Lelaki Penggoda

Lelaki Penggoda
Titik Terang


__ADS_3

Akhirnya malam itu, Ardi telah resmi bertunangan dengan Jessie. Esok harinya, seluruh keluarga berkumpul untuk mendengarkan semua penjelasan dari Ardi. Lelaki itu datang ke kediaman Gunawan ditemani oleh Mamanya, Diana. Seluruh mata menatap tajam Ardi, seolah mereka semua ingin menerkam lelaki itu hidup-hidup. Sedangkan Jessie terus saja menatap Ardi penuh cinta.


"Ardi! Coba kamu jelaskan alasanmu menghilang tanpa kabar?" tanya Jason geram.


Ardi mencoba untuk tenang dan tidak terbawa arus. "Awalnya aku menjalani perawatan di Singapura dan mendaftarkan kuliah di sana juga. Tapi perkembangan pemulihanku disana tidak mengalami perubahan yang berarti. Jadi Mama mendaftarkan aku kuliah online di kampus yang berbeda. Akhirnya genap juga 1 tahun, aku menjalani perawatan di RS Singapura.


Baru sehari pulang, keadaanku semakin memburuk. Entah itu kebetulan atau keberuntungan, Mama Diana mendapatkan penawaran untuk bekerja di salah satu RS di Australia. Dan aku kembali menjalani perawatan di RS Australia tempat Mama Diana bekerja," jelas Ardi.


"Lalu apa alasan Kak Ardi tidak mengabari Jessie." Kanaya yang juga datang ke rumah itu, menjadi ikut penasaran


Ardi memandang Diana sekilas, seolah memberikan isyarat untuk wanita yang selalu menemaninya itu. Diana pun langsung mengerti dengan maksud dari tatapan Ardi. "Ini semua adalah keinginan Tante. Saya sebagai Mama dari Ardi, ingin anak saya menjadi seorang yang pantas jika bersanding dengan Jessie. Semua orang sangat mengenal keluarga besar Gunawan yang begitu terkenal, sebagai salah satu konglomerat di negara ini. Saya memang melarang Ardi menemui Jessie, sebelum dia benar-benar menjadi orang yang pantas untuk Jessie," jelas Diana dengan sedikit rasa penyesalan karena membuat calon menantunya menderita.


Kali ini Melissa yang sangat penasaran, untuk menanyakan satu pertanyaan terakhir untuk Ardi. "Bagaimana Ayah Rudy bisa menjodohkan kamu dan Jessie?" tanya Melissa dengan senyuman lembut.


"Sebenarnya saya juga tidak tahu, darimana Kakek Rudy mengetahui keberadaan saya. Waktu itu ketika saya berhasil membangun bisnis properti di Australia, tanpa diduga Kakek Rudy datang ke kantor saya. Kami berdua merencanakan acara perjodohan itu. Dengan syarat, sebelum perjodohan saya dilarang keras untuk menemui Jessie. Kakek Rudy berkata akan melakukan apapun untuk kebahagiaan cucu perempuan satu-satunya. Saya pun menuruti semua rencana Kakek Rudy," balas Ardi.


Seisi ruangan akhirnya mengerti mengapa Ardi tiba-tiba menghilang, lalu kembali muncul sebagai tunangan Jessie. Semua yang terjadi benar-benar diluar dugaan. Namun yang paling penting, Jessie kembali mendapatkan kebahagiaannya.


Setelah semua pergi dengan kepentingannya masing-masing, tinggallah Ardi dan Jessie di ruangan itu. Tanpa henti Jessie terus memandangi tunangannya.


"Apakah aku begitu tampan, hingga kamu terus menatap wajahku?" tanya Ardi menggoda.


Jessie pun menghampiri Ardi lalu mencubit lengannya. "Sakit Sayang," protes Ardi.


Jessie mengecup bibir Ardi sekilas, lalu berlari ke teras samping rumahnya. Ardi langsung mengejar Jessie, setelah berhasil menangkapnya Ardi langsung memeluk gadis itu. Mereka berdua saling memeluk melepaskan kerinduan yang mendalam. Saking bahagianya, berkali-kali Jessie meneteskan air matanya. Ardi yang melihat itu, langsung menghapus air mata Jessie dengan sangat lembut.


"Maafkan aku Sayang. Aku telah membuatmu sangat menderita," kata Ardi sedih.


"Berjanjilah padaku! Kak Ardi tak akan pernah lagi meninggalkan aku," balas Jessie.


Dengan sangat lembut Ardi mengecup keningnya, lalu kembali memeluknya. "Aku akan berusaha untuk selalu bersamamu," jawab Ardi.


Mereka berdua menghabiskan waktu bersama, untuk menceritakan semua hal selama mereka tidak bertemu


"Sayang, sejak kapan kamu menyadari perasaanmu terhadap aku?" tanya Ardi.

__ADS_1


Jessie tersenyum pahit mengingat kenangan menyakitkan di masa lalu. "Sejak aku memelukmu dalam tubuh berlumuran darah. Setelah saat itu, aku hampir gila karena mengingatmu. Seakan tanganku masih berbau darah dari tubuhmu. Rasanya aku ingin mati saat kehilanganmu. Bahkan aku tak sanggup melupakan betapa sakitnya hatiku saat itu," jawab Jessi sambil berderai air mata.


Ardi kembali menarik Jessie ke dalam pelukannya. Seolah dia merasakan penderitaan Jessie karena kehilangannya. Rasanya sakit, terlalu menyakitkan. Membayangkan saja membuat dada Ardi menjadi sangat sesak. Tanpa disadarinya, air mata Ardi mengalir begitu saja. Jessie yang merasakan tetesan air mata ditubuhnya, langsung melepaskan pelukannya dan menghapus air mata Ardi.


***


Setelah pulang dari kantor, aku melihat Jessie tersenyum bahagia bersama Ardi di teras samping. Mungkin inilah jawaban atas doa-doa ku selama ini. Melihat Jessie tersenyum bahagia adalah impianku sejak 3 tahun lalu. Setelah 3 tahun, baru kali ini Jessie tersenyum cerah. Seolah beban dipundaknya telah terangkat. "Berbahagialah selalu Putriku, penderitaanmu lebih dari cukup. Kini saatnya kau nikmati kebahagiaanmu," gumam ku sambil menatap pasangan yang sedang saling melepas rindu itu.


"Mas David!" panggil Melissa padaku.


Aku pun menghampirinya dan mengecup keningnya. Lalu kami berdua memasuki kamar tidur di atas.


"Sayang, aku sangat bahagia melihat Jessie tersenyum tanpa beban," ucapku.


"Aku pun juga Mas. Rasanya aku juga sudah tak tahan, jika harus melihat Jessie terus-menerus menderita," balas Melissa.


Aku tak menyangka keluargaku akan mendapatkan berkah yang berlimpah. Mendapatkan bisnis yang berkembang pesat, Seorang istri yang sangat cantik. Ditambah lagi kedua anakku yang sangat aku sayangi. Kebahagiaan mereka bertiga adalah prioritas bagiku.


Kami berdua sengaja memberikan sedikit ruang untuk Jessie bersama Ardi. Setelah 3 tahun lebih tidak bertemu, pasti rasanya sangat luar biasa jika bisa bersama. Membiarkan 2 anak manusia itu, mencurahkan seluruh perasaan yang selama ini tertahan karena keadaan. Melissa pun duduk di sampingku, sambil terus menatap wajahku. "Ada apa Sayang?" tanyaku.


"Ide yang bagus. Dimana kita akan liburan bersama?" tanyaku lagi.


Melissa tersenyum lalu menjawabnya, "Kita akan ke Bali, aku akan memberitahu anak-anak kita."


Melissa lalu menghubungi Jason dan juga Jessie. Dia terlihat sangat bersemangat dengan liburan kali ini. Esok paginya kami berenam berangkat ke Bali, dengan penerbangan paling pertama. Sampai di Bali, kami menginap di The Java Resort Bali. Tempat yang menyimpan kenangan bagi hidupku. Aku pernah melamar Melissa di pulau ini juga. Rasanya seperti sedang melakukan tapak tilas.


Setelah istirahat sebentar, kami sekeluarga dan calon menantu menikmati makan siang di restoran resort. Mereka semua terlihat sangat bahagia.


"Apa Papa dan Mama punya kenangan special di Bali?" tanya Jessie begitu penasaran.


Melissa tersenyum sambil melirikku. "Papa melamar Mama di pulau ini," jawabku.


"Benarkah? Pasti sangat romantis. Kenapa Papa tak pernah bercerita pada kami?" Jason pun menjadi sangat penasaran juga.


"Kalian saja tak pernah bertanya pada Papa dan Mamamu ini," sela Melissa.

__ADS_1


Selesai makan siang kami berjalan-jalan sebentar, lalu istirahat di kamar masing-masing. Baru sore harinya, kami semua menikmati suasana sunset di pinggir pantai.


"Sayang aku tak menyangka, akhirnya keluarga kita merasakan kebahagiaan yang utuh. Lihatlah mereka! Bermain pasir sambil berlari saling mengejar. Bukankah ini terlalu indah?" tanyaku pada Melissa yang tersenyum bahagia menatap anak-anaknya.


"Aku sangat bahagia memilikimu dan anak-anak kita. Aku sangat mencintaimu Mas David." Melissa pun mengecup bibirku sekilas.


Tak ingin menyia-nyiakan momen sunset yang sangat romantis, aku pun berbisik di telinga Melissa. "I love you more...."


Lalu aku mencium Melissa dengan sangat lembut. Bibir kami saling menyatu, merasakan getaran cinta yang sama seperti 20 tahun yang lalu. Ciuman ini rasanya masih sama, bahkan ciuman kali ini terasa jauh lebih nikmat daripada ciuman pertama kami.


The End...


❤️❤️PENGUMUMAN ❤️❤️


Hai Kakak2 Readers yang tercinta...🥰


Bagaimana kabar kalian? Semoga sehat semua ya...😊


Disini Author ingin menyampaikan, bahwa kisah David dan Melissa yang sudah bahagia berakhir sampai disini...


Namun jangan khawatir, novel ini masih berlanjut..


Di bab 100+ cerita akan lebih fokus pada kisah Ardi dan Jessie.


Semoga Kakak2 semua menyukainya...🥰


Jangan Lupa dukung terus ya...😊


Terimakasih🙏


🌸🌸Love... Lenna Cristy🌸🌸


Jangan lupa baca ini juga ya Kak


__ADS_1


__ADS_2