
"Guru, aku akan ikut membantu." Saat Yang Jian tiba di lokasi pertempuran, Chang An dan yang lain nya masih melakukan perlawanan, Chang An tersenyum lega melihat kedatangan Yang Jian begitu juga dengan Han Li, kemudian Yang Jian pun ikut membantu.
Tetapi belum sempat Yang Jian mengambil ancang-ancang pandangan nya seketika beralih ke arah Feng Yu saat mendengar Xinxin berteriak.
Melihat ekor siluman kalajengking menancap di badan Feng Yu, Yang Jian berlari se kencang mungkin menghampiri nya, Yang Jian menangkap tubuh Feng Yu yang hampir terjatuh. Hati Yang Jian terasa terbakar, sekali lagi dia merutuki kelemahan nya karena tidak mampu melindungi orang-orang di sekitar nya.
Yang Jian mulai menggigit jari nya hingga mengeluarkan darah, darah yang ke luar dari ujung jari Yang Jian di tetes kan ke mulut Feng Yu, Yang Jian mengalirkan qi nya untuk membantu Feng Yu menetral kan racun kalajengking tersebut.
Raut wajah Feng Yu berubah cerah namun dia masih belum sadar, kemudian Yang Jian menatap tajam ke arah gerombolan siluman kalajengking, para siluman kalajengking yang melihat Yang Jian lari terbirit-birit menjauhi Yang Jian.
"Apa yang terjadi?" Han Li terkejut begitu juga dengan Chang An dan Xinxin, mereka merasa bingung melihat siluman kalajengking yang tadi nya menyerang dengan ganas malah berbalik melarikan diri.
~~
"Kau sudah siuman Yu'er?" Chang An membantu Feng Yu yang baru siuman untuk bangkit duduk dari tidur nya. " Minum lah ramuan ini agar kondisi mu kembali membaik."
Feng Yu menerima kendi berisi ramuan obat yang di bawa Chang An dari sekte mereka. Sekarang mereka sedang berada di gua kediaman milik raja kingkong sebelum nya.
"Tetua, di-dimana Yang Jian?" tiba-tiba Feng Yu menanyakan keberadaan Yang Jian sambil menunduk. Chang An sedikit terkejut namun dia dapat menstabilkan ekspresi nya, dia mulai mengerti maksud perkataan Feng Yu.
"Dia sedang berada di luar, apa kau ingin menemui nya?"
"Ah, ti-tidak tetua, aku hanya bertanya." Feng Yu menjawab Chang An malu-malu sambil terbata-bata.
"Baiklah, kalau ada yang kau butuhkan katakan saja." Feng Yu menggangguk pelan mengiyakan ucapan Chang An.
~~
__ADS_1
Keesokan pagi nya Feng Yu sudah pulih, darah Yang Jian benar-benar mampu menawarkan racun di dalam tubuh Feng Yu.
"Ada apa?" Tanya Yang Jian saat melihat Feng Yu sering sekali melirik Yang Jian diam-diam.
"Tidak." Feng Yu membuang muka karena ketahuan memandangi Yang Jian. Setelah itu suasana hening, tidak ada yang memulai percakapan baik Feng Yu maupun Yang Jian.
"Terimakasih sudah mengobati Feng Yu." Tiba-tiba Xinxin mendatangi Feng Yu dan Yang Jian yang sedang duduk di atas batu dalam gua.
Xinxin adalah anak yang di selamatkan oleh Tetua Shing dari sebuah desa yang di serang oleh perampok, Xinxin bukan anak yang terlahir dari kalangan bangsawan atau masyarakat kelas atas melainkan anak petani miskin dari desa terpencil.
Kedua orang tua Xinxin meninggal pada saat membela diri dan untuk melindungi Xinxin, untung pada saat itu Tetua Shing melintasi desa Xinxin sehingga bisa menyelamatkan nya.
Yang Jian hanya menggangguk pelan menjawab Xinxin. " Bagaimana keadaan mu?" Tanya Xinxin sambil duduk di atas batu yang sama dengan Feng Yu.
"Sudah lebih baik, bahkan aku merasa tubuh ku jauh lebih kuat dari sebelum nya." Jujur Feng Yu sambil melirik ke arah Yang Jian, Xinxin yang melihat itu hanya tersenyum canggung, dulu dia memang tidak menyukai Yang Jian karena pengaruh Tetua Shing, namun selama melakukan perjalan bersama Yang Jian dia mulai merasa bahwa Yang Jian tidak seburuk perkataan Tetua Shing. Menurut nya Yang Jian memiliki karakter yang unik.
"Sudah tetua." Kemudian mereka pun kembali melanjutkan perjalanan ke luar hutan kematian. Di sepanjang perjalanan mereka tidak menemui satu pun siluman, sehingga perjalanan mereka lancar hingga keluar dari Hutan Kematian.
~~
Kota Thaisan merupakan kota terbesar di kekaisaran Qin, di kota ini juga lah bernaung sekte naga awan. Sekte yang akan menjadi tuan rumah Turnamen Cultivator Muda yang akan di laksanakan dalam waktu dekat. Kota Thaisan kali ini penuh dengan orang-orang yang mengenakan pakaian khusus yang seolah menunjukkan identitas mereka.
Mereka adalah para perwakilan sekte-sekte aliran putih yang akan mengikuti turnamen, di sepanjang jalan di penuhi dengan orang-orang yang berlalu lalang.
Di depan pintu gerbang juga terlihat beberapa pendatang yang sedang antri menunggu giliran untuk di periksa satu persatu. Para pengawal dan penjaga gerbang adalah utusan kaisar dan juga merupakan cultivator dengan tingkat praktik yang tinggi. Hal ini bertujuan agar tidak terjadi hal-hal yang tidak di inginkan.
"Tunjukkan identitas yang kalian miliki." Kini tiba giliran kelompok Yang Jian yang di periksa oleh penjaga gerbang. Han Li mewakili mereka menunjukkan kartu undangan dari Sekte Naga Awan untuk sekte mereka beserta mendali pengenal khusus Sekte Batu Giok.
__ADS_1
"Oh dewa, apa aku tidak salah lihat."
"Seketika aku merasa gagal menjadi wanita."
Di depan pintu gerbang tersebut mereka menjadi pusat perhatian, hal ini bukan dari jubah sekte mereka melainkan wajah mereka yang tampan, terlebih wajah Chang An dan Yang Jian.
Kemudian penjaga gerbang memeriksa mereka satu persatu, di rasa tidak ada yang mencurigakan Yang Jian dan kelompok nya di persilahkan memasuki kota.
"Apa masih ada kamar yang tersisa?" Tanya Chang An saat sampai di depan sebuah penginapan lantai lima yang mewah dan besar.
"Hanya tersisa satu ruangan elit tuan muda, selain itu semua sudah terpakai." Pelayan tersebut menjelaskan bahwa ruangan tersebut memiliki kamar-kamar di dalam nya. Kamar itu adalah kamar termahal di penginapan tersebut.
"Baiklah kami akan memesan kamar itu." Biaya yang di berikan patriak sekte mereka memang terbatas namun Chang An tidak memiliki pilihan lain selain tempat ini, karena ini adalah penginapan yang kesekian kali mereka masuki.
Kemudian pelayan tersebut mengajak Chang An dan yang lain nya ke dalam kamar.
"Silahkan tuan muda, kami akan mengantar menu makan malam terbaik penginapan kami sebagai bonus telah memesan kamar ini."
"Terimakasih." Jawab Han Li, mereka pun memasuki kamar masing-masing untuk membersihkan diri.
Setelah makan malam Yang Jian mengaktifkan Dunia Surgawi nya dan memasuki dimensi tersebut.
"Sudah lebih baik." Gumam Yang Jian melihat perubahan yang terjadi pada Dunia Surgawi, dunia tersebut mulai di isi dengan qi walaupun belum padat.
Tanaman-tanaman herbal maupun tanaman beracun pun mulai tumbuh di dunia tersebut karena memang Yang Jian sengaja menanam nya untuk menambah isi Dunia
Surgawi.
__ADS_1