
"Apa- apa yang terjadi padanya?" Tanya Zhisu cemas, namun di abaikan oleh Yang Jian. Wajah Yang Jian masih sama tenangnya seperti sebelumnya, namun jika di perhatikan baik-baik, jelas kepanikan dan ketakutan yang mendominasi.
Yang Jian meletakkan tubuh Yang Shui dengan hati-hati, dapat Yang Jian lihat wajah pucat Yang Shui serta bibir yang mulai membiru bahkan nafasnya pun sangat pelan dan lambat. Yang Jian meletakkan telapak tangannya di kening Yang Shui, sedetik kemudian cahaya keemasan muncul dan berpendar menyelimuti seluruh tubuh Yang Shui.
Perlahan-lahan cahaya tersebut mulai menghilang dan diikuti dengan kondisi tubuh Yang Shui yang berangsur-angsur pulih, rona wajah yang semula pucat mulai berwarna, dan bibir birunya mulai membaik walaupun masih tampak pucat. Namun, Yang Shui masih menutup matanya walaupun mulai bernafas teratur.
Zhisu menghela nafas lega melihat perubahan Yang Shui, sementara itu Hongli masih berdiri di samping Zhisu mengamati Yang Jian dengan sikap waspada. Yang Jian sendiri tidak ada kelegaan dalam dirinya, bahkan aura kegelapan mulai melingkupi tubuh Yang Jian dan diikuti dengan tangannya yang terkepal kuat.
Bagaimana tidak, saat Yang Jian mengerahkan qi nya untuk memulihkan kondisi Yang Shui, Yang Jian dapat merasakan betapa lemahnya tubuh Yang Shui, tidak ada sedikitpun pancaran qi ditambah lagi energi kehidupan Yang Shui yang sangat lemah.
Melihat itu wajah Yang Jian semakin menggelap, tanpa Yang Jian sadari manik birunya berkilat merah dalam sesaat. Amarah Yang Jian membuncah, hingga tepukan di pundaknya membuat Yang Jian tersadar dari emosi.
"Hen- hentikan!" Rintihan lemah terdengar di kuping Yang Jian, sontak saja dia mengalihkan tatapannya kepada seorang wanita dewasa, dia adalah Zhisu. Seluruh tubuh Zhisu bergetar hebat, mukanya pucat dan disertai dengan bulir keringat dingin disekitar pelipisnya. Disisi lain, Hongli merasakan hal yang sama yang tak jauh berbeda dari Zhisu.
Tak membuang waktu, segera saja Yang Jian menarik kembali auranya, saat itu juga tubuh Zhisu roboh ketanah dan berusaha meraup udara sebanyak mungkin. Begitu juga dengan Hongli, dia memegang sandaran kursi sebagai tumpuan dengan sebelah tangan memegang dadanya yang terasa sesak.
Mengabaikan kondisi sepasang suami istri tersebut, segera Yang Jian mengalihkan pandangan ke arah Yang Shui, Yang Shui yang masih belum sadarkan diri mengernyit pelan, keringat dingin mengalir di pelipisnya. Jelas jika Yang Shui juga terkena dampak dari tekanan Yang Jian.
__ADS_1
Dada Yang Jian terasa sesak melihat kondisi Yang Shui, hampir saja dirinya lepas kendali dan menyakiti ibundanya sendiri. Tidak ingin membuang waktu lagi, Yang Jian mengeluarkan beberapa botol madu murni, pil penambah qi, dan pil penyembuhan. Tentunya pil yang Yang Jian ambil memiliki kualitas bagus dengan tingkat kemurnian tujuh puluh persen.
Tidak lupa juga Yang Jian mengambil beberapa obat herbal dan buah berkhasiat tinggi yang sering Yang Jian konsumsi sewaktu di Lembah Neraka untuk memperkuat tulang dan tubuhnya. Saat ini Yang Shui membutuhkan semua itu untuk memulihkan kondisinya agar lebih baik lagi.
Setelah semua bahan terkumpul, Yang Jian menatap Hongli dan Zhisu secara bergantian. Mereka yang merasa ditatap seketika saja memasang wajah gugup. Terlebih Hongli, dia merasa tengah melihat raksasa dan dirinya seperti seekor semut. Namun sikap waspada Hongli masih tetap sama saat dirinya dengan jelas menyebut satu nama yang begitu familiar di telinganya.
Tatapan Yang Jian masih sama datarnya seperti sebelumnya, melihat Hongli masih bersikap curiga kepadanya membuat Yang Jian berdecak kesal, "Kuharap kau tidak melakukan tindakan yang tidak berarti, Tuan. Jika sampai saja sedikitpun kau mengganggu penyembuhan ibuku, maka jangan harap masih mampu melihat hari esok." Ucap Yang Jian penuh penekanan. Suaranya yang dingin dan mengintimidasi membuat Hongli maupun Zhisu mau tidak mau menundukkan kepala.
Namun Hongli sekuat tenaga berusaha melawan rasa takutnya, dan menjawab ucapan Yang Jian. "Aku bukan pengecut yang menyerang orang lengah."
Yang Jian tersenyum miring mendengar ucapan Hongli, jelas jika orang di hadapannya ini tidak mungkin berani macam-macam sekalipun kewaspadaannya mengendur. Namun Yang Jian dapat merasakan jika Hongli bersungguh-sungguh dengan perkataannya.
Segel pelindung akhirnya tercipta, "Tidak ada satupun yang mampu untuk keluar maupun masuk dari lingkaran segel pelindung tanpa persetujuanku." Ucap Yang Jian sesaat setelah segel tercipta.
Melihat sekilas segel ciptaan Yang Jian sebelum menghilang baik Zhisu maupun Hongli tidak bisa menahan keterkejutannya, mereka melongo mengetahui jika pemuda tampan yang di panggil Yang Jian oleh Yang Shui bukanlah orang sembarang.
Menciptakan segel pelindung bukanlah hal mudah, butuh qi yang sangat besar hanya demi membuat satu segel pelindung tingkat rendah. Namun keterkejutan mereka bertambah berkali-kali lipat sesaat setelah mendengar ucapan Yang Jian jika tak ada satupun orang yang memiliki akses melewati segel tersebut tanpa seizin penciptanya.
__ADS_1
Segel sejenis itu adalah segel tingkat tinggi yang hanya mampu diciptakan oleh seseorang setingkat tetua saja. Sontak saja Hongli dan Zhisu menatap kearah Yang Jian yang sudah memunggungi mereka. Dipikiran keduanya hanya ada satu, yaitu bahwa Yang Jian adalah pria sepuh yang menyamar menjadi pemuda, atau Yang Jian bisa saja menjalani praktik untuk mempertahankan kemudaannya.
Zhisu dan Hongli mengngguk pelan. Ya, Yang Jian adalah pria sepuh dalam tubuh anak muda. Tentu saja pemikiran mereka tidak diketahui oleh Yang Jian, jika saja Yang Jian mengetahuinya mungkin dirinya akan muntah darah.
Setelah semuanya selesai di atur, Yang Jian memulai pengobatan Yang Shui dengan telaten. Sedangkan Hongli dan Zhisu masih berusaha menstabilkan kondisi tubuh karena terganggu akibat tekanan Yang Jian sebelumnya.
"Apa kau mendengar ucapan pemuda tadi?" Tanya Hongli pelan setelah keduanya duduk di kursi, Hongli sengaja memasang pelindung agar pembicaraan mereka tidak terdengar di kuping Yang Jian. Beberapa hal yang dilakukan Yang Jian sebelumnya sudah cukup membuat Hongli untuk tidak mempropokasi Yang Jian atau nyawa mereka akan menjadi taruhannya.
Mendengar pertanyaan Hongli, Zhisu mengangguk pelan, "Apa menurutmu pemuda itu berbahaya? Atau mungkin dia adalah salah satu orangnya?" Tanya Zhisu waspada seraya menatap punggung Yang Jian yang duduk di kasur yang sama dengan Yang Shui. Tampak jelas jika Yang Jian berusaha kerasa untuk menyembuhkan Yang Shui.
"Aku tidak tahu, yang pasti kita tidak boleh mencari masalah yang berarti terhadap Tuan Sepuh itu." Ucap Hongli, tubuhnya bahkan masih merinding mengingat beberapa saat lalu aura yang menguar dari tubuh Yang Jian hampir mencekiknya.
"Tuan Sepuh? Kau juga memiliki pemikiran yang sama?"
Hongli mengangguk pelan memasang wajah serius, jelas yang mereka maksud bahwa usia Yang Jian tak terlihat semuda wajahnya.
"Tidak peduli apakah dia sepuh atau bukan. Yang pasti, jika dia termasuk bagian dari orang itu maka keberadaan kita pasti terancam. Kita harus kabur sekarang juga." Ucap Zhisu cemas, sorot matanya menunjukkan ketakutan yang luar biasa.
__ADS_1
"Tenanglah. Kita tidak bisa mengambil kesimpulan secara sembarang. Bagaimanapun kita harus menunggu penjelasan Tuan Sepuh itu."
"Ya, kita tidak punya pilihan! Dan jangan panggil dia Tuan Sepuh di hadapannya jika tidak ingin mati." Lesu Zhisu kembali mengingat bagaimana segel pelindung ini mengurung mereka.