
Sebutan untuk kekuatan di atas segalanya, siapa yang kuat maka dia yang akan berkuasa dan yang kuat akan di hormati memang benar. Kini terbukti melihat bagaimana perubahan sikap keenam cultivator yang bersama Yang Jian. Mereka yang semula selalu mengajak Yang Jian berbincang kini hanya terdiam. Dan bahkan untuk bernapas sekalipun mereka tampak berhati-hati. Takut jika suara napas mereka akan mengganggu ketenangan Yang Jian.
Yang Jian menyadari itu, namun dia tampak tak terganggu, sekali lagi Yang Jian bukan tipe orang yang memusingkan respon orang lain.
Perburuan terus berlanjut hingga malam hari. Dan sudah tak terhitung lagi jumlah hasil buruan yang telah mereka dapatkan, mulai dari siluman berusia seratus tahun hingga yang berusia lima ratus tahun. Semua mereka dapatkan dengan cara yang sama, dimana Yang Jian hanya perlu menatap siluman itu dan menaklukkannya melalui tatapan. Kemudian kelompok Ling membunuh siluman dan menyimpannya ke ruang penyimpanan.
Bahkan Yang Jian memberi lima cincin penyimpanan lainnya kepada Ling dan rekannya untuk menyimpang hasil buruan lainnya karena cincin sebelumnya sudah tidak memiliki ruang yang tersisa.
Kini setiap anggota memiliki satu cincin dimensi di jari mereka dan cincin itu juga masing-masing memiliki isi siluman buruan mereka. Ling dan kelompoknya tak henti-hentinya berterimakasih kepada Yang Jian karena telah berbaik hati membantu perburuan dan bahkan menghadiahi mereka cincin dimensi.
"Kami sungguh tak layak menerima ini Senior." Ucap Ling tak enak kala Yang Jian mengatakan jika mereka boleh memiliki cincin itu. Ya, kini mereka bahkan memanggil Yang Jian dengan sebutan senior. Dan tentunya Yang Jian tidak mempermasalahkan panggilan itu.
Cincin dimensi yang diberi Yang Jian memang bukan cincin dimensi yang langka, melainkan cincin dimensi yang ruang penyimpanannya hanya sekitar enam kali enam meter. Dimana hanya benda mati yang bisa disimpan di cincin itu. Namun bukan berarti cincin tersebut dapat dimiliki dengan mudah oleh Murid Luar seperti mereka, itulah yang menyebabkan Ling dan kelompoknya merasa berat hati menerimanya.
"Aku memiliki lebih daripada itu. Tidak perlu sungkan, Saudara Ling." Balas Yang Jian tenang, keenam cultivator itu hendak bersujud kepada Yang Jian namun segera di tolak olehnya dan mengatakan jika itu bukan masalah besar. Pada akhirnya Ling dan kelompoknya menerima cincin itu dengan penuh suka cita dan meminta Yang Jian untuk memanggil mereka jika Yang Jian membutuhkan pertolongan.
"Hari sudah malam sebaiknya kita bergegas untuk pulang." Ucap Ling kemudian mengajak rekannya meninggalkan hutan.
__ADS_1
Kini mereka telah tiba di pos penghitungan misi, dimana tempat para cultivator mengumpulkan hasil buruan untuk dihitung. Hal itu bertujuan untuk menghitung jumlah poin berdasarkan jumlah hasil buruan, dan poin yang dikumpulkan akan ditukar dengan pelatihan ilmu tingkat menengah hingga tinggi di dalam sekte berdasarkan banyaknya jumlah poin. Mengingat betapa banyaknya hasil buruan yang diperoleh kelompok Ling berkat peran Yang Jian membuat senyum di wajah mereka terus merekah.
"Wah wah, siapa yang berada di hadapanku saat ini? Apa seseorang mulai menyerah dan kalah sebelum memulai." Suara meremehkan kembali terdengar, suara yang sama dengan suara yang sebelumnya Yang Jian dengar. Suara itu sontak saja membuat semua orang yang berada di pos misi mengalihkan fokus mereka menatap dua kelompok cultivator muda yang saling melayangkan tatapan permusuhan. Siapa lagi jika buka kelompok Ling dan kelompok Lin Fei.
"Kalian tiba dengan cepat, jangan bilang jika kalian pulang dengan tangan kosong?" Tawa menggelegar kini menggema dari kelompok Lin Fei yang justru membuat orang-orang menatap sinis kelompok Ling.
"Mari hitung hasil buruan kalian." Suara penjaga pos misi menginterupsi perseteruan dua kelompok tersebut, atau lebih tepatnya kelompok Lin Fei, sebab kelompok Ling sama sekali tidak membuka suara.
Dengan angkuhnya Lin Fei mendengus maju menuju meja penghitungan misi, menatap miring kelompok Ling dengan tatapan merendahkan.
"Tangkapan yang bagus, Junior Lin Fan." Puji salah satu penjaga pos misi yang tentunya membuat dagu Lin Fei semakin meninggi. Beberapa kelompok yang telah selesai menyerahkan hasil buruan mereka menatap kagum sekaligus iri terhadap hasil buruan kelompok Lin Fei. Karena lagi-lagi mereka mendapatkan hasil buruan yang memuaskan, bahkan hari ini tangkapan mereka bertambah menjadi lima belas ekor.
Yang Jian menatap malas kelima belas ekor siluman itu, Yang Jian tidak mengerti darimana kesombongan Lin Fei berasal hanya dengan hasil buruan itu.
Setelah kelompok Lin Fei selesai menghitung hasil buruan dan penambahan jumlah poin, kini giliran kelompok Ling yang maju. Lin Fei mulai memprovokasi kelompok Ling yang membuat kelompok lainnya menatap remeh. Tangan Ling terkepal kuat mendengar cemoohan disekitarnya.
Ling mengalihkan tatapannya menghadap Yang Jian, merasakan tatapan Ling, Yang Jian menarik sebelah sudut bibirnya ke atas membentuk seringai kejam. Seringai yang membuat bulu kuduk Ling meremang. Ling segera membuang pandangannya karena kini tubuhnya mulai bergetar ketakutan.
__ADS_1
"Lihatlah betapa memalukannya pengecut itu." Ucap Lin Fei menatap bahu Ling yang tampak bergetar dan air muka yang jelas menunjukkan ketakutan. Mendengar sindiran Lin Fei membuat Ling menghela napas panjang.
Ling takut? Ya, Ling benar-benar takut. Namun yang dirinya takuti bukan Lin Fei melain bayangan terhadap hasil akhir dari seringai Yang Jian. Mengingat bagaimana Yang Jian tersenyum miring saat menaklukkan para siluman sebelumnya, bagi Ling seringai kejam Yang Jian adalah kode untuk mencabut nyawa makhluk apapun yang mengganggunya.
Setelah menetralkan deru napasnya, Ling mengangguk hormat terhadap dua senior penjaga pos misi. "Bisakah kalian memberi kami lebih banyak ruang?" Pertanyaan Ling membuat orang-orang kebingungan, bahkan Lin Fei tertawa terbahak-bahak.
"Apakah kau sudah tidak waras? Bagaimana bisa kau meminta lebih banyak ruang. Lihatlah betapa angkuhnya dirimu." Sindir Lin Fei dan dibalas anggukan oleh orang-orang disekitarnya.
Namun dua senior penjaha pos itu sama sekali tidak menunjukkan ketidaksukaan, mereka jelas menatap Ling serius dan mengetahui jika Ling bersungguh-sungguh akan ucapannya barusan.
"Menyingkirlah!" Perintah salah satu penjaga pos misi membuat kelompok lainnya melongo dan hendak protes. Namun tatapan tajam penjaga pos itu membuat mereka bungkan dan tak urung mundur beberapa langkah menyisakan tempat yang cukup luas.
Ling berterimakasih sebelum mulai mengeluarkan hasil buruan dari cincin dimensinya.
"Brukkk!"
Bunyi hantaman keras siluman kijang dengan jumlah mencapai lima puluh ekor berusia seratus tahun dengan tanah membuat pos misi seketika hening.
__ADS_1