
Hari yang cerah tiba-tiba berubah gelap. Suasana mencekam kembali terjadi, dimana petir bertegangan tinggi menyambar langit Dunia Surgawi seolah akan membelah langit tersebut.
'Duarrr.'
Tampak kilat berwarna merah sesekali menyambar membuat Dunia Surgawi menjadi gelap terang. Belum lagi aura menakutkan yang terus menerus menguar dari kristal dragon dan menyelubungi seluruh Dunia Surgawi.
"Jangan kendurkan kewaspadaan! Menjauh dari tempat ini!" Teriak Yang Jian, suaranya menggema di tengah gelapnya malam. Memerintahkan raja dan ratu siluman agar pergi lebih jauh dari kediaman dragon.
Mereka tidak membantah, baginya perintah dragon adalah hal muntlak. Setelah Yang Jian memastikan tidak ada satu siluman pun berada dalam jangkauan radius lebih dari satu kilo meter. Yang Jian menatap Jiji dan Yiyi yang masih setia menyalurkan energi mereka ke arah kristal yang menyelubungi dragon.
"Bukan aku tidak menghargai bantuan kalian. Sebaiknya menjauh dari tempat ini dan lindungi para siluman itu." Ucap Yang Jian serius.
"Tapi kakak..."
"Kita tidak punya waktu banyak, percayalah! Semua akan baik-baik saja." Yang Jian tersenyum tulus kearah Jiji dan Yiyi. Ini pertama kalinya dirinya memberikan senyuman tulus itu.
'Semua akan baik-baik saja'? Ah, ingin rasanya Yang Jian membantah perkataannya tersebut, bagaimana bisa dia mengatakan semua akan baik-baik saja disaat dirinya bahkan tidak percaya jika nantinya akan selamat atau tidak.
Satu-satunya cara agar tubuh dragon tidak meledak adalah dia harus mengalirkan energi yang banyak ke kristal tersebut untuk membantu menguatkan tubuh dan jiwa dragon. Itulah petunjuk yang Yang Jian baca. Dia bahkan tidak tahu pasti, apakah cara ini akan berhasil atau tidak.
Jika Yang Jian gagal, itu artinya dragon akan mati dan tentunya akan berakibat fatal terhadap Dunia Surgawi.
Memaksakan Jiji dan Yiyi membantu Yang Jian sama artinya dengan menumbalkan nyawa mereka untuk dragon. Biar bagaimanapun tingkat praktik Jiji dan Yiyi masih berada di puncak warior dan sebentar lagi mereka akan melewati awal warior star.
__ADS_1
Dengan tingkat praktik tersebut, hanya ada kematian yang menanti mereka.
Kilat bergantian dengan petir yang terus menyambar. Dan kini, kristal dragon mulai menguarkan aura yang membuat sesak dan keringat dingin.
Yang Jian tidak tinggal diam, dirinya mengaktifkan ilmu guanghannya untuk menekan aura mematikan yang menguar dari kristal tersebut. Namun, Yang Jian hanya mampu menghapus sedikit saja aura mematikan dragon. Bahkan Yang Jian mengepalkan tangannya kuat untuk melawan rasa sesak didadanya.
"Cepat pergi!" Bentak Yang Jian ketika melihat Jiji dan Yiyi masih ditempat dengan posisi sedikit jongkok. Dan tampak darah segar mulai menetes dari sudut bibir mereka.
"Tidak Kakak Yang, kami tidak bisa pergi begitu saja dan membiarkan kakak bejuang sendiri." Sahut Jiji terbata, sekuat tenaga dia berusaha untuk bangkit berdiri seraya menghapus sisa darah di ujung bibirnya. Dan hal itu diikuti oleh Yiyi.
'Bodoh!' Umpat Yang Jian dalam hati. Bagaimana bisa kedua anak itu tidak bisa membaca situasi. Bahkan untuk menyelamatkan nyawanya saja mereka tidak mampu, lalu apa yang mereka harapkan dengan masih berada di tempat ini.
"Maafkan aku."Gumam Yang Jian pelan. Tak ingin membuang waktu, Yang Jian mengumpulkam qi di telapak tangan kanannya dengan tangan kiri masih mengalirkan energi terhadap kristal dragon.
'Arghhh' Jiji dan Yiyi berteriak saat angin kencang menghempaskan tubuh mereka berpuluh-puluh meter. Sambil menahan rasa sesak di dada, Jiji mencoba bangkit berdiri.
"Tidak! Jangan lakukan itu kakak!" Teriak Jiji menatap nanar Yang Jian.
Sesaat setelah Yang Jian menghempaskan Jiji. Yang Jian memasang kubah pelindung untuk menghalau aura mematikan dragon mengenai sasaran yang lebih banyak lagi. Kini, aura mematikan itu terkumpul di dalam kubah ciptaan Yang Jian dan menyerang Yang Jian secara perlahan tapi pasti.
"Apa yang kakak Yang lakukan, bagaimana bisa dia mengorbankan dirinya sendiri demi menyelamatkan kita?" Tak terasa buliran air bening jatuh dari sudut mata Yiyi, dengan tubuh lemas dia menarik Jiji untuk menjauh dari kubah tersebut. Agar pengorbanan Yang Jian tidak sia-sia, dan mereka juga bisa menjalankan tugas yang Yang Jian berikan, yaitu melindungi para raja dan ratu siluman tersebut.
Jiji masih mematung, dia sungguh menyesali kelemahannya. Lagi-lagi dia tidak bisa berbuat apa-apa dan hanya menjadi penonton disaat Yang Jian, penyelamatnya berjuang sendirian.
__ADS_1
Perlahan, aliran listrik yang bergerak-gerak di permukaan kristal dragon mulai mengikis warna merah kristal tersebut dan mulai menampakkan air beningnya. Tampak samar-samar bayangan tubuh dragon yang sedang bergulung layaknya sedang dibungkus.
Sementara itu, Yang Jian masih terus mengaliri energinya untuk dragon, kini qi Yang Jian hampir terkuras habis. Bahkan Yang Jian telah menggunakan energi kehidupannya untuk menghalau energi mematikan yang sungguh amat dahsyat tersebut.
Bulir-bulir keringat dingin membasahi tubuh Yang Jian, gigi bergemeretak berusaha menahan rasa sesak dan sakit di sekujur tubuhnya. Wajah putihnya berubah pucat seolah tanpa ada setetes darah pun yang mengalir disana. Hingga
'Arghhh!' Yang Jian mengeluarkan seluruh qinya sampai habis dan berteriak kuat.
'Duarrr!' Terdengar ledakan yang memekanan telinga, kemudian muncullah kabut putih, seperti busa susu menutupi kubah pelindung yang Yang Jian ciptakan.
Seisi Dunia Surgawi seolah bergetar akibat kerasnya gelombang suara ledakan tersebut. Jiji dan Yiyi merapatkan matanya menahan sesak di dada. Bahkan Jiji yang biasanya selalu memasang wajah cuek dan datar tidak bisa menyembunyikan rasa khawatir, gelisah dan takut yang bercampur di wajahnya.
"Brukkk!"
Tubuh Yang Jian terkulai lemas, dia bahkan tidak memiliki sedikit tenaga pun hanya untuk berdiri. Perlahan langit kembali cerah, kilat dan petir berhenti menyambar dan kubah pelindung yang Yang Jian ciptakan menghilang.
Tidak ada lagi aura yang mencekam dan mematikam dari kristal dragon. Kini, kristal yang awalnya berwarna merah darah berubah menjadi putih sebening susu. Jika dilihat menggunakan mata dewa, maka akan tampak samar posisi dragon yang bergulung dengan mata terpejam rapat.
Disamping kristal dragon, Yang Jian berusaha untuk menyembuhkan dirinya sendiri menggunakan pil buatannya. Yang Jian menatap kristal itu dengan tatapan rumit.
Dirinya tidak mengerti, mengapa ada rasa familiar yang dirinya rasakan ketika tadi dia menyalurkan energi ke kristal dragon. Seolah ada keinginan kuat agar dragon baik-baik saja
Seolah dirinya tidak ingin kehilangan sosok dragon yang selama ini menganggapnya lemah dan bodoh.
__ADS_1
"Sungguh lucu!" Cerca Yang Jian sambil terkekeh geli. Dia merasa bodoh dengan pemikirannya barusan. Jelas dirinya tahu bahwa dragon hanyalah makhluk konyol yang menyebut dirinya makhluk suci yang ditakuti para siluman.