
Seminggu kemudian hubunganku dengan Melissa sedikit membaik. Seperti janjinya, dia memberi waktu agar aku menyelesaikan semua.
Besok adalah hari ulang tahunku. Aku dan Melissa sengaja mengambil libur, untuk merayakannya berdua. Karena kebetulan sekali hari libur kami juga sama. Pagi-pagi sekali ponselku berdering. Lalu aku ambil dan aku lihat karyawan restoran menghubungiku.
''Iya, ada yang bisa saya bantu?'' Aku mengangkat panggilan itu.
''Selamat pagi, Pak David. Ini saya Maria. Begini Pak, saya mau minta ijin untuk tidak masuk kerja'' ucapnya di dalam telepon.
''Apa ada keperluan penting?'' tanyaku lagi.
''Dari semalam saya demam terus muntah-muntah Pak. Jadi hari ini saya mau ke RS'' jelasnya.
''Kalau begitu kamu istirahat saja di rumah, semoga lekas sembuh ya.'' Aku ucapkan sedikit kata sebagai penyemangat.
''Terimakasih, Pak David,'' ucapnya padaku sebelum panggilan berakhir.
Tanpa menunggu lama aku langsung menghubungi Melissa.
''Kenapa, Dav? '' Suaranya terdengar seperti orang yang baru bangun tidur.
''Maaf mengganggu, Sayang. Sepertinya rencana liburan bareng batal. Karena hari ini Maria sakit, barusan dia minta ijin tidak masuk. Jadi kamu harus mengisi posisi Kasir yang kosong,'' jelasku padanya.
__ADS_1
'' Ya sudah. Aku akan langsung bersiap, tapi rencana kita gimana dong?'' tanyanya dengan nada kecewa.
'' Kita tunda dulu, masih banyak waktu. Cepatlah bersiap keburu telat.'' Aku matikan ponselku.
***
Seharian di restoran tanpa kekasihnya, Melissa merasakan ada yang kurang. Ternyata ketidakhadiran David mengusik hatinya. Waktu sudah menjelang sore hari. Sebelum pulang, Melissa menyempatkan mampir ke toko jam. Dia sengaja ingin memberikan kado jam tangan untuk kekasihnya itu. Setelah melihat-lihat, dia memutuskan membeli jam tangan Fossil warna hitam dengan desain yang elegan. Lalu membungkus jam itu dengan pita putih di atasnya.
Setelah selesai dari toko jam, Melissa memesan taksi online menuju rumah kekasihnya. Sampai di depan rumah David, dia melihat gerbang yang tidak terkunci. Lalu Melissa berjalan ke arah pintu depan.
''Kenapa pintu juga terbuka?'' gumamnya.
''Dav! Kenapa membiarkan pintu terbuka?'' Suara Melissa memanggil kekasihnya.
''David!'' teriak Melissa sebelum meninggalkan rumah itu.
***
Aku kaget mendengar suara Melissa memanggilku. Benar-benar membuatku gila, dia melihat aku dan Renata sedang berciuman. Pasti dia sudah salah paham, aku mengejarnya hingga di jalan depan rumahku. Melissa sudah tak terlihat lagi, aku frustasi dengan keadaan ini. Lalu aku kembali ke dalam rumahku menemui Renata.
''Jadi dia wanita yang kamu cintai?'' tanya Renata padaku.
__ADS_1
''Benar Ren, pasti dia salah paham melihat kita.'' Wajahku terlihat pucat tak bertenaga.
''Kejarlah dia! Jelaskan semua. Aku yakin dia akan mengerti.'' Perkataan Renata sedikit menenangkan hatiku.
Kemudian Renata menepuk pundakku.
''Aku ikhlas jika kamu bahagia. Kejarlah Cintamu!'' Aku salut dengan keikhlasan hati Renata.
Renata pun beranjak pergi keluar meninggalkan rumahku.
''Selamat Ulang Tahun, Good Luck David!'' Itulah kata terakhir yang Renata ucapkan sebelum masuk kedalam taksi.
Setelah kepergian Renata, aku bergegas ke kost dimana Melissa tinggal. Namun sampai disana, penjaga kost mengatakan sejak pagi Melissa belum pulang. Aku bingung kemana harus mencarinya, kemudian aku pergi ke tempat yang biasa dikunjungi oleh Melissa. Namun aku tetap tak menemukannya. Aku mulai bertanya pada teman-temannya, tidak ada yang melihat Melissa. Aku menghubungi berkali-kali namun tidak tersambung.
Setelah lelah berputar-putar aku memutuskan untuk pulang. Karena waktu sudah tengah malam aku berniat langsung tidur. Sampai di depan kamarku, aku melihat paper bag biru terjatuh di depan pintu kamarku. Aku membukanya, terlihat kotak berhias pita putih di atasnya. Di dalam kotak itu isinya jam tangan Fossil warna hitam, dan ada ucapan di dalamnya.
Happy Birthday Sayang....
Kuharap Kamu Selalu Mencintaiku
Love Melissa
__ADS_1
Rasanya aku ingin berteriak sekeras-kerasnya. Tak bisa aku bayangkan, bagaimana rasanya menjadi Melissa. Aku tak ingin kehilangannya. Aku tak mau ini menjadi Kado Terakhir darinya.
Happy Reading