dengan jelas.
__ADS_1
Saat pertarungan usai, pemuda itu telah pergi membuat Qin Lienhua tidak mampu mengonfirmasi identitasnya. Kemudian, pertarungan berlanjut di pusat kota Batu. Saat itu Qin Lienhua tengah bertarung dengan beberapa cultivator aliran hitam, dan dirinya merasa terpojok karena jumlah yang tidak seimbang.
Lagi, pemuda berjubah hitam dengan keahlian membunuh tanpa mengedipkan mata berdiri di hadapannya...