
Telah lama Yang Jian beserta rombongan nya melakukan perjalanan dan berhenti ketika makan dan beristirahat sejenak.
Selama perjalanan Feng Yu dan Xinxin selalu melirik ke arah Yang Jian namun mereka tidak berani untuk memulai percakapan, mengetahui itu Yang Jian hanya diam dan juga tidak berniat untuk berbasa-basi dengan teman seperguruan nya tersebut.
Saat ini mereka telah sampai di tepi hutan, hutan terakhir yang akan mereka lewati sebelum sampai ke kota dimana lokasi Sekte Naga Awan bernaung.
"Sebaik nya kita beristirahat di sini malam ini, besok kita akan kembali melanjutkan perjalanan."
Chang An mengatakan bahwa hutan yang akan mereka lewati adalah hutan angker yang di dalam nya banyak siluman, jadi bukan tindakan bijak apabila memaksa mereka melakukan perjalanan di malam hari, di tambah lagi kondisi tubuh mereka yang tidak sepenuh nya berenergi akibat kelelahan selama perjalanan.
Mendengar kata siluman raut wajah Yang Jian berubah cerah, Chang An yang melihat raut wajah Yang Jian bertambah yakin untuk tidak melanjutkan perjalanan dia berfikir Yang Jian sangat senang karena mereka akhir nya beristirahat. Apabila Chang An tau bahwa pemikiran nya salah mungkin dia akan memukul kepala Yang Jian.
Han Li dan Chang An mengumpulkan kayu bakar untuk membuat api unggun sedangkan Feng Yu dan Xinxin memilih mempersiapkan tempat tidur ala kadar nya yang mereka simpan di cincin ruang mereka.
Di sisi lain, diam-diam Yang Jian masuk ke dalam hutan tanpa sepengetahuan mereka.
Saat kembali Yang Jian melihat rombongan nya sedang makan ayam bakar, mungkin sewaktu Yang Jian kedua tetua sekte nya tersebut berburu.
"Dari mana saja Jian'er, mengapa lama sekali baru kembali?" Chang An memberi Yang Jian seekor ikan bakar dan mengajak nya untuk makan bersama.
"Mandi guru." Yang Jian menjawab pertanyaan Chang An spontan, ketika dia menyadari perkataan nya dia melihat semua tatapan mata mengarah kepada nya. Yang Jian tersenyum canggung dan berpura-pura tidak menjadi pusat perhatian.
Chang An dan yang lain nya menatap Yang Jian intens, karena masih ada sisa air di dahi Yang Jian mereka memilih tidak melanjutkan kecurigaan nya. Padahal air di dahi Yang Jian adalah air keringat.
Malam sudah larut, Chang An dan yang lain nya telah larut di dalam dunia fantasi mereka masing-masing, kini hanya tersisa Yang Jian yang masih terjaga.
Pelan-pelan Yang Jian melangkahkan kaki nya memasuki hutan, dengan ilmu meringankan kan tubuh nya tidak butuh waktu lama akhirnya Yang Jian sampai di tengah hutan.
__ADS_1
'Groarrr.' seekor siluman beruang besar menatap Yang Jian dengan tatapan membunuh. Gigi yang runcing dan kuku-kuku tajam nya telah siap untuk mencabik-cabik tubuh Yang Jian.
Yang Jian mengaktifkan Dunia Surgawi nya
"Siap untuk panen besar!" Seru Yang Jian mengambil ancang-ancang. Dia mengambil pedang suci milik nya dan mulai menyerang siluman tersebut.
Qi yang murni mengaliri pedang suci milik Yang Jian, setiap tebasan nya mampu menghancurkan setiap pohon yang terkena serangan. Siluman beruang menyerang Yang Jian dengan gesit, tubuh besar nya tidak membuat pergerakan nya menjadi lambat.
Namun tidak satupun serangan siluman beruang tersebut mengenai Yang Jian.
'Syuttt.' saat pedang Yang Jian mengenai siluman beruang, tubuh siluman tersebut seketika hancur hingga menjadi debu bahkan kristal siluman tersebut juga ikut hacur.
Yang Jian tersentak kaget, dia berdecak kagum merasakan kedahsyatan pedang suci pemberian Xiao Ming.
Pedang suci tersebut berwarna perak dengan gagang berwarna emas, pedang tersebut bercorak burung phoenix berwarna emas persis seperti yang di jidat Yang Jian.
Namun bukan nya takut, Yang Jian malah tersenyum sambil mengeluarkan guanghuannya sampai seratus persen untuk mempermudah perburuan nya malam ini.
Setiap siluman yang terbunuh di tangan Yang Jian langsung hilang di serap oleh Dunia Surgawi, karena sejak awal Yang Jian telah mengaktifkan dunia baru milik nya tersebut.
Kristal siluman yang masuk ke Dunia Surgawi saat melewati segel burung phoenix langsung berubah menjadi qi yang mulai perlahan-lahan mengisi dunia tersebut. Dragon telah membuat segel untuk membantu Yang Jian mengubah dunia surgawi seperti rencana mereka sebelum nya.
Malam ini Yang Jian telah berhasil membunuh ratusan siluman, Dunia Surgawi juga sudah mulai berisi qi walaupun masih tipis, sebelum nya Yang Jian telah menyerahkan seluruh kristal siluman hasil perburuan nya selama di Lembah Neraka namun sepertinya Yang Jian membutuhkan berkali lipat lebih banyak lagi kristal siluman.
"Sebaiknya kau membunuh manusia untuk menyerap energi kehidupan nya, agar mempercepat proses transformasi Dunia Surgawi." saran dragon
Yang Jian mengangguk pelan " Sepertinya memang harus." jawab nya sambil membuang nafas perlahan
__ADS_1
"Atau kau bisa langsung menyerap mereka ke dalam Dunia Surgawi tanpa membunuh nya, aku bisa membantumu untuk membunuh mereka semua." tambah dragon.
"Dapatkah?" Tanya Yang Jian bingung. Dragon mengatakan jika dia memiliki cara untuk memasukkan siluman tersebut ke Dunia Surgawi.
"Karena kau memaksaku, baiklah terpaksa aku menyetujui nya." jawab Yang Jian berpura-pura pasrah.
"Cih, mahkluk aneh." Dragon mendengus kesal mendengar jawaban Yang Jian, namun Yang Jian tidak marah dia sudah terbiasa dengan sikap terus terang dragon.
Yang Jian kemudian memutuskan untuk kembali ke kelompoknya sebelum ada yang curiga kepada nya.
~~
Pagi ini setelah selesai berkemas dan makan mereka pun melanjutkan perjalanan. Saat memasuki hutan lebih jauh Chang An dan yang lain nya mengerutkan dahi melihat pohon-pohon yang hancur sisa pertarungan namun mereka tidak menemukan jasad apapun di lokasi pertarungan tersebut.
"Sepertinya ada kelompok yang lebih dulu melewati hutan ini sebelum kita." Feng Yu berkomentar sambil memeriksa pohon-pohon di sekitar mereka.
"Benar, ini ada bekas cakaran. Apa mereka bertarung dengan siluman?" Xinxin menunjukkan pohon yang memiliki bekas cakaran.
"Sebaiknya kita berhati-hati, mungkin masih banyak siluman yang bersembunyi mengincar kita. Jangan berjalan terlalu jauh dari kami, dan tetap waspada." Han Li mengarahkan rombongan nya untuk berhati-hati
Berbeda dengan Chang An, dia malah melirik Yang Jian dengan tatapan menuntut penjelasan. Namun yang ditatap malah memasang muka polos tak berdosa nya.
Semakin jauh mereka melangkah ke dalam hutan suasana pun semakin mencekam.
'Grrr.' seekor siluman singa dengan ukuran dua kali lipat lebih besar dari singa biasa menghadang langkah mereka, kemudian muncul singa-singa lain yang lebih banyak dari balik pohon dan mengepung mereka.
"Jangan panik, bersiap untuk menyerang." Han Li menjaga dari arah depan sedangkan Chang An dari arah belakang dengan Feng Yu, Xinxin dan Yang Jian di tengah-tengah mereka sambil memasang ancang-ancang untuk menyerang.
__ADS_1