Legenda Cultivator Pedang Suci

Legenda Cultivator Pedang Suci
Ch 28: Turnamen Cultivator Muda III


__ADS_3

"Terimakasih kepalamu." Liu Xingsheng mulai kehilangan akal, dia menyerang Yang Jian membabi buta.


"Tenang lah Xing'er." Guru Liu Xingsheng terlihat cemas melihat Liu Xingsheng telah kehilangan ketenangan nya. Namun Liu Xingsheng sama sekali tidak menghiraukan guru nya. Liu Changhai juga mulai cemas namun dia tidak dapat berbuat apa-apa.


~~


Sementara itu di sebuah ruangan yang luas tanpa ada penerangan di dalam nya tampak menyeramkan, saat seorang pria gagah membukakan pintu ruangan tersebut terlihat ada banyak orang yang telah menunggu. Tidak tau bagaimana cara mereka dapat melihat tanpa ada nya sedikit cahaya yang menerangi.


"Yang mulia raja telah tiba." Pria gagah yang membukakan pintu berkata tegas dari ambang pintu, kemudian muncul lah seorang pria paruh baya yang di sebut yang mulia raja, jubah hijau nya yang panjang menyapu tanah, dia berjalan dengan penuh wibawa layak nya seorang pemimpin yang di takuti.


Sorot mata nya yang tajam membuat semua orang yang berada di ruangan tersebut menundukkan kepala.


Pria yang di panggil yang mulia raja itu pun duduk di kursi kebesaran yang memang sengaja sudah di siapkan untuk nya. Dia menyapu pandangan nya kepada semua orang yang berada di ruangan tersebut, dia menjentikkan jari nya detik selanjutnya obor-obor yang menggantung di dinding ruangan mulai menyala mengeluarkan api.


"Aku tidak ingin berbasa-basi, kalian tentu telah mengetahui bahwa sekte aliran putih netral sedang berkumpul di suatu tempat." Raja tersebut menjeda kalimat nya.


"Ini waktu yang tepat untuk bergerak menguasai beberapa tempat yang masuk ke dalam daftar yang telah ku tentukan."


"Kita akan mulai dari desa-desa kecil yang jauh dari jangkauan kaisar maupun lokasi berdiri nya sekte aliran putih netral." Raja tersebut menyuruh tangan kanan nya untuk menjelaskan rencana yang akan mereka jalan kan dan siapa-siapa saja pihak yang akan di utus untuk menjalan kan rencana tersebut.


"Mohon maaf yang mulia, tapi bagaimana dengan kerjasama kita dengan sekte itu." Salah seorang peserta pertemuan tersebut menunduk hormat sebelum menyampaikan sesuatu yang mengganjal di benak nya sedari tadi.


"Mereka? Ha ha ha. Walaupun mereka hanya bagian kecil yang tidak masuk ke dalam perhitungan ku. Tapi baiklah, karena aku baik hati aku akan memperlakukan kalian dengan adil. Utus bawahan mu untuk menyampaikan rencana ini berikan juga tugas untuk mereka ikut andil dalam rencana ini."

__ADS_1


Ucap sang raja sambil menampilkan senyum palsunya, namun perkataan yang mulia raja tersebut tampak tidak tulus, dia sepertinya bukan nya berbaik hati namun dia masih membutuhkan sekte tersebut sebagai pion nya.


Bagi orang yang mempunyai pola pikir polos mungkin akan menganggap sang raja baik dan bijaksana, namun tidak untuk mereka yang hidup lama dan telah bertemu banyak orang dengan berbagai macam karakter.


Orang-orang yang ikut dalam pertemuan tersebut tentu mengetahui maksud di balik ucapan pria yang mereka hormati namun tidak ada satupun yang berani membantah.


" Baik yang mulia, titah kami laksanakan."


~~


Secepat kilat Liu Xingsheng melesat cepat ke arah Yang Jian. Yang Jian tetap diam di tempat dan menunggu serangan.


Detik berikut nya pusaka Liu Xingsheng bergerak mengincar leher Yang Jian. Namun tebasan nya hanya menghantam angin karena Yang Jian berkelit menghindar sambil memperhatikan gerakan Liu Xingsheng yang menurut nya kurang terlatih.


"Jika melawan musuh seperti itu kau akan mudah di jatuhkan, kau hanya memusatkan perhatian untuk menyerang dan sama sekali tidak berusaha melindungi diri mu sendiri."


Karena serangan nya tak membuah kan hasil akhir nya Liu Xingsheng berhenti menyerang dan menatap Yang Jian lekat. "Mengapa kau melakukan itu?" Tanya Liu Xingsheng kemudian setelah menarik nafas tenang.


"Melakukan apa?" Yang Jian melangkah menghampiri Liu Xingsheng untuk mengikis jarak antar mereka. Kini Yang Jian berdiri lima meter di depan Liu Xingsheng.


"Memberiku arahan."


Liu Xingsheng tersenyum penuh ironi. Raut wajah nya tampak bingung ada banyak pertanyaan yang tersimpan di benak nya.

__ADS_1


Orang-orang yang hadir di Turnamen Cultivator Muda juga mendengar jelas arahan yang di berikan Yang Jian, raut wajah mereka tak terbaca menunjukkan sesuatu yang mengganggu pikiran mereka.


"Bukan bermaksud sombong, tapi kau sama sekali bukan tandingan ku. Kau bahkan tidak bisa menyentuh ujung rambut ku bagaimana bisa kau mengalahkan ku di saat ada musuh yang sebenar nya tidak bisa kau kalah kan..."


Yang Jian sengaja memotong ucapan nya yang menimbulkan rasa penasaran bagi orang-orang. Bahkan Mayleen sekalipun tidak menegur mereka yang menunda pertandingan, jujur sepertinya dia sedikit tertarik dengan pemuda berparas indah di hadapan nya tersebut.


Liu Xingsheng memasang muka berharap Yang Jian mau memberitahu maksud ucapan nya lebih jelas "Musuh yang ku maksud adalah diri mu sendiri."


Yang Jian menatap dalam ke mata Liu Xingsheng dengan tenang " Kau perlu belajar dan banyak berlatih sebelum bermimpi mengalahkan ku." lanjut Yang Jian.


Liu Xingsheng terdiam, tidak tahu harus mengatakan apa. Otak nya bahkan masih kacau mendengar penjelasan Yang Jian.


Seharus nya dia sudah lama turun arena sebagai pihak yang kalah. Dia hanya ingin di hargai dan di hormati karena kemampuan nya karena begitulah aturan dunia cultivator, yang kuat yang di hormati dan yang lemah di tindas. Namun dia tidak menyangka akan terjebak dalam situasi seperti ini.


Berhadapan dengan lawan yang sama sekali tidak pernah menganggap nya lawan.


Sebenar nya Liu Xingsheng mengakui perkataan Yang Jian namun otak nya menolak untuk melakukan itu, dia sudah terlanjur bersikap sombong kepada Yang Jian dan dia tidak ingin reputasi nya rusak.


"Bukan tandingan mu atau apapun itu kita akan tahu setelah melihat kehebatan mu. Jadi berhenti hanya menghindari serangan nya dan angkat pedang mu bocah." Liu Xingsheng memberi tanda kepada Mayleen bahwa mereka akan melanjutkan pertandingan.


Yang Jian menggelengkan kepala melihat sikap keras kepala Liu Xingsheng, dia benar-benar tidak ingin melukai siapa pun saat ini.


Karena Liu Xingsheng sudah agak tenang, dia mulai menyerang Yang Jian dengan berhati hati. Namun setiap serangan nya mengarah ke titik vital Yang Jian. Tetapi bukan nya menyerang lagi-lagi Yang Jian hanya menghindari serangan Liu Xingsheng.

__ADS_1


"Arghhh brengsek, dasar pengecut. Apa kau di ajari untuk menjadi seorang pengecut oleh orang tuamu, atau mungkin ayah mu juga b*jingan pengecut." Liu Xingsheng yang merasa di permain kan berteriak marah.


'Ayah.' gumam Yang Jian dalam hati 'b*jingan, pengecut.' Seketika hawa di sekitar tubuh Yang Jian mencekam, cahaya mata nya berkilat merah, mata elang nya menatap tajam Liu Xingsheng sambil mengepal tangan nya keras.


__ADS_2