Lelaki Penggoda

Lelaki Penggoda
Rencana Pernikahan


__ADS_3

Setelah melewati 2 hari di Bali, Melissa ingin kembali ke Solo. Dia mengatakan sudah tak ingin bertemu Andrew lagi. Aku sebagai kekasihnya langsung menuruti keinginan Melissa.


Setelah kurang lebih 1 jam perjalanan, sampai juga di Bandara Adi Sumarmo Solo. Dengan mobil yang aku parkir beberapa hari di bandara, aku melajukan mobil menuju The Java Hotel. Sampai di hotel aku mengajaknya menemui Kak Adrian. Masuk di ruang kerjanya, ternyata kosong. Lalu Melissa bertanya pada staf hotel tentang keberadaan Kak Adrian. Staf hotel mengatakan kalau Kak Adrian berada di taman belakang hotel. Ternyata benar, Kak Adrian sedang duduk menikmati kopi di kursi taman.


" Selamat pagi Kak." Melissa menyapa Kakaknya, lalu duduk di sebelahnya.


" Kalian sudah datang, bagaimana liburan kalian? Yang aku dengar dari Randy, katanya kamu menyusul Melissa ke Bali," tanya Adrian


" Ada yang ingin aku sampaikan Kak." Hatiku berdebar membuat aku semakin gugup.


" Katakan saja." Andrian tersenyum menatapku.


Melissa juga terlihat penasaran dengan apa yang akan aku katakan. Mereka berdua menatapku dengan sangat serius.


" Aku ingin menikahi Melissa bulan depan," ucapku dengan gugup.


" Kamu serius. Apa Melissa sedang hamil? Kenapa harus menikah terburu-buru?" tanya Kak Adrian terkejut.

__ADS_1


Melissa yang mendengar juga ikut terkejut.


" Sayang, kenapa tidak membicarakan dulu denganku," tanya Melissa sambil pindah duduk di sampingku.


" Melissa tidak hamil Kak, bahkan aku sangat menjaga kehormatannya. Aku cuma ingin selalu disampingnya, menjaganya dan tak ingin hal buruk menimpanya." Jawaban ini sepertinya membuat Kak Adrian senang.


" Aku juga setuju asalkan Melissa bahagia. Bagaimana denganmu Melissa, apa kau menyetujuinya?" tanya Adrian pada adiknya.


" Aku sangat mencintai David Kak, aku ingin berbagi kebahagiaan dengannya." Ucapan Melissa membuatku lega dengan jawabannya.


" Baiklah, kalian siapkan saja konsep pernikahannya seperti apa. Nanti aku yang akan mengurus semuanya," jawab Kak Adrian.


" Kalau kalian tak mau aku yang mengurusnya, lebih baik kalian tidak menikah." Perkataan Kak Adrian terdengar dingin dan menakutkan.


Melissa dan aku saling berpandangan. Rasanya ngeri mendengar kata-kata yang diucapkan oleh Kak Adrian.


" Baiklah, secepatnya kami akan menyerahkan konsep pernikahan yang kami inginkan." Melissa mencoba tersenyum menatap Kakaknya.

__ADS_1


Setelah selesai pembicaraan kami, Kak Adrian kembali masuk ke hotel. Melissa mengajakku ke kamarnya untuk membersihkan diri. Perjalanan yang lama dan udara yang panas membuatnya gerah. Selesai mandi, Melissa menyusul ku duduk di sofa.


" Konsep pernikahan seperti apa yang kamu inginkan Sayang," tanyaku sambil mengelus rambut Melissa.


" Aku ingin kita menikah di Blue Java Resort Karimunjawa," jawabnya sumringah.


" Kamu yakin Sayang?" tanyaku lagi.


" Aku ingin pernikahan sederhana, yang dihadiri oleh keluarga dekat saja. Paling hanya beberapa rekan bisnis yang di undang. Acara wedding party di pinggir pantai, sepertinya akan sangat indah." Melissa tersenyum membayangkan pernikahan impiannya.


" Baiklah apapun sesuai keinginanmu. Aku akan menghubungi Kak Adrian tentang konsep kita." Aku tersenyum dan mengecup keningnya.


" Apakah kita perlu memberitahu Lidya tentang rencana ini," tanya Melissa.


" Tak perlu menghubungi Lidya, aku yakin Kakak kesayanganmu itu sudah memberitahunya." Kamipun tersenyum bersama, mengingat sikap Kak Adrian yang sangat posesif terhadap Lidya.


Setelah pembicaraan singkat kami, aku dan Melissa memutuskan untuk memberitahu konsep pernikahan yang kami inginkan. Sebelum Kak Adrian menolak menikahkan aku dan Melissa.

__ADS_1


Jangan Lupa ❤️ Like Vote dan Komentarnya 😊 Happy Reading 🥰🥰


__ADS_2