Lelaki Penggoda

Lelaki Penggoda
Perlukah Honeymoon?


__ADS_3

Mentari pagi menyinari awal hari yang indah. Aku mencoba membuka mata, Melissa sudah tidak ada di sampingku. Aku langsung bangun dan memakai pakaianku.


" Sayang... " Aku memanggil istriku namun tak ada jawaban.


Ku turuni tangga depan kamarku, tak kulihat seorangpun di sana. Lalu aku keluar menemui Pak Agus penjaga rumah.


" Pak Agus... Dimana semua orang kenapa rumah sangat sepi?" tanyaku.


" Tadi Nyonya mengajak Bibi Meri dan Astuti belanja bulanan," jawabnya sopan.


" Kenapa dia tak mengajakku, malah mengajak kedua pembantuku," gumam ku.


Aku kembali ke kamar membersihkan diriku. Karena ini adalah weekend, biasanya aku dan Melissa menghabiskan waktu di rumah saja.


Tak berselang lama, terdengar suara mobil memasuki halaman. Ku lihat ketiga wanita itu membawa banyak belanjaan.


" Sayang, kenapa tak mengajakku ikut belanja?" tanyaku pada Melissa.


" Kita tadi ke pasar tradisional Mas. Mas mau ikutan juga? Atau mau jadi kuli pikul?" Jawaban Melissa tentu saja membuat orang yang mendengarnya ikut tertawa.


" Aku mau jadi kuli pikul. Asalkan istriku yang aku pikul." Aku sengaja menggodanya.

__ADS_1


Melissa terlihat cemberut dan sedikit kesal, dia berjalan lalu naik ke kamarnya.


" Kok jadi ngikutin ke kamar. Aku mau ganti baju dulu Mas," ucapnya sambil melangkah ke dressroom.


Aku menyusulnya dan langsung memeluk tubuhnya dari belakang.


" Istri cantikku, tak perlu ke pasar tradisional. Biarkan pelayan yang mengurusnya," ucapku sambil menciumi pipinya.


" Mas... Aku ini seorang istri. Jangan terlalu memanjakan ku, aku juga ingin menjadi istri yang baik untukmu Mas." Melissa memelukku melunturkan rasa kesal di hati.


" Ayo kita sarapan, ini sudah terlalu siang." Aku menggenggam tangan Melissa menuju meja makan.


" Bukankah Mas David punya adik perempuan? Kenapa aku tak pernah melihatnya setelah pernikahan kita?" tanyanya.


" Apa dia tak berminat dengan bisnis di Gunawan Corp?" tanyanya lagi.


" Dia ingin menjadi seorang dokter yang hebat, bisa membantu banyak orang adalah keinginannya sejak kecil. Yang aku dengar calon suaminya juga seorang dokter." Aku menatap Melissa dengan tatapan penuh arti.


Tumben sekali Melissa menanyakan adikku. Aku jadi memikirkan yang tidak-tidak.


" Kenapa jadi Mas David yang bengong?" Melissa menatapku penuh tanya.

__ADS_1


" Tidak biasanya menanyakan tentang Davina, rasanya terdengar aneh," jawabku dengan senyum.


" Aku juga perlu tau tentang adik ipar ku juga." Melissa melanjutkan menyantap makanan di meja makan.


Setelah makan, kami berdua duduk santai di depan televisi. Sambil mengobrol, Melissa tiduran di pangkuanku. Ku mainkan rambut lembutnya, rasanya momen ini sangat membahagiakan.


" Sayang, apa kamu belum ingin memiliki bayi lucu?" tanyaku sambil menatap Melissa yang memejamkan matanya.


" Aku juga ingin menjadi seorang Ibu Mas. Tapi ini sudah beberapa bulan pernikahan kita, aku tak kunjung hamil juga. Aku jadi sedikit takut. Aku takut mengecewakan Ayah dan Ibu, karena beliau ingin segera menimang cucu." Perkataan Melissa terdengar sedih.


" Sayang kita harus lebih bersabar, selama ini kita sudah berusaha," jelasku.


" Apa perlu kita honeymoon sekarang Mas? Karena disini terlalu banyak pekerjaan, membuat Mas kelelahan. Siapa tahu pulang honeymoon bisa langsung hamil?" Melissa terlihat semangat mengatakannya.


" Asal membuatmu bahagia, akan aku lakukan. Besok pagi aku akan mengatur semuanya," jawabku.


" Terimakasih Mas, aku mencintaimu," ucapnya lirih.


" Aku lebih mencintaimu lagi istriku." Ku kecup keningnya.


Aku tak pernah bisa menolak keinginan Melissa. Rasa cintaku yang terlalu besar, terkadang membuatku lemah di hadapannya.

__ADS_1


Jangan Lupa ❤️ Like Vote dan Komentarnya 😊 Happy Reading 🥰🥰


__ADS_2