Legenda Cultivator Pedang Suci

Legenda Cultivator Pedang Suci
Ch 123: Pembicaraan dengan Qin Lienhua


__ADS_3

"Apa yang kau lakukan di tempat ini?" Tanya gadis muda itu memecah keheningan.


Kembali kedunia, Ling dan rekannya mengerjapkan mata perlahan untuk memulihkan keterpakuan mereka akan sosok bulan kekaisaran tersebut. Di Kekaisaran Qin, ada julukan tertentu untuk setiap anggota kekaisaran. Kaisar dan putra mahkota atau pangeran disebut matahari kekaisaran. Sedangkan untuk permaisuri dan putri mahkota atau tuan putri disebut bulan kekaisaran.


"Salam kepada bulan kekaisaran, Yang Mulia Putri Mahkota." Salam hormat Ling dan rekannya, sementara Yang Jian hanya menundukkan kepala sedikit tanpa mengucap salam.


Sikap Yang Jian tak luput dari perhatian Ling dan rekannya, walaupun di Kekaisaran Qin, Kaisar bukan pemimpin mutlak namun keberadaannya tidak bisa diremehkan begitu saja. Kaisar memiliki kuasa untuk memegang kendali kepemimpinan seluruh wilayahnya. Melihat tindakan Yang Jian barusan membuat Ling sedikit khawatir. Keberanian Yang Jian patut diacungi jempol karena keberaniannya untuk tidak memberi hormat kepada keluarga kekaisaran. Walaupun Yang Jian kuat namun menurut Ling dirinya belum cukup jika menyinggung Qin Lienhua.


Namun mendengar Qin Lienhua menyebut nama Yang Jian membuat Ling sedikit bernapas lega.


Untuk Qin Lienhua sendiri juga melihat sikap Yang Jian, namun dia tidak ambil pusing. Semenjak Yang Jian menyelamatkannya dari keganasan racun beberapa tahun silam membuat Qin Lienhua merasa berhutang budi kepadanya. Ditambah lagi kecurigaan Qin Lienhua baru-baru ini mengenai Yang Jian bahwasanya pemuda itu memiliki latar belakang yang tidak biasa membuat Qin Lienhua semakin berhati-hati.


Putri mahkota yaitu Qin Lienhua mengangguk singkat untuk menjawab salam Ling dan rekannya. Menghampiri Yang Jian dan berdiri di hadapannya membuat Ling dan rekannya menahan napas.


Qin Lienhua dikenal dengan cultivator muda sejuta pesona. Bukan tanpa alasan gelar tersebut disematkan kepadanya. Bukan hanya karena paras rupawan milik Qin Lienhua, namun prestasinya selama beberapa tahun ini menghadapi penyerangan dari cultivator aliran hitam di garis depan membuat namanya melambung tinggi.


Melihat jika seseorang dengan identitas seistimewa Qin Lienhuan menyapa Yang Jian seolah mereka telah saling mengenal untuk waktu yang cukup lama membuat Ling dan rekannya lagi-lagi terkejut. Yang Jian terlalu misterius bagi mereka.


"Apa yang membawamu kesini, Tuan putri?" Yang Jian mengangkat alisnya sebelah. Setau Yang Jian tidak ada lagi pihak dari sekte aliran putih netral di Kota Batu karena kelompok mereka telah menyelesaikan misi dan kembali ke sekte masing-masing. Namun mengapa Qin Lienhua masih di Kota Batu.


"Aku memutuskan untuk tinggal lebih lama bersama guruku." Jawan Qin Lienhua seolah mengerti maksud pertanyaan Yang Jian. Yang Jian terdiam tidak menanyakan lebih lanjut mengenai alasan mengapa Qin Lienhua untuk tinggal lebih lama di Kota Batu.


"Ada beberapa hal yang hendak kudiskusikan denganmu, Saudara Yang." Qin Lienhua melirik Ling beserta rekannya memberi kode jika dirinya membutuhkan ruang privasi dengan Yang Jian. "Tentu jika kau memiliki waktu luang."Lanjut Qin Lienhua canggung.


Ling yang menyadari kode dari Qin Lienhua segera pamit undur diri. Tidak lupa juga mereka mengucapkan terimakasih kepada Yang Jian dan hanya dibalas anggukan singkat darinya.

__ADS_1


Dan disini lah mereka berada, diruangan penginapan Qin Lienhua dan Tetua Tang untuk sementara waktu. Qin Lienhua memutuskan untuk mengajak Yang Jian ke salah satu bangunan yang terhubung dengan kediaman kedua Bangsawan Jingmi. Bangunan tersebut adalah ruangan khusus untuk tamu penting yang sengaja disiapkan Bangsawan Jingmi. Karena status Tetua Tang sebagai salah satu tetua berpengaruh dari sekte besar aliran putih ditambah lagi status Qin Lienhua sebagai putri mahkota Kekaisaran Qin membuat keduanya menjadi tamu penting.


Kini Qin Lienhua, Tetua Tang dan Yang Jian tengah duduk di salah satu ruangan yang merupakan ruang tamu di kediaman tersebut.


Seperti biasa, Yang Jian masih duduk tenang menunggu Qin Lienhua maupun Tetua Tang mengucapkan alasan mengapa mereka mengundang Yang Jian kedalam kediaman Bangsawan Jingmi.


"Pertama, aku perlu berterimakasih karena telah membantuku waktu itu." Tetua Tang memulai pembicaraan setelah cukup lama terdiam.


Aura Tetua Tang tampak tajam dan buas, walaupun dirinya mengucapkan terimakasih dengan sopan namun terlihat jelas jika dia tidak menganggap penting keberadaan Yang Jian. Mengira aksi Yang Jian kala itu hanya kebetulan semata dan Yang Jian tidak lebih dari seorang pemuda seusian Qin Lienhua.


Mendengar itu, Yang Jian mengangguk singkat, dia ingat saat dimana Tetua Tang terdesak di hutan samping markas kelompok aliran sesat kala itu. Sejujurnya Yang Jian sama sekali tidak membutuhkan ucapan terimakasih dari Tetua Tang.


Melihat anggukan Yang Jian membuat Tetua Tang terdiam. Tampaknya sedikit sulit untuk berkomunikasi dengannya.


Mengalihkan pembicaraan, Qin Lienhua mulai membahas alasan dirinya memanggil Yang Jian.


Qin Lienhua menatap Yang Jian menunggu reaksi pemuda itu, namun Yang Jian masih dengan sikap tenang tak terbaca menunggu Qin Lienhua melanjutkan ucapannya.


"Salah satunya mengenai hasil pertemuan yang kalian lakukan beberapa waktu sebelum pertemuan kami. Bangsawan Jingmi telah memberi penjelasan secara rinci dan detail mengenai hal itu." Lanjut Qin Lienhua.


"Dan?"


"Dan kami juga menawarkan bantuan kepada Bangsawan Jingmi untuk beberapa hal seperti kekuasaan kekaisaran untuk mendapat bahan-bahan dan barang-barang dalam rangka pemulihan." Dengan kata lain, Qin Lienhua menggunakan koneksinya sebagai putri mahkota untuk mendapatkan bahan apa saja yang dibutuhkan untuk pemulihan Kota Batu.


"Terus?"

__ADS_1


"Ah ya, kami telah menempatkan beberapa prajurit kekaisaran untuk membantu memperlancar proses pengiriman barang."


"Jadi?"


"Jadi kami memutuskan untuk membantu semaksimal mungkin."


"Intinya?"


"Intinya?" Tanya Qin Lienhua mengulangi pertanyaan Yang Jian. Sementara itu, Tetua Tang duduk dengan tenang memandang interaksi antar Yang Jian beserta murid sekaligus keponakan nya tersebut.


Yang Jian terdiam, keterdiamannya membuat Qin Lienhua melirik Tetua Tang. Namun Tetua Tang hanya acuh tak acuh sembari memalingkan pandangannya.


"Begini. Kami tidak tahu darimana kau mendapatkan semua harta itu untuk menutupi kerugian Kota Batu dan itu tidak penting bagi kami. Jadi sebagai Putri Mahkota Kekaisaran Qin, aku memutuskan untuk bekerjasama denganmu hingga akhir pemulihan Kota Batu selesai." Ucap Qin Lienhua kemudian.


"Hanya itu?"


"Apa maksudmu?"


Yang Jian menghela napas sambil bersidekap dada. Jika hanya itu yang ingin dikatakan Qin Lienhua mengapa harus menjelaskan banyak hal yang tidak penting. Rasanya ada sesuatu yang ditutupi Qin Lienhua.


"Kau tau bukan itu yang seharusnya kau katakan Hua'er." Kali ini Tetua Tang angkat bicara sembari menatap lembut ponakannya itu.


"Itu tidak penting Guru. Kita akan membahasnya segera setelah pembangunan diselesaikan."


"Tidak bisa Hua'er. Kita harus mendiskusikan hal ini dengan Sekte Batu Giok."

__ADS_1


Sontak saja Yang Jian mengangkat kepalanya saat Tetua Tang menyebut Sekte Batu Giok. Sepertinya Yang Jian mulai mengerti apa yang disembunyikan Qin Lienhua.


"Apa maksud kalian." Tanya Yang Jian dingin membuat ruangan seketika pengap.


__ADS_2