
"Bing Annchi dari sekte salju putih." gadis muda berkulit putih memasuki arena.
"Jian Tian dari sekte pedang naga." pria dengan rambut hitam panjang memegang pedang di tangan kiri nya membungkuk hormat ke arah Mayleen.
Setelah Mayleen memberi aba-aba, tanpa basa basi kedua nya saling menyerang mengandalkan ilmu sekte masing-masing. Kedua peserta ini sama-sama berasal dari sekte menengah, praktik kedua nya juga sama yaitu cultivator warior tahap akhir.
Bing Ancchi memiliki elemen es, dia menyerang Jian Tian dengan hujan es milik nya namun setiap serangan nya dapat di patahkan oleh pedang Jian Tian.
"Badai es." Seketika muncul angin yang sangat kencang di arena pertarungan, perlahan-lahan angin tersebut berubah menjadi badai es yang menyerang Jian Tian secara bersamaan.
"Pedang pembelah bumi." Kemudian muncul ratusan pedang dari pedang pusaka Jian Tian, ratusan pedang tersebut melayang di udara dengan kecepatan tinggi membelah badai es milik Bing Annchi.
"Cultivator muda sekarang sungguh berbakat."
"Aku tidak dapat membayangkan kekuatan mereka ke depannya apabila di kembangkan."
"Mereka akan menjadi pilar aliran putih netral di masa depan."
Begitulah bisik-bisik para cultivtor generasi tua yang menilai bakat cultivator muda sambil menyaksikan pertandingan mereka. Karena Jian Tian memiliki pengalaman bertarung lebih tinggi di bandingkan Bing Ancchi, akhir nya Jian Tian keluar sebagai pemenang.
Pertandingan pun di lanjutkan, pria muda melangkah menuju arena. "Liu Xingsheng dari sekte harimau merah." Sorak-sorai dari bangku penonton terdengar riuh saat melihat Liu Xingsheng memasuki arena, mereka mengelu-elukan nama Liu Xingsheng.
"Aku ingin melihat bagaimana kehebatan murid sekte terbesar dan terkuat aliran putih." Seorang pria sepuh berbicara dengan pria paruh baya di samping nya. Mereka adalah cultivator utusan kekaisaran yang di tunjuk menjadi wasit pertandingan.
Tak lama kemudian majulah pria muda berkulit putih mulus, surai perak yang panjang menambah kharisma yang keluar dari dalam diri nya. " Yang Jian dari sekte batu giok." suara dingin di tambah raut wajah tanpa ekspresi menambah kesan misterius Yang Jian.
__ADS_1
Orang-orang yang melihat Yang Jian merasa terpana sekaligus penasaran akan kekuatan nya, pasal nya baru kali ini mereka melihat bahkan mendengar nama Yang Jian.
"Ini yang ku tunggu." bisik Han Li pelan di sebelah kuping Chang An.
Liu Xingsheng melihat praktik Yang Jian hanya berada di cultivator warior tahap akhir, berbeda satu tingkat dengan nya. Namun walaupun begitu Liu Xingsheng sama sekali tidak meremehkan Yang Jian yang berada satu tingkat di bawah nya dan juga walaupun lebih muda dari nya.
"Serigala pencabut nyawa." Tubuh Liu Xingsheng seketika di kelilingi oleh petir, dia mencabut pusaka nya berbentuk taring serigala panjang dan runcing di ujung nya. Dia mengeluarkan qi yang besar untuk menekan Yang Jian.
"Menarik." Kaisar Qin yang melihat Liu Xingsheng berdecak kagum begitu juga dengan para juri, cultivator dan penonton lain nya. Sementara itu Yang Jian hanya diam memandang Liu Xingsheng tanpa mengangkat senjata nya.
"Seperti nya dia terlalu takut untuk melawan Xingsheng gege." Para cultivator wanita muda memandang remeh Yang Jian.
Liu Xingsheng tidak peduli dengan tindakan Yang Jian, dia mulai bergerak menyerang dengan kecepatan tinggi ke arah Yang Jian.
"Apa yang di lakukan nya? Mengapa dia masih diam." Xinxin terlihat cemas sedangkan Feng Yu menaikkan alis nya sebelah.
'Bammm...' Yang Jian terpental menghantam dinding formasi pelindung, darah segar mulai menetes dari ujung bibir nya.
"Jian'er." Chang An bangkit dari tempat duduk nya melihat Yang Jian terluka, saat hendak membantu Yang Jian, Han Li segera menahan tangan Chang An.
"Jangan gegabah, seperti nya muridmu menyembunyikan sesuatu. Dia tidak selemah itu bukan?"
Yang Jian bangkit berdiri sambil menghapus sisa darah yang menetes di ujung mulut nya. Tiba-tiba tubuh Yang Jian mengeluarkan petir, awalnya petir tersebut masih berukuran kecil namun sesaat kemudian petir tersebut berubah besar berputar-putar di sekeliling nya. Yang Jian memejamkan matanya sambil berdiri seolah dia sedang mengendalikan petir tersebut.
Sedangkan Liu Xingsheng mengamati Yang Jian lekat, dia tidak menyerang Yang Jian walaupun Yang Jian terlihat lengah, dia tidak mau gegabah atau akan berakibat fatal. Sementara itu semua orang mengerutkan dahi kebingungan.
__ADS_1
"Apa kau tau apa yang terjadi?"
"Entahlah, aku tidak yakin. Hal ini belum pernah terjadi sebelum nya."
Petir-petir yang mengelilingin Yang Jian mulai menghilang seolah terhisap ke dalam tubuh Yang Jian. Saat Yang Jian membuka mata nya dia melihat semua orang memandang lekat ke arah nya. 'Seperti nya aku terlalu menarik perhatian.' Gumam Yang Jian dalam hati.
"Ehem... Apa kau masih bisa melanjut kan pertandingan?" Mayleen yang tersadar segera mencairkan suasana. Yang Jian mengangguk pelan, dia memandang Liu Xingsheng dan memberi tanda untuk melanjutkan pertandingan.
" Ini lebih menarik." Kaisar Qin tersenyum sambil mengelus dagu nya, sedangkan Qin Lienhua yang bersikap cuek sedari tadi mulai memperhatikan Yang Jian.
Yang Jian mengambil salah satu pedang nya dari sincin ruang, pedang tersebut adalah pedang warior sedangkan senjata milik Liu Xingsheng berada di tingkat bumi. Yang Jian mengalirkan qi nya ke dalam pedang tersebut sekilas terlihat cahaya ke emasan dari aliran qi milik Yang Jian, namun seperti nya tidak ada yang menyadari hal tersebut.
"Kau butuh waktu beberapa tahun lagi untuk menjadi lawan main ku." Liu Xingsheng mulai menyerang di bagian vital Yang Jian berkali kali, namun Yang Jian selalu mematahkan serangan Liu Xingsheng tanpa bergerak dari posisi berdirinya. Yang Jian mengeluarkan ilmu guanghuan nya untuk menekan gerakan Liu Xingsheng dan menambah beban tubuh nya.
Liu Xingsheng yang merasakan ada sesuatu yang salah pada tubuh nya langsung menambah kecepatan serangan nya, namun semakin kuat Liu Xingsheng menambah kekuatan dan kecepatan serangan nya semakin kuat juga tekanan yang di berikan Yang Jian.
"Sampai kapan kau hanya akan menangkis serangan ku, apa kau menunggu siluman jantan yang beranak baru mulai menyerang?" Bentak Liu Xingsheng geram. Dia merasa di permainkan oleh Yang Jian karena tidak melakukan perlawanan.
"Tidak." Yang Jian menggelengkan kepala pelan.
"Arghhh, kau akan menyesal." Liu Xingsheng mengambil ancang-ancang untuk menggunakan jurus andalan nya, dia yang sudah terbakar amarah ingin segera mengakhiri pertarungan.
"Transformasi serigala pencabut nyawa." Serigala petir yang keluar dari qi Liu Xingsheng mengaum keras hingga menggetarkan arena pertarungan.
"Mengapa dia menggunakan jurus terbaik nya secepat itu?" Liu Changhai merasa heran dengan tindakan saudara kembar nya tersebut karena dia sama sekali tidak melihat adanya ancaman dari Yang Jian.
__ADS_1
Yang Jian mengamati setiap gerakan Liu Xingsheng sambil menghalau serangan milik Liu Xingsheng. "Maju lah brengsek, jangan jadi pengecut." Liu Xingsheng merapatkan giginya kuat menahan amarah.
"Bukan kah seharus nya kau berterimakasih." Yang Jian yang sedari awal tidak berbicara akhir nya membuka suara.