Lelaki Penggoda

Lelaki Penggoda
Reuni SMA


__ADS_3

Setelah mempersiapkan selama sebulan, akhirnya Reuni SMA Melissa di gelar malam ini. Ku lihat Istriku sibuk mencoba beberapa gaun yang baru dibelinya.


" Mas, mana yang lebih cocok untukku?" tanyanya sambil memegang beberapa gaun di tangannya.


" Apapun yang yang dipakai olehmu, pasti akan sangat cantik," jawabku sambil membaca email yang masuk.


" Nanti malam Mas David harus ikut ke acara reunian." Melissa terdengar sedikit memaksa.


" Tapi mungkin nanti Mas datang agak terlambat, jadi berangkatlah duluan Sayang." Ucapku sambil terus memeriksa email yang masuk.


Setelah selesai bersiap-siap lalu sarapan, aku pun berangkat ke kantor. Melissa dan si kembar mengantar sampai halaman depan.


" Bye... Bye.... Papa," celoteh si kembar bersamaan.


Ku kecup kedua anakku, lalu beralih ke Istriku.


" Hati-hati Mas," ucap Melissa dilanjutkan dengan sebuah kecupan manis yang mendarat di bibirku.


Ku rasakan kebahagian yang berlimpah, memiliki kedua anakku dan istri yang sangat kucintai. Merasa menjadi bagian dari keluarga sempurna.


Sampai di kantor, secepat mungkin aku berusaha menyelesaikan semua pekerjaan. Berharap nanti sore tak terlambat menemani Melissa ke acara reuni SMA nya.


***


Di kamarnya Melissa sudah terlihat cantik dengan gaun merah menyala yang dipilihnya. Dia menuruni tangga rumahnya dengan anggun.

__ADS_1


" Wah... Nyonya Melissa sangat cantik," ucap salah satu pengasuh si kembar.


" Mbak bisa aja. Nanti kalau Mas David pulang langsung suruh nyusul ke hotel aja ya," ucap Melissa sambil tersenyum cantik.


" Baik Nyonya," jawabnya.


Melissa melajukan mobilnya ke hotel. Sampai di sana, panitia reuni sudah bersiap menyambutnya.


" Gila Mel... Penampilanmu seperti selebritis yang berjalan di red carpet," sapa Friska temen SMA Melissa.


Melissa hanya tersenyum mendengar ucapan temannya.


" Dimana Suamimu Melissa?" tanya Anisa.


Acara pun dimulai oleh MC yang dipercayakan oleh panitia. Reuni malam ini dibuat sesantai mungkin agar seluruh alumni merasa nyaman.


***


Selesai meeting, ku sempatkan mandi dan berganti pakaian sebelum menyusul istriku. Sampai di ballroom hotel, kulihat Melissa sedang mengobrol dengan beberapa temannya.


" Maaf Sayang aku terlambat," ucapku sambil mengecup keningnya.


" Mas David... Ku kira Mas tak kan datang," ucapnya manja.


Melissa bergelayut manja di lenganku.

__ADS_1


" Mas kenalin ini semua teman-temanku, sekaligus panitia reuni ini," ucap Melissa.


Kami pun berkenalan dan sedikit mengobrol sekedar basa-basi. Perbincangan hangat semakin menambah keakraban kami. Beberapa mereka memuji ku, karena di usia muda sudah sangat mapan dan menawan. Saat asyik mengobrol, tiba-tiba seseorang menghampiri kami semua.


" Hai Melissa... Kamu semakin cantik saja," ucap lelaki yang datang dan berdiri di samping Melissa.


" Steven... Kamu datang juga?" Melissa terdengar aneh saat mengatakannya.


Aku hanya memandangi ekspresinya, Melissa terasa tidak nyaman dengan kehadiran lelaki itu.


" Aku pasti datang. Kapan lagi aku bisa bertemu dengan wanita paling cantik dalam hidupku." Steven mengatakannya dengan lantang dan tatapan menggoda Melissa.


Jantungku tiba-tiba sesak mendengar ucapan lelaki yang dipanggil Istriku dengan nama Steven itu.


" Heiii Steven jaga mulutmu, Melissa sudah menikah. Jangan macam-macam kamu," ucap Friska ketus.


" Aku tidak macam-macam. Lihatlah Melissa saja tersipu sampai wajahnya merona mendengar rayuanku. Seperti saat pertama kali kami berciuman." Steven tertawa memandang wanita di sampingnya.


" Cukup Steven, jangan pernah lagi membahas masa lalu." Melissa terlihat sangat kesal dan menarik tanganku meninggalkan teman-temannya.


Rasanya aku sedikit cemburu dengan perkataan yang tadi sudah kudengar. Ku ikuti kemana Melissa membawaku, dia terlihat dikuasai oleh amarah.


" Sayang mengapa kamu terlihat sangat marah? Bukankah aku yang seharusnya marah?" Melissa langsung menghentikan langkahnya dan berbalik memandangku.


Jangan Lupa ❤️ Like Vote dan Komentarnya 😊 Happy Reading 🥰🥰

__ADS_1


__ADS_2