
The Java Hotel Solo
Pagi hari sebelum ke kantor aku dan Melissa menemui Mas Randy dan Kak Adrian di ruangannya.
" Selamat Pagi Semua," sapa Melissa dengan senyuman khas dari wajahnya.
" Pagi Adikku yang paling cantik," sapa balik Kak Adrian sambil memeluk istriku.
" Kita ke ruang meeting aja yuk," ajak Mas Randy pada kami semua.
Di ruang meeting Mas Randy ingin membicarakan Payback pada investasi Gunawan Corp di The Java Resort.
" Gimana David dengan pembicaraan kemarin via telepon," ucap Randy.
" Sebenarnya tak perlu seperti itu Mas, biarkan Gunawan Corp berinvestasi di The Java Resort. Kita ini keluarga, tak perlu terlalu memikirkan profit perusahaan. Yang penting The Java Group dan Gunawan Corp bisa tetap berkembang itu lebih dari cukup. Bagaimana menurut Kak Adrian?" Aku bertanya kepada Kakak tertua.
" Kalau aku sangat yakin, kalian berdua bisa memutuskan yang terbaik. Aku percayakan kalian saja." Adrian hanya pasrah dengan keputusan akhir.
Melissa hanya mendengarkan pembicaraan 3 lelaki hebat dalam hidupnya.
" Sebenarnya ketika Gunawan Corp berinvestasi pada Resort di Bali, aku sedikit khawatir. Biasanya Gunawan Corp hanya mengambil proyek besar dalam investasinya. Aku takut investasi kali ini tidak terlalu menguntungkan bagi perusahaan mu," Randy menjelaskan apa yang dipikirkannya.
" Aku anggap ini sudah selesai. Gunawan Corp tetap berinvestasi pada The Java Resort Bali," jawabku dengan yakin.
Usai melakukan pembicaraan yang panjang, ku ajak Melissa ke restoran hotel. Sekedar menghabiskan makan siang bersama.
" Mau pesan apa Sayang?" tanyaku padanya.
" Salad buah aja Mas, minumnya orange juice," jawabnya.
" Bisa kenyang segitu doang," tanyaku lagi.
__ADS_1
" Pasti kenyang Mas, kalau kurang nanti bisa pesan lagi." Melissa pun tersenyum menatapku.
Beberapa saat kemudian pesanan datang, sambil menikmati makanan kami berdua juga sempat mengobrol.
" Mas, kemarin Tomy sempat bertanya padaku. Apakah aku pernah tinggal di Jogja, katanya wajahku familiar gitu," ucapnya sambil memakan salad buah.
" Mungkin tanpa kamu sadari kalian berdua pernah bertemu. Soalnya Tomy sempat tinggal di Jogja beberapa bulan. Namun setelah ada kejadian penyerangan malam itu, dia pindah ke Solo lagi," jelasku.
" Penyerangan? Aku jadi kasihan padanya, pasti dia mengalami trauma." Melissa merasa kasihan pada Tomy.
" Tidak sampai trauma sih, karena malam itu ada seseorang yang menolongnya. Dan Tomy sepertinya jatuh cinta pada pandangan pertama pada wanita penolong itu." Aku menceritakan kisah Tomy beberapa tahun silam.
" Jadi yang menolongnya seorang wanita?" tanyanya semakin penasaran.
" Kalau mau mendengar kisah lengkapnya, besok tanya langsung pada orangnya." Jawabku sedikit kesal, karena istriku terlalu penasaran dengan kisah lelaki lain.
Melissa hanya tersenyum tak menjawab. Namun pikirannya melayang ke kejadian beberapa tahun silam.
Melissa sedang berjalan di gang dekat rumahnya. Dilihatnya beberapa orang sedang memukuli seorang lelaki.
" Hei.... cukup hentikan, atau aku akan memanggil polisi," teriaknya yang membuat orang-orang itu pergi.
Melissa mendekati lelaki yang babak belur itu.
" Kamu tidak apa-apa?" tanyanya panik.
" Aku tidak apa-apa Kak," jawab lelaki itu dengan wajah penuh luka.
Melissa pun mengajak lelaki itu di guest house milik keluarganya.
" Tunggulah disini, aku akan mengobati lukamu." Melissa pergi ke kamarnya dan kembali membawa kotak P3K.
__ADS_1
Melissa mengobati luka di wajah lelaki itu. Lelaki itu membuka kacamatanya, untuk membersihkan luka-lukanya.
" Kalau tanpa kacamata, lumayan juga wajahnya," batin Melissa.
" Kamu bukan asli sini ya. Soalnya para preman tadi memang sering mengganggu para pendatang, apalagi dari luar Jogja," jelasnya sambil tersenyum menatap lelaki itu.
" Aku kuliah di sini baru beberapa bulan. Aku juga asli Solo," jawabnya dengan menahan pedih di lukanya.
" Malam ini tidurlah di guest house ini.
Besok pagi, kamu bisa pulang," ucap Melissa sebelum keluar dari ruangan itu.
" Terimakasih Kak," jawab lelaki itu.
" Kenapa aku tidak menanyakan namanya? Wanita itu seperti malaikat yang mampu menggetarkan hatiku. Suatu saat aku akan membalas kebaikanmu," gumam lelaki itu.
Pagi harinya saya lelaki itu bangun, keadaan guest house sangat sepi. Rumah disamping juga terlihat kosong. Lelaki itu bertanya pada penjaga rumah.
" Pak wanita muda yang tinggal di rumah ini kemana?" tanyanya.
" Maksud Mas Mbak Melissa ya... Dia sekeluarga pergi ke luar kota, ada acara dengan kerabatnya. Dia meninggalkan ini untuk Mas." Penjaga itu memberikan secarik kertas kepadanya.
*Lain kali lebih berhati-hatilah,
Maaf tak bisa menyapamu...
Semoga lukamu lekas sembuh.
Melissa*
Flashback Off
__ADS_1
Jangan Lupa ❤️ Like Vote dan Komentarnya 😊 Happy Reading 🥰🥰