Legenda Cultivator Pedang Suci

Legenda Cultivator Pedang Suci
Ch 113: Perkenalan


__ADS_3

Kabar mengenai runtuhnya Kota Batu segera tersebar cepat keseluruh Kekaisaran Qin bahkan hingga kepelosok desa. Berita ini juga tak luput dari sorot berita ketiga kekaisaran lainnya. Kabar tersebut menyebar cepat dan menjadi topik panas di semua kalangan. Bukan hanya itu saja, kabar mengenai munculnya Tuan Monster Siluman yang mengendalikan ratusan raja dan ratu siluman sebagai penyelamat Kota Batu juga segera merambat cepat.


Banyak orang yang begitu tertarik mengenai topik tersebut. Tidak sedikit juga orang-orang yang mengaku jika merekalah sang Tuan Monster Siluman yang dibicarakan. Namun tentunya hanya dianggap angin lalu oleh semua orang yang mendengar.


Setiap orang mulai berspekulasi jika penyerangan di Kota Batu oleh sekte aliran hitam adalah karena pihak Kota Batu menyembunyikan Tuan Muda mereka. Mendengar jika salah satu tetua aliran hitam sendiri yang berkata saat penyerangan berlangsung jika tujuan kedatangan mereka adalah mencari sang Tuan Muda.


Walaupun informasi ini belum di konfirmasi oleh pihak Kota Batu sendiri, namun spekulasi itu sudah menyebar luas dan ditelan mentah-mentah.


Untuk pihak Kota Batu sendiri menutup diri dari pihak luar, alasan untuk membangun kembali Kota Batu membuat pihak luar kesulitan mencari informasi mengenai kebenaran dibalik penyerangan tersebut.


Seminggu telah berlalu pasca berakhirnya penyerangan, kini Kota Batu mulai membuka akses keluar masuk di beberapa titik tertentu dan diawasi ketat. Akses ini berfungsi sebagai jalur masuknya bala bantuan dari pihak luar, diantaranya adalah kebutuhan pangan, sandang, serta alat dan bahan perbaikan pembangunan yang berlangsung mulai hari ini.


Berbeda dengan Kota Batu yang disibukkan dengan proses perbaikan dan kebangkitan, Yang Jian hingga kini masih berusaha keras memulihkan kondisi Yang Shui.


Terhitung sudah satu pekan sejak dimulainya pengobatan. Berbagai pil dan herbal tingkat tinggi yang di siapkan telah terkonsumsi. Namun hingga kini belum ada tanda-tanda jika Yang Shui kembali sadar walaupun kondisinya berangsur pulih.


Untuk mempercepat proses penyembuhan, Yang Jian memasukkan Yang Shui ke Dunia Surgawi, kemudian memerintahkan para raja dan ratu siluman untuk membiarkan Yang Shui berendam di Kolam Qi serta mengawasi Yang Shui setiap detiknya.


Menghilangnya Yang Shui dari pandangan membuat Hongli dan Zhisu membulatkan mata. Seluruh wajah mereka menunjukkan keterkejutan yang luar biasa. Bahkan mereka menahan napas panjang saat menyaksikan sesuatu yang mustahil untuk dibayangkan.


Terlepas dari keterkejutan keduanya, baik Zhisu maupun Hongli menatap horor Yang Jian. Bagaimana bisa seseorang mampu menghilangkan sesuatu sekejap mata seperti itu.

__ADS_1


Tak sadar telah membuat sensasi besar, dengan santai Yang Jian membalikkan badan menghadap meja tempat dimana Zhisu dan Hongli tengah menatap dirinya. Tatapan yang menyiratkan ketakutan yang dalam, layaknya tengah menatap sang Raja Yama.


Mengabaikan tatapan keduanya, Yang Jian bangkit dan berjalan ke meja. Langkah yang tegap lurus dan juga tegas. Kemudian Yang Jian duduk di salah satu kursi dengan tenang. Seolah tidak memiliki sedikitpun beban hidup.


Di atas meja terdapat tiga cangkir teh dengan wangi khas teh baru seduh, mengangkat sebelah alis, Yang Jian menatap satu gelas di hadapannya yang masih mengepulkan asap putih tipis. Dengan anggun Yang Jian mengangkat gelas teh kemudian menyesapnya pelan seraya memejamkan mata seolah tengah meresapi rasa teh tersebut.


Semua gerakan Yang Jian tak luput dari pengawasan Zhisu dan Hongli, gerakan yang elegan dan berkelas. Seolah menekankan jelas jika Yang Jian adalah seorang bangsawan. Kini keduanya mempunya ekspresi rumit terhadap Yang Jian.


"Ingin menanyakan sesuatu." Tanya Yang Jian setelah meletakkan kembali tehnya. Walaupun berbicara pelan, suara Yang Jian terdengar dalam dan tegas.


"Itu- siapa kau?" Terdiam cukup lama akhirnya Hongli berbicara tergagap, ada banyak hal yang ingin dirinya tanyakan namun entah bagaimana berhadapan dengan Yang Jian membuatnya terintimidasi.


Diam!


"Aku hanya ingin memperjelas sesuatu, tetapi aku tidak memiliki kepercayaan terhadapmu untuk menanyakan lebih lanjut." Hongli masih memiliki keraguan perihal identitas Yang Jian, tak ingin gegabah apabila Yang Jian adalah salah satu dari orang-orang yang mengincar kematian mereka.


"Aku bukan bagian dari mereka."


Sontak Zhisu maupun Hongli mengangkat kepala, ekpresi mereka semakin rumit. Yang Jian bagai dewa yang mampu membaca hati dan pikiran manusia. 'Siapa pemuda ini? Bagaimana bisa dia mengerti apa yang sedang ku pikirkan?' Tanya Hongli dalam hati.


Keterkejutan Zhisu dan Hongli di abaikan Yang Jian, sebaliknya Yang Jian kembali menyesap tehnya dengan tenang. Kemudian berputar sedikit menghadap Zhisu dan Hongli. Tanpa di duga, masih dengan posisi duduk Yang Jian membungkuk hormat.

__ADS_1


Seketika air wajah Zhisu dan Hongli berubah, ekpresi mereka kian rumit. Melihat pemuda berbahaya membungkuk membuat pikiran mereka berkecamuk dan dilanda keterkejutan yang luar biasa, namun tak berhenti disitu, mereka kembali dikejutkan oleh ucapan Yang Jian selanjutnya.


"Salam hormat Tuan Chang Hongli dan Nyonya Shing Zhisu." Ucap Yang Jian kemudian menegakkan kembali punggungnya.


"Ba- bagaimana bisa?" Hongli sontak berdiri cepat, hingga kursi yang sebelumnya dia duduki terbalik kebelakang.


"Silahkan duduk, Tuan Chang Hongli. Nikmati tehmu! Ku kira kita akan memiliki percakapan yang cukup panjang." Ucap Yang Jian dengan tenang. Ketenangan Yang Jian membuat hati Chang Hongli semakin tak menentu, Hongli menatap sang istri, tampak seluruh wajahnya memucat.


Pikiran Chang Hongli berkecamuk, dirinya bahkan tak tahu jika pemuda di hadapannya berada di pihaknya atau bukan. Namun mengingat Yang Jian mampu mengenali keduanya membuat Chang Hongli semakin was-was.


Dengan mengumpulkan keberanian, Chang Hongli akhirnya bertanya, "Bagaimana kau bisa mengenali kami? Oh tidak, bagaimana kau bisa mengenali Chang An?" Tanya Chang Hongli penuh selidik.


"Dia guruku."


Dua kata yang keluar dari mulut Yang Jian membuat keduanya lagi-lagi terkejut untuk yang kesekian kalinya. "Tetapi bagaimana bisa? Bagaimana bisa putraku memiliki murid seoran Tuan Seph-..." Belum sempat Shing Zhisu menyelesaikan ucapannya, Chang Hongli terlebih dahulu membungkam Shing Zhisu sambil tersenyum canggung. Chang Hongli menggelengkan kepala pelan ke arah Shing Zhisu memberi isyarat agar tak berucap sembarang.


"Itu nak, jika kami boleh tahu berapa usiamu sekarang?" Tanya Hongli mulai rileks.


"Sekitar dua puluh satu tahun, Tuan Chang." Walaupun tak mengerti, Yang Jian tetap membalas ucapan Chang Hongli.


Mendengar ucapan Yang Jian membuat keduanya menahan nafas dengan ekpresi canggung.

__ADS_1


'Situasi macam apa ini? Dimana Chang An menemukan monster ini?' Pikir Chang Hongli.


'Entah aku harus tertawa atau menangis saat ini.' Batin Shing Zhisu tersenyum canggung seraya menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.


__ADS_2