
Berbeda dengan Yang Jian, di kamarnya Chang An baru saja selesai memeriksa hadiah pemberian Yang Jian. Dia tidak ada habis-habisnya berdecak kagum melihat satu persatu isi kotak kayu tersebut.
"Sudah kuduga dari awal. Dia bukan anak sembarangan." Gumam Chang An pelan. Namun tidak ada sedikitpun kebahagiaan yang tampak dari raut wajah Chang An.
Dia seperti merasa ada yang berbeda dengan sikap Yang Jian, dari perkataan nya dan juga sikapnya. Seolah sedang menunjukkan salam perpisahan. "Tidak, itu tidak mungkin." Chang An menggelengkan kepalanya untuk menepis pikiran buruknya.
"Apa ini?" Chang An meraih sebuah benda pipih di salah satu hadiah pemberian Yang Jian.
Bentuknya seperti mendali pengenal namun polos tanpa ukiran apapun. Chang An membolak-balik benda tersebut untuk mencari tahu kegunaan nya, namun Chang An tidak menemukan sedikitpun kejanggalan.
Tidak ingin pusing, Chang An menyimpan kembali benda tersebut dan memutuskan menanyakan langsung kepada Yang Jian.
~~
Pagi ini kembali sang surya menyapa Sekte Naga Awan dengan sinar hangatnya. Kicauan burung yang merdu seolah menyambut setiap orang yang bangun dari tidurnya untuk kembali beraktivitas.
Semua orang di Sekte Naga Awan tampak sibuk dengan kegiatannya masing-masing untuk mempersiapkan diri menyambut hari esok. Hari yang akan di bukanya kembali Turnamen Cultivator Muda, turnamen yang sempat tertunda dua hari sebelumnya.
Utusan dari Kekaisaran Qin juga telah sampai di gerbang sekte beserta salah satu peserta turnamen, Qin Lienhua. Ada banyak orang berbondong-bondong menyambut kedatangan orang nomor satu di kekaisaran Qin dan ada juga yang sekedar ingin melihat kecantikan putri Qin Lienhua yang sudah tampak meskipun usianya masih sangat muda.
Qin Lienhua sengaja mengeluarkan kepalanya dari jendela kereta kuda untuk melihat orang-orang yang berdiri di sepanjang jalan, namun tidak menemukan orang yang dia cari.
__ADS_1
Permaisuri Tang dan Kaisar Qin yang duduk di sebelah putri Qin Lienhua sudah tahu siapa yang ingin di lihat putrinya tersebut. Dan orang itu jugalah yang menjadi alasan mereka untuk datang sepagi ini.
"Apa ayah tahu dimana penginapan perwakilan dari Sekte Batu Giok?" Tanya putri Qin Lienhua sambil memegang satu kotak kecil di pangkuannya. Kotak tersebut berwarna keemasan dengan ukiran-ukiran bunga teratai berwarna emas juga.
"Ayah sudah mencari tahu nya, setelah ini kita akan menyuruh mereka untuk menemui kita." Balas kaisar Qin. Kaisar Qin memang tidak ingin menurunkan harga dirinya untuk datang sendiri menemui Yang Jian. Itu sebab nya dia menyuruh salah satu orang kepercayaannya untuk memberi titah Yang Jian agar datang menemuinya.
Di satu sisi, Yang Jian sudah bangun lebih awal daripada yang lainnya. Tampak saat ini dia sedang berada di sebuah ruangan yang lebih luas dan lebih bagus dari yang dia tempati. Di depan Yang Jian juga terdapat satu orang pria yang duduk santai sambil menyesap minuman nya.
"Jadi...Hanya itu yang ingin kau katakan? Atau kau ingin aku juga mempertemukan mereka, untuk membuat sebuah drama keluarga bahagia?" Ucap pria itu sambil menyilangkan kedua kakinya. Dia adalah Tetua Shing.
"Aku benar-benar kagum terhadap anda Yang mulia tetua Shing." Ucap Yang Jian sambil menekan kata 'Yang mulia' nya.
Kata-kata Yang Jian membuat senyum Tetua Shing sedikit memudar, namun dia kembali tertawa dengan tawa khasnya. Tawa yang penuh dengan tipu muslihat dan keserakahan.
"Dari awal semua itu memang milikku, jadi aku hanya mengambil apa yang seharusnya jadi milikku."
"Tidak peduli apa tujuan anda yang sebenarnya. Tapi, kalau sampai anda tidak menepati janji anda. Saya pastikan anda akan menyesal dan saya akan mengejar anda hingga ke ujung dunia sekalipun." Seketika mata biru Yang Jian bersinar keemasan di ikuti dengan menguarnya aura guanghuan Yang Jian yang membuat Tetua Shing sedikit merinding dan sesak nafas.
Tetua Shing tidak bisa menyembunyikan rasa terkejutnya akibat ulah Yang Jian namun dia bersikap seolah-olah tidak merasakan apapun dan kembali tertawa."Masih butuh ratusan tahun untukmu dapat membuatku terpengaruh..."
"Tetua..." ucapan Tetua Shing terhenti karena kedatang tetua wanita yang selalu bersama dengannya sejak kemarin. Yang Jian mengalihkan tatapannya terhadap tamu tak di undang tersebut, menelitinya dari ujung kaki hingga ke ujung rambut. Feng Yu berkata bahwa wanita tersebut juga salah satu tetua di sekte batu giok, namun Yang Jian belum pernah bertemu dengan tetua tersebut.
__ADS_1
"Apa kalian sudah selesai? Gurunya mencari bocah itu, jangan sampai dia melihat kalian bersama." Tetua wanita tersebut mendang Tetua Shing dan Yang Jian bergantian. Tetua Shing yang mengerti akan arah pembicaraan tetua wanita tersebut mengangguk pelan.
Kemudian Tetua Shing memberi kode kepada Yang jian melalui tatapan matanya, seolah mengerti apa maksud Tetua Shing, akhirnya Yang Jian melangkahkan kaki nya keluar kamar. Tetapi sebelum benar-benar keluar dari kamar tersebut Yang Jian kembali menoleh Tetua Shing dan menatap matanya tajam.
"Saya akan mengawasi anda!" setelah mengucapkan hal tersebut, Yang Jian pergi tanpa menoleh ke belakang lagi.
Tetua wanita itu memandang Tetua Shing setelah kepergian Yang Jian, dia mengerutkan keningnya bingung melihat respon Tetua Shing.
Tetua Shing tampak tidak tersinggung atas ucapan Yang Jian malahan dia tersenyum. Hal ini membuat tetua wanita tersebut bertanya-tanya, pasalnya Tetua Shing orang yang sangat mudah tersinggung dan selalu mempersulit orang yang tidak dia sukai.
"Apa yang kalian bicarakan?" Akhirnya wanita tersebut buka suara, dia ingin sekali menanyakan hal apa yang membuat Tetua Shing membiarkan Yang Jian pergi begitu saja.
"Jaga batasanmu!" Hanya kata itu yang keluar dari mulut Tetua Shing, namun kata itu sukses membuat tetua wanita tersebut menunduk sambil menautkan kedua tangannya di belakang.
"Dia anak yang unik." Tetua Shing menampilkan senyum iblisnya sambil menyandarkan punggungnya di belakang kursi dengan mata tertutup rapat.
"Dari mana saja Jian'er?" sepulang dari kediaman Tetua Shing, Yang Jian di kejutkan dengan kedatangan tetua Chang An yang menghadangnya di tengah jalan.
"Mencari angin guru." Yang Jian memang sudah memprediksi hal ini sebelumnya sehingga dia mempersiapkan jawaban yang tepat. " Apa guru membutuhkan sesuatu?"
"Oh tidak, ada yang ingin bertemu denganmu. Ayo!" Chang An menarik tangan Yang Jian untuk segera mengikuti langkah nya. Yang Jian yang bingung hanya diam dan mengikuti Chang An sambil memegang tangannya.
__ADS_1