
"Aku sama sekali tidak pernah berniat untuk membunuhmu, aku akan menjadikanmu pengikutku." Sang ratu lebah mengangguk setuju, kemudian mereka melakukan ritual perjanjian antara tuan dan pengikut. Dan seperti biasa, Yang Jian langsung melarutkan darah ratu lebah dengn darahnya.
Tidak butuh waktu lama, Yang Jian sudah dapat merasakan khasiat penyembuhan yang luar biasa akibat penyatuan darah mereka. Tubuh Yang Jian mengeluarkan bau-bau tidak sedap dan tampak keringat menghitam keluar dari pori-pori kulitnya, Yang Jian yakin bahwa kotoran di tubuhnya berasal dari racun pil penambah qi yang dia konsumsi.
Perlahan Yang Jian membuka matanya, dia memasukkan ratu lebah beserta sarangnya, begitu juga dengan Yang Jian, dia juga ikut masuk ke dalam Dunia Surgawi. Yang Jian langsung menempatkan ratu lebah di dalam kediamannya, sehingga sang ratu lebah tersebut dengan penghuni Dunia Surgawi lainnya.
Saat sampai, Yang Jian memerintahkan ratu lebah untuk menyembuhkan dirinya sendiri menggunakan madu. Dan dia pergi ke kolam qi untuk membersihkan diri dan berendam di kolam air qi tersebut.
Saat Yang Jian kembali dari kolam, dia mendapati ratu lebah sudah sembuh kembali seperti semula, hanya terdapat bekas goresan kulit yang terbakar yang sedikit belum hilang sepenuhnya. Namun Yang Jian tidak dapat menahan rasa kagumnya. Khasiat madu lebah tersebut benar-benar diluar pemikirannya.
"Tuan sudah kembali?" Tanya ratu lebah sambil menunduk hormat saat melihat Yang Jian menghampirinya. Awalnya dia merasa bingung terhadap tempat yang dia datangi dan ingin melihat segalanya secara keseluruhan, namun dia tidak berani karena belum ada perintah dari Yang Jian.
"Sepertinya lukamu sudah pulih." Ucap Yang Jian berbasa-basi.
Ratu lebah kemudian menjelaskan bahwa betapa berharganya madu lebah tersebut, dimana mereka membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk dapat menghasilkan beberapa tetes madu, itu juga yang membuat kualitas madu tersebut begitu di incar orang.
Yang Jian mengangguk paham, dia mengalihkan tatapannya kesebuah ruangan yang terdapat beberapa tumbuhan herbal. Di tengah-tengahnya, Yang Jian menempatkan sarang madu tersebut berukuran kurang lebih satu kali satu meter.
__ADS_1
"Terimakasih karena telah mempercayaiku."Ucap Yang Jian, memang sarang lebah tersebut secara otomatis akan menjadi milik Yang Jian karena telah berhasil menundukkan pemiliknya. Tetapi rasanya tidak bagus jika Yang Jian tidak mengucapkan terimakasih atas harta seberharga itu.
"Ikut aku, aku akan mengenalkanmu dengan teman-teman barumu." Saat ingin melangkah keluar, Yang Jian didatangi oleh Jiji dan Yiyi yang baru saja selesai melakukan rutinitas latihan mereka sehari-hari. Yang Jian kemudian mengenalkan mereka sebagai saudaranya kepada sang ratu lebah.
Mendengar bahwa Yang Jian menganggap mereka adalah saudara membuat Jiji dan Yiyi merasa terharu, tanpa sadar Jiji menggenggam erat gagang pedangnya seperti sedang menahan rasa gejolak di hatinya. Jiji merupakan tipe anak yang tidak pandai menunjukkan perasaannya, sehingga dia hanya menundukkan kepalanya.
"Terimakasih Kakak Yang." Sementara Yiyi tersenyum manis kepada Yang Jian dan malah mengucapkan terimakasih kepada Yang Jian dan bukannya ratu lebah. Yang Jian merasa bingung, namun dia tetap membalas salam Yiyi.
Untuk ratu lebah sendiri tidak mengucapkan sepatah katapun, walaupun kedua bocah dihadapannya tersebut adalah saudara tuannya, namun bukan berarti dia harus menundukkan kepala kepada mereka. Apalagi mereka jauh lebih lemah dari sang ratu lebah sendiri. Begitulah dunia siluman, dimana hanya yang lemah yang boleh menundukkan kepala kepada yang kuat. Yang Jian tidak heran, hal tersebut tidak berbeda jauh dengan kejamnya dunia cultivator.
Melihat itu Yang Jian tidak tersinggung, dia jauh lebih memahami hal tersebut daripada sang ratu lebah. Dan sepertinya Jiji dan Yiyi juga tidak keberatan. Akhirnya Yang Jian mengajak sikembar dan ratu lebah menemui ketiga rekannya.
"Mereka akan menjadi rekanmu mulai saat ini. Aku ingatkan agar kalian tidak membeda-bedakan satu sama lain. Dan tidak saling menjatuhkan."
Ucap Yang Jian dengan tegas, aura kepemimpinan tampak dari Yang Jian membuat ketiga raja dan ratu lebah merasa bahwa Yang Jian mampu menjadi atasan mereka.
"Kakak Yang benar, mereka adalah rekanmu. Ini adalah paman king dan ini adalah paman kong. Boleh kah aku mengetahui siapa namamu?" Dengan semangat Yiyi memperkenalkan kedua raja siluman kepada ratu lebah.
__ADS_1
Sedangkan kedua raja siluman, mereka memasang muka kecut. Sejak awal mereka sangat membenci panggilan Yiyi yang menurut mereka tidak menggambarkan tentang kekuatan dan kehebatan mereka. Namun, muka lucu dan polos Yiyi membuat mereka tidak bisa berontak. Hanya berpura-pura tidak mendengar saja.
Ratu lebah yang mendengar itu sedikit merasa aneh, bagaimana bisa raja siluman dengan racun dan api mematikan mereka bisa memiliki nama seunik itu. Saat dia mendengar Yiyi menanyai namanya membuat ratu lebah memandang Yang Jian, seolah menunjukkan hanya Yang Jian yang berhak menentukan nama untuknya.
Yang Jian yang mengerti maksud tatapan ratu lebah menggaruk belakang kepalanya yang tidak gatal. Dia tidak tahu sejak kapan dua raja siluman miliknya memiliki nama? Mendengar namanya saja membuat Yang Jian merasa kikuk.
"Ah, aku tidak pernah memikirkan hal itu. Apakah kau yang memberi mereka nama?"
Dengan antusias Yiyi menganggukkan kepalanya. "Tidak buruk, kau boleh memberinya nama." Lanjut Yang Jian, pernyataan Yang Jian sontak membuat ratu lebah menegang. Namun dia tidak berani protes, hanya berharap agar Yiyi memberi nama yang bagus untuknya.
Jiji tersenyum puas, dia meletakkan jari telunjukkan di dagu seolah sedang berpikir keras. "Ehm, bagaimana jika aku memberimu nama lele? Wah... Itu nama yang indah. Ya, mulai sekarang namamu adalah lele." Yiyi bersorak kegirangan sambil bertepuk tangan.
"Lele? Apa matamu buta? Sejak kapan seorang lebah disamakan dengan lele?" Ratu lebah melayangkan protesnya kepada Yiyi. Sedangkan Yiyi, dia mengerucutkan bibirnya kedepan sambil memasang muka imut. Pipinya yang bulat menjadi tambah bulat dan menggemaskan.
"Maafkan aku, aku tidak buta. Aku tau bahwa kau adalah seekor lebah, tetapi nama lele itu berasal dari kata lebah." Suara Yiyi dibuat semenyedihkan mungkin untuk membuat ratu lebah luluh.
"Sudahlah, jangan menyalahkannya. Aku masih harus mempertemukanmu dengan seekor siluman lainnya." Timpal Yang Jian menimpali, dia tidak ingin membuang waktu hanya untuk meributkan sebuah nama.
__ADS_1
Yang Jian mengajak rekannya menyusuri jalan menuju gua kediaman dragon, dia tidak melihat dragon berbaring di halaman kediamannya. Itu artinya dragon sedang berada di dalam gua tempat dia biasa mengungsikan diri dari Jiji dan Yiyi semasa latihan.