Legenda Cultivator Pedang Suci

Legenda Cultivator Pedang Suci
Ch 61: Berhasil


__ADS_3

"Racun dilawan dengan racun dan api dilawan dengan api. Putuskan siapa yang lebih dulu maju, kau atau kau." Tunjuk Yang Jian kepada raja kingkong dan raja kalajengking secara bergantian.


Kedua raja siluman tersebut masih tidak bergeming dan hanya saling menatap satu sama lain. Mereka tidak mengerti, semenjak keluar dari kediaman dragon, Yang Jian menghabiskan waktunya dengan berlatih pedang dan berkultivasi. Dan kini, Yang Jian malah meminta mereka untuk berduel satu lawan satu.


"Mengapa kalian diam? Apa kalian tidak mau menuruti perintahku?" Suara datar dan dingin Yang Jian menyapa pendengaran kedua raja siluman yang sontak membuat tubuh mereka sedikit menegang. Sorot mata Yang Jian berubah tajam, tidak tau hal apa yang mempengaruhinya di segel Dunia Surgawi tersebut. Yang jelas kepribadian Yang Jian sedikit berubah menurut mereka.


"Bukan begitu tuan, kami akan maju." Tak lama kemudian raja kingkong maju ke tengah lapangan. Lapangan tersebut berada persis di depan kediaman dragon dan bersampingan dengan kediaman kedua raja siluman tersebut.


'Aku akan mencoba jurus api ku.' Gumam Yang Jian dalam hati. Kini jarak antara dirinya dengan raja kingkong hanya sekitar sepuluh hingga lima belas meter. Tampak keduanya telah siap dengan Yang Jian memasang kuda-kuda dan raja kingkong berdiri tegak.


Tubuh besar raja kingkong yang tinggi membuat seolah Yang Jian bisa dia bunuh hanya dengan menginjak tubuhnya saja. Dengusan nafas raja kingkong sedikit mengeluarkan percikan api dan mata hitamnya seolah memiliki sumbu api yang mampu membakar apapun. Tidak salah siluman tersebut bisa hidup ribuan tahun hingga menjadi raja siluman. Dari auranya saja tampak berbahaya dan mencekam.


Setelah aba-aba dari Yang Jian, raja kingkong mulai melompat tinggi keudara, kemudian dia menukik tajam ke arah Yang Jian dengan kecepatan tinggi. Yang Jian yang sudah siap sebelumnya dengan cepat melompat dan berputar ke belakang untuk menghindar.


'Boom.'


Serangan raja kingkong melesat, tubuh besarnya menghantam tanah kosong pijakan Yang Jian sebelumnya. Karena tenaga raja kingkong besar, dia terseret beberapa meter menyapu tanah tandus hingga menerbangkan abu-abu tanah ke udara.


Tak berhenti disitu, dengan mudah raja kingkong bangkit dan menatap Yang Jian yang masih berdiri tegak tak jauh darinya dengan sikap tenangnya.


Raja Kingkong mengumpulkan qi nya di mulut, setelah itu dia membuka mulut lebar-lebar, sedetik kemudian tembakan bola-bola api keluar dari mulut raja kingkong dan melesat cepat ke udara dan mengicar Yang Jian.


Yang Jian menghindari bola api tersebut sambil melakukan salto kebelakang, semakin Yang Jian bergerak mundur, bola api tersebut juga semakin maju mengincar tubuhnya.


Namun tidak ada satupun dari bola api mengenai Yang Jian, tetapi malah menghantam tanah dan membakar tanah tersebut.

__ADS_1


Raja kingkong menghentikan serangannya yang sia-sia, begitu juga dengan Yang Jian, dia berhenti salto kemudian membalikkan badan menatap bekas ledakan bola api raja kingkong. Setiap tanah yang terkena bola api tersebut hangus terbakar.


Yang Jian tersenyum samar. " Sepertinya kau tetap berlatih selama di Dunia Surgawi." Yang Jian dapat melihat perubahan kekuatan raja kingkong lebih kuat daripada sebelumnya saat mereka bertarung.


"Terimakasih tuan. Hamba akan melakukan usaha terbaik hamba di Hutan Terlarang nanti."


Yang Jian tidak membalas ucapan raja kingkong, dia kemudian membalikkan badan dan pergi menuju kediamannya dan meninggalkan raja kingkong di tengah lapangan tanpa sepatah katapun.


"Apakah aku digantung?" Gumam raja kingkong sambil mengaruk dadanya dengan kuku tajamnya.


~~


Perlahan Yang Jian membuka kelopak matanya, dia menatap isi kemahnya dan mendapati Jiji dan Yiyi masih tertidur pulas, dan hari juga masih gelap.


Cahaya tersebut hanya berlangsung selama tiga detik, saat Yang Jian membuka mata dia tidak lagi mendapati kemahnya beserta Jiji dan Yiyi juga telah hilang dari hadapannya.


"Akhirnya berhasil." Gumam Yang Jian tersenyum puas.


"Terimakasih dragon, kuharap kalian tidak menakuti mereka ketika terbangun nanti." Setelah mengucapkan hal tersebut, Yang Jian memadamkan api dan kembali melanjutkan perjalanannya. Yang terpenting kini dia telah berhasil mengamankan Jiji dan Yiyi di Dunia Surgawi.


~~


Kota Batu adalah kota yang cukup besar, namun tidak masuk kedalam daftar kota besar di Kekaisaran Qin. Sejauh mata memandang, tampak kota tersebut aman dan tentram. Yang membuat kota ini terlihat unik adalah setiap rumah dan bangunan berkumpul di satu tempat tanpa ada hutan atau jalan pemisah antara desa satu dengan desa lainnya di kota tersebut.


Setelah menempuh perjalanan selama berhari-hari tanpa beristirahat, akhirnya Yang Jian mencapai perbatasan antara hutan dengan gerbang kota tersebut. Setelah melewati prosedur yang cukup rumit akhirnya Yang Jian berhasil memasuki kota tersebut.

__ADS_1


Matahari telah berganti dengan bulan saat Yang Jian sampai di Kota Batu, Yang Jian kemudian memutuskan untuk mencari penginapan, berhari-hari bergerak tanpa henti membuat tubuh Yang Jian ingin dimanja dengan rendaman air hangat.


"Selamat datang di penginapan bulan nak, apakah kau membutuhkan sesuatu?" Seorang pria muda menyapa Yang Jian yang tengah berdiri di depan penginapan dan rumah makan miliknya. Penginapan milik pria tersebut memiliki tiga lantai.


Dengan lantai pertama adalah rumah makan yang terbuka untuk umum dan di lengkapi dengan meja dan kursi yang telah disusun rapi. Lantai kedua juga tempat makan, namun memiliki ruang-ruang tersendiri sebagai tempat privasi. Dan di lantai ketiga adalah kamar-kamar penginapan.


"Satu kamar dan hidangan makan malam tuan." Jawab Yang Jian, tak butuh waktu lama Yang Jian telah mendapatkan kamar untuk merebahkan diri beserta makanan yang mengisi mesin penggiling energi tubuhnya.


Setelah selesai membersihkan diri dan ingin beristirahat, Yang Jian mendengar suara berisik dari kamar sebelahnya. Namun Yang Jian seolah menutup kuping dan mengabaikan suara-suara bising tersebut. Tetapi, semakin lama suara tersebut semakin mengganggu pendengaran Yang Jian.


'Brakkk.' Yang Jian tersentak mendengar benturan keras di dingding kamarnya, dia tahu pasti bahwa suara itu diakibatkan pertengkaran di kamar sebelah.


"Hentikan! Kau bi*d*p, kita sudah tidak memiliki hubungan apa-apa lagi. Pergi!" seorang wanita berteriak sambil menangis histeris, dia seolah sedang berontak dari kungkungan seseorang.


"Tidak sayang, kau milikku dan hanya milikku. Seorangpun tidak boleh merebutmu dariku, kau harus tahu itu." Terdengar kembali suara berat seorang pria, terdengar manis namun penuh emosi.


"Jangan sentuh aku! Pergi!" Wanita itu semakin histeris, dia memohon sekuat tenaga agar pria yang sedang bersamanya tidak mencoba untuk menyentuhnya. Suaranya serak dan tubuhnya semakin melemah.


"Seseorang tolong aku." Suara wanita tersebut dipenuhi kesedihan mendalam.


"Kau harus menjadi milikku. Setelah malam ini, kita lihat apakah pria br*ngs*k itu masih mau menerimamu. Tenanglah sayang, aku akan melakukannya secara perlahan dan kau."


'Plakkk.'


Belum sempat pria tersebut melanjutkan ucapannya, seseorang menampar tubuhnya hingga terseret beberapa langkah dan kepalanya mengenai meja di kamar tersebut.

__ADS_1


__ADS_2