Legenda Cultivator Pedang Suci

Legenda Cultivator Pedang Suci
Ch 64: Latihan Jiji dan Yiyi


__ADS_3

Begitulah cara Yang Jian memberi peringatan terhadap keluarga Wang dan keluarga Meimei. Dia sengaja menyiksa Wang secara perlahan hingga dia sendiri yang akan memohon untuk kematiannya.


Yang Jian bisa saja langsung memenggal kepala Wang dalam hitungan detik, tetapi itu terlalu mudah bagi Wang. Yang Jian sengaja menyiksa Wang sebagai bentuk peringatan agar kedepannya mengenali lawan terlebih dahulu sebelum mencari masalah dengannya.


Dengan panduan dragon, kini Yang Jian melanjutkan perjalanannya menuju Hutan Terlarang yang di yakini berada tidak jauh dari Kota Batu. Jika tidak ada halangan, Yang Jian hanya membutuhkan waktu kurang lebih lima hari untuk sampai ke lokasi.


~~


"Aku masih merasa bahwa Dewa terlalu adil bagi kita. Hingga kini aku masih tidak percaya akan semua ini. Selama ini aku hanya mendengarnya dari ayah dan kini aku memiliki kesempatan untuk melihat secara langsung. Ini sungguh penghargaan terbesar bagiku."


Jiji memandang pekarangan indah yang tersusun rapi di halaman depan kediaman Yang Jian. Yang Jian memang telah menempatkan Jiji dan Yiyi di kediamannya dan tugas mereka adalah merawat kediaman serta pekarangan herbal miliknya.


Pekarangan herbal Yang Jian cukup luas, di tumbuhi oleh berbagai jenis herbal berusia ratusan hingga ribuan tahun yang terawat. Yang Jian sengaja memisahkan tumbuhan yang berbeda jenis dan berbeda usia. Pekarangan hingga kediaman Yang Jian didesain sama persis seperti kediaman dan pekarang Xiao Ming di Lembah Neraka.


"Apalagi mereka. Mereka adalah sesuatu yang sulit kupercaya hingga kini." Tambah Jiji menunjuk ketiga siluman besar di depan kediaman mereka masing-masing menggunakan dagunya.


"Kakak benar, dan mereka jugalah yang hampir membuatku meregang nyawa karena terkejud. Sungguh konyol." Balas Yiyi tersenyum tipis.


"Semua ini berkat Kakak Yang." Ucap Yiyi kembali. Dia mensyukuri setiap masalah dan berkat yang mereka dapatkan selama ini. Selagi ada Jiji disampingnya, Yiyi akan terus berusaha bertahan hidup.

__ADS_1


"Apa kakak sudah siap?" Tanya Yiyi sambil menoleh sedikit memandang sang kakak. Tanpa pikir panjang Jiji mengangguk mantap. Kemudian mereka sama-sama melangkahkan kakinya menuju raja kingkong dan raja kalajengking.


"Paman kong, paman king, kami sudah siap. Apakah kita bisa memulai latihannya?" Tanya yiyi setelah berhasil mencapai kedua raja siluman tersebut. Sebelumnya Yang Jian telah memerintahkan raja kingkong dan raja kalajengking untuk mengawasi latihan Jiji dan Yiyi dan menurunkan ilmu serta pengetahuan mereka.


Walaupun raja kingkong dan kalajengking adalah binatang, namun mereka bisa berbicara dan berpikir layaknya manusia. Oleh sebab itu Yang Jian meminta keduanya untuk mereka awasi bukan tanpa sebab. Sehari setelah Jiji dan Yiyi menyesuaikan diri di Dunia Surgawi. Yang Jian memberi pengarahan kepada Jiji dan Yiyi untuk memulai langkah menjadi seorang cultivator.


Langkah awal mereka sama seperti Yang Jian sebelumnya, yaitu menempa mental dan fisik mereka terlebih dahulu.


"Ehm, bisakah kalian agar tidak memanggil kami paman? Panggilan itu tidak cocok untuk kami." Dengan perasaan kikuk, raja kingkong menyampaikan protesnya saat mendengar panggilan Yiyi pada mereka.


"Lagipula king dan kong itu apa?"


"Oh nama paman terlihat mirip, apakah kalian berdua adalah saudara kembar? Sama seperti kami?" Tanya Yiyi dengan wajah polosnya sambil mengetuk-ngetuk jari telunjuknya ke dagu.


Pertanyaan Yiyi sontak membuat kedua raja siluman menegang. Saudara kembar? Sejak kapan kingkong dan kalajengking bersaudara?


Sedangkan Jiji, jangan ditanya. Dia membekap mulutnya dengan satu tangan menahan tawa, tampak dari wajahnya yang memerah.


'Untung saja mereka adalah saudaranya tuan, kalau tidak aku sudah mengiris-iris setiap jengkal kulitnya, memotong dagingnya secara perlahan, dan mencabik-cabik jiwanya agat dia tidak memiliki kesempatan untuk hidup kedua kalinya.' Gumam raja kingkong geram.

__ADS_1


"Oh, tetapi kalian tidak memiliki kemiripan sama sekali. Apa itu artinya bahwa kalian bukan saudara kembar paman?" Ucap Yiyi kembali setelah mengamati kedua raja siluman tersebut, tidak ada kemiripan saeperti dirinya dan Jiji.


"Dari awal kami tidak mengatakan apapun" Raja kalajengking menjawab menahan amarah, ingin rasanya ekor panjang miliknya dia tancapkan di mulut Yiyi agar berhenti bicara.


"Sudahlah, bisakah kita memulai latihannya?" Jiji yang melihat situasi mulai menyalah berusaha menengahi. Kedua raja siluman mengangguk pelan. Mereka mengajak Jiji dan Yiyi ke tepi bukit untuk menjalani latihan seperti yang telah Yang Jian ajarkan sebelumnya.


Begitulah Jiji dan Yiyi menempa mental dan fisik mereka. Mendaki bukit berulang kali saat matahari terbit hingga matahari terbenam. Kemudian saat matahari berganti dengan sang rembulan mereka akan berendam di kolam air qi untuk menempa tulang-tulang mereka.


Awalnya Jiji dan Yiyi terlihat kesulitan bahkan beberapa kali Yang Jian mengobati mereka menggunakan qi nya. Namun hal tersebut tidak berlangsung lama, dengan cepat Jiji dan Yiyi mampu menyesuaikan diri mereka terhadap kerasnya pelatihan Yang Jian.


Tidak tahu sudah berapa lama Jiji dan Yiyi berada di Dunia Surgawi. Tidak tahu juga sudah berapa lamaereka menjalani latihan menyiksa Yang Jian. Yang pasti kini mereka merasakan bagaimana kondisi tubuh mereka setelah resmi menjadi seorang cultivator.


Kini Jiji dan Yiyi telah berada di cultivator warior tahap awal. Namun tentu saja dengan kekuatan fisik yang jauh lebih kuat dari cultivator setingkat mereka.


Saat ini, tampak Jiji dan Yiyi sedang berlatih pedang dari sebuh buku di depan kediaman Yang Jian. Pedang yang mereka gunakan adalah hasil buatan Yang Jian sebagai hadiah karena telah berhasil menjadi cultivator.


Jiji dan Yiyi berlatih dengan sangat serius dengan keringat yang telah membanjiri baju kedua kakak beradik tersebut. Karena terlalu serius, mereka bahkan tidak menyadari ada sepasang mata yang terus mengawasi mereka sejak tadi.


Yang Jian sedikit menarik ujung bibirnya melihat kegigihan Jiji dan Yiyi. Semangat dan pantang menyerah seolah telah melekat dibenak mereka. Dan Yang Jian akui, mereka berbakat menjadi seorang cultivator yang hebat dimasa depan.

__ADS_1


"Sepertinya kalian sangat menikmati latihan ini."


__ADS_2