Lelaki Penggoda

Lelaki Penggoda
Kelahiran Si Kembar


__ADS_3

Pagi ini aku mengantarkan Melissa ke The Java Hotel. Katanya ada Rapat Tahunan Pemegang Saham. Awalnya aku tak mengijinkan, karena waktu-waktu sekarang ini sudah mendekati HPL. Setelah berdebat panjang, aku mengijinkannya. Tetapi aku akan mengikutinya ke hotel. Mau tidak mau dia pun setuju.


Setelah 2 jam berada di restoran hotel sambil menunggu Melissa, perasaanku menjadi gelisah. Padahal tidak ada kejadian apapun, hingga aku melihat seorang pelayan hotel mendorong kursi roda ke ruang meeting. Karena panik, aku berlari secepat mungkin. Terlihat Kak Adrian sudah mendorong Melissa di kursi roda.


" Kak apa yang terjadi?" tanyaku panik.


" Sepertinya istrimu akan melahirkan," jawab Adrian.


" Apa... Sayang kamu tidak apa-apa?" tanyaku pada Melissa.


" Tenanglah Mas, aku baik-baik saja." Terlihat Melissa sedang menahan rasa sakitnya.


Aku terus menggenggam tangan Melissa, bahkan saat Kak Adrian mengantarkan ke RS. Tak sedikitpun aku melepaskan tangannya. Melihatnya kesakitan, aku tak bisa menahan air mataku.


" Mas, kenapa malah menangis?" tanya Melissa dalam kesakitannya.


" Aku tak bisa melihatmu kesakitan Sayang," jawabku sambil terus menangis.


" Mau jadi Suami dengan 2 anak kok masih saja cengeng." Melissa masih bisa bercanda dalam keadaan seperti ini.


Sampai di RS, Melissa langsung ditangani oleh dokter kandungan yang biasa memeriksanya. Dokter mengatakan kalau Melissa harus menjalankan operasi. Karena awal kehamilannya dulu, sering bermasalah. Di luar ruang operasi, aku terduduk sambil menangis.


" David, lihatlah istrimu saja sangat kuat. Kamu sebagai lelaki malah terlihat lemah," ucap Adrian.

__ADS_1


" Melissa adalah segalanya buat aku Kak, aku tidak bisa melihatnya kesakitan. Kalau tahu dia akan kesakitan seperti ini, aku tak akan membiarkan dia hamil," jawabku.


" Dasar lelaki tidak waras," cetus Adrian kesal mendengar perkataan David.


Setelah 30 menit menunggu, dokter keluar membawa kabar baik.


" Selamat Pak David, istri dan kedua anak anda selamat. Bayinya dalam keadaan sehat. Sebentar lagi Ibu Melissa akan di bawa ke ruang perawatan, anda bisa menemuinya di sana," ucap dokter yang menangani Melissa.


" Terimakasih Dok," ucapku lega.


Beberapa saat kemudian Melissa dibawa ke ruang perawatan. Dia baru sadar dari obat biusnya.


" Dimana anak kita Mas?" tanyanya.


Kak Adrian mendekati Melissa dan mencium keningnya.


" Selamat Sayang atas kelahiran kedua anakmu," ucap Adrian.


" Terimakasih Kak." Melissa tersenyum menatap Kakaknya.


" Mel... Aku heran, kenapa kamu bisa menikahi lelaki cengeng seperti David? Dari hotel sampai anakmu lahir, dia sama sekali tak berhenti menangis. Belum lagi, perkataannya seperti orang tidak waras." Adrian terlihat kesal.


" Emang apa yang diucapkannya?" tanyanya penasaran.

__ADS_1


" Kak Adrian, jangan katakan pada istriku. Dia bisa membunuhku," ucapku sangat ketakutan membayangkan respon Melissa.


" Lihatlah Suamimu itu." Adrian pun tersenyum menggodaku.


Melissa hanya bisa menatap 2 lelaki di hadapannya.


" Apa yang ingin disembunyikan Mas David?" tanyanya dalam hati.


" Sudahlah Sayang, itu hanya candaan Kak Adrian," ucapku sambil mengisyaratkan Kak Adrian agar tak berbicara.


" David, cepatlah hubungi keluargamu. Mereka pasti sangat senang dengan berita ini ," ucap Adrian.


" Aku keluar dulu Kak." Aku langsung keluar dan menghubungi kedua keluarga kami.


Melissa yang masih terbaring di tempat tidur menatap Kakaknya dengan penuh pertanyaan.


" Kak, cepat katakan apa yang sudah diucapkan Mas David?" tanya Melissa sangat penasaran.


" Dia berkata, kalau melahirkan akan sesakit ini, dia tidak akan membiarkanmu hamil," jawab Adrian tersenyum.


" Apa... Jadi maksudnya, dia tak ingin aku punya anak? Dasar suami tidak waras," ucap Melissa.


Melissa terus saja memaki Suaminya. Kak Adrian yang mendengarnya, hanya tersenyum dan menggeleng kepalanya.

__ADS_1


Jangan Lupa ❤️ Like Vote dan Komentarnya 😊 Happy Reading 🥰🥰


__ADS_2